Tersangka 3 Kasus Korupsi Febrie Adriansyah Tak Ditahan, Ini Alasannya
Kejagung memastikan Febrie Adriansyah belum ditahan meski telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polri. Berkas perkara masih dipelajari.
Pedagang menata bawang putih impor di pasar kota, Lhokseumawe, Aceh, Jumat (12/5)./Antara-Rahmad
Harianjogja.com, JAKARTA – Penyakit jantung menjadi salah satu penyebab kematian utama di Indonesia dan juga dunia, baik bagi pria maupun wanita. Menerapkan gaya hidup sehat diketahui dapat membantu mengurangi risiko Anda terserang penyakit ini. Mengonsumsi suplemen juga dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung Anda.
Bawang putih yang sering digunakan sebagai bumbu masakan ini telah lama dikaitkan dengan manfaat kesehatan, mulai dari menyembuhkan pilek hingga menurunkan kadar kolesterol dan tekanan darah. Mereka adalah sumber antioksidan yang sangat baik, termasuk selenium, vitamin C dan quercetin, sebuah fitokimia yang ditemukan pada tanaman dengan kemampuan anti-inflamasi.
Sebuah studi melihat bagaimana suplemen bawang putih dapat membantu mengurangi penumpukan plak berbahaya di arteri dan berpotensi membantu mencegah perkembangan penyakit jantung, seperti dilansir dari Express, Rabu (8/9/2021).
Penelitian yang diterbitkan di Science Daily, melibatkan 55 pasien, berusia 40 hingga 75 tahun, yang telah didiagnosis dengan sindrom metabolik. Sindrom metabolik ditandai dengan obesitas, hipertensi dan faktor risiko jantung lainnya.
Mereka menemukan pengurangan jumlah plak pelemahan rendah, atau “plak lunak”, di arteri pasien dengan sindrom metabolik yang mengonsumsi Ekstrak Bawang Putih Tua.
Pemeriksaan lanjutan yang dilakukan setahun setelah pemeriksaan awal menemukan bahwa mereka yang mengonsumsi Ekstrak Bawang Putih Tua telah memperlambat akumulasi plak total hingga 80 persen, mengurangi plak lunak dan menunjukkan regresi (berkurangnya plak pada tindak lanjut) untuk plak dengan atenuasi rendah.
“Kami telah menyelesaikan empat penelitian acak, dan mereka telah mengarahkan kami untuk menyimpulkan bahwa Ekstrak Bawang Putih Tua dapat membantu memperlambat perkembangan aterosklerosis dan membalikkan tahap awal penyakit jantung.” kata Dr Matthew Budoff, peneliti utama LA BioMed.
Studi lain yang diterbitkan dalam Journal of Nutrition juga menyelidiki manfaat bawang putih untuk jantung. Mereka menganalisis database Medline untuk uji coba terkontrol secara acak (RCT) yang diterbitkan antara tahun 1955 dan Desember 2013 tentang efek persiapan bawang putih terhadap tekanan darah, kolesterol, dan kekebalan.
Penelitian menemukan bahwa suplemen bawang putih dan bawang putih mungkin memiliki efek positif pada kesehatan jantung dengan mencegah kerusakan sel, mengatur kolesterol dan menurunkan tekanan darah.
Sementara itu, di tahun 2019 sebuah studi yang diterbitkan dalam Experimental and Therapeutic Medicine menunjukkan bahwa suplemen bawang putih membantu menurunkan tekanan darah secara signifikan pada peserta.
Para peneliti menentukan bahwa perubahan tekanan darah ini mengurangi risiko penyakit kardiovaskular sebesar 16 hingga 40 persen.
Hasil tersebut berasal dari analisis 12 studi yang melibatkan 553 orang yang didiagnosis menderita tekanan darah tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Kejagung memastikan Febrie Adriansyah belum ditahan meski telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polri. Berkas perkara masih dipelajari.
DPR RI meminta pemerintah mengevaluasi fenomena sekolah yang kekurangan murid. Lokasi sekolah hingga stigma sekolah favorit menjadi sorotan.
Penelitian terbaru mengungkap bahwa menguap membantu mengatur cairan otak, menjaga suhu tubuh, hingga mendukung pembuangan limbah metabolisme.
Pemerintah masih mengkaji lokasi PFII. Bali menjadi salah satu opsi, termasuk kawasan KEK yang statusnya dapat diubah jika diperlukan.
Program kompor listrik gratis untuk rumah tangga masuk RAPBN 2027. Pemerintah menargetkan pengurangan subsidi energi dan impor LPG.
Target PAD retribusi parkir Kulonprogo naik menjadi Rp1,187 miliar pada 2026. Dishub optimistis tercapai dengan sistem kontrak pengelolaan parkir.