SIM Keliling Ditlantas Polda DIY Hari Ini di Bangunjiwo
Polda DIY menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Kebiasaan mengonsumsi sosis sebagai menu sarapan praktis sebaiknya mulai dibatasi. Ahli gizi Paloma Vega, M.S., RDN, menyebut sosis sebagai salah satu pilihan sarapan yang kurang baik bagi kesehatan jantung karena kandungan lemak jenuhnya yang tinggi.
Dalam satu porsi sosis seberat 100 gram, kandungan lemak jenuh dapat mencapai sekitar 9 gram. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 69% dari batas konsumsi lemak jenuh harian yang direkomendasikan oleh American Heart Association (AHA) bagi sebagian orang dewasa.
Menurut Vega, lemak jenuh dapat memengaruhi kemampuan hati dalam membersihkan kolesterol jahat atau low-density lipoprotein (LDL) dari aliran darah.
"Lemak jenuh dapat mengurangi kemampuan hati untuk menghilangkan kolesterol LDL dari aliran darah dengan menurunkan aktivitas reseptor LDL, yang dapat menyebabkan peningkatan kadar kolesterol seiring waktu," ujar Vega.
Akibatnya, kadar kolesterol LDL dapat meningkat dan dalam jangka panjang berpotensi memperbesar risiko penyumbatan pembuluh darah, penyakit jantung, hingga stroke.
Kandungan Nitrit dalam Sosis Juga Perlu Diwaspadai
Selain kandungan lemak jenuh, sosis termasuk kelompok daging olahan yang umumnya mengandung bahan pengawet nitrit. Zat ini digunakan untuk menjaga warna, rasa, dan mencegah pertumbuhan bakteri berbahaya pada produk pangan.
Namun, sejumlah penelitian menunjukkan nitrit dapat membentuk senyawa nitrosamin ketika diproses pada suhu tinggi atau selama proses pencernaan. Senyawa tersebut dikaitkan dengan peningkatan risiko sejumlah penyakit kronis, termasuk penyakit jantung dan beberapa jenis kanker.
Karena itu, para ahli menyarankan agar konsumsi daging olahan seperti sosis, bacon, dan ham tidak dilakukan secara berlebihan.
Telur Tidak Perlu Dihindari Sepenuhnya
Selama bertahun-tahun telur kerap dianggap sebagai makanan yang dapat meningkatkan kolesterol. Namun, pandangan tersebut kini mulai berubah.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa bagi sebagian besar orang sehat, kolesterol yang terkandung dalam telur tidak memberikan dampak signifikan terhadap kadar kolesterol darah.
Sebaliknya, telur tetap menjadi sumber protein berkualitas tinggi yang mengandung berbagai vitamin dan mineral penting bagi tubuh.
Yang perlu diperhatikan justru adalah makanan pendampingnya. Mengombinasikan telur dengan sosis atau daging olahan dalam jumlah besar dapat meningkatkan asupan lemak jenuh secara signifikan.
Pilihan Sarapan yang Lebih Sehat
Untuk membantu menjaga kadar kolesterol tetap terkendali, terdapat beberapa alternatif menu sarapan yang lebih sehat dan bergizi.
Beberapa di antaranya adalah:
Pola Makan Seimbang Lebih Penting
Para ahli menekankan bahwa tidak ada satu makanan yang secara langsung menentukan kesehatan seseorang. Yang lebih penting adalah pola makan secara keseluruhan dan frekuensi konsumsi makanan tertentu.
Bagi masyarakat yang memiliki riwayat kolesterol tinggi atau penyakit jantung dalam keluarga, membatasi konsumsi makanan tinggi lemak jenuh seperti sosis dapat menjadi salah satu langkah sederhana untuk menjaga kesehatan jangka panjang.
Dengan memilih menu sarapan yang lebih seimbang, tubuh tidak hanya memperoleh energi untuk beraktivitas, tetapi juga mendapat perlindungan lebih baik terhadap risiko penyakit kardiovaskular di masa depan.
Kesimpulannya, sosis memang praktis dan memiliki cita rasa yang disukai banyak orang. Namun, kandungan lemak jenuh dan bahan pengawet di dalamnya membuat konsumsi berlebihan tidak disarankan. Menggantinya dengan sumber protein rendah lemak dan makanan tinggi serat dapat menjadi pilihan yang lebih baik untuk menjaga kesehatan jantung dan kadar kolesterol tetap terkendali.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kondisi balita korban penyekapan di Pleret, Bantul, dilaporkan membaik. Korban kini diasuh keluarga besar dan mendapat pendampingan.
Sony Sonjaya mengajukan diri sebagai justice collaborator dalam kasus korupsi MBG dan mengaku siap mengungkap pihak lain yang terlibat.
Dishub Bantul mendorong pengelola parkir acara mengurus izin insidentil untuk menekan parkir liar dan menjaga ketertiban lalu lintas.
Timnas Indonesia U-19 masih berpeluang lolos ke semifinal Piala AFF U-19 2026. Duel melawan Vietnam menjadi laga penentunya.
Veda Ega Pratama naik satu posisi di klasemen Moto3 setelah Brian Uriarte didiskualifikasi akibat pelanggaran regulasi oli mesin.