Akselerasi Hilirisasi Kelautan dan Perikanan
Negara yang mampu bertahan memiliki struktur ekonomi domestik produktif, terdiversifikasi, dan mampu mengolah sumber daya lokal menjadi produk bernilai tambah
Sel kanker/Istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA - Kanker dan pola makan atau diet memiliki hubungan terutama dengan berpotensinya muncul beberapa tipe kanker.
Pilihan gaya hidup sehari-hari dapat mempengaruhi kesehatan Anda dalam jangka panjang, seperti bagaimana pola makan yang Anda pilih dalam sehari-hari. Hal ini terlihat dari studi yang baru dilakukan pada tahun 2020, bahwa konsumsi alkohol dikaitkan dengan 740.000 diagnosis kanker baru.
Lalu, bagaimana dengan makanan yang Anda makan setiap hari? Apakah dapat meningkatkan risiko kanker Anda?
Howard Grossman, MD, Dewan Pakar Medis, seorang internis bersertifikat dan pemenang Penghargaan Keberanian amfAR yang dilansir dari eatthis, mengatakan bahwa sebagian besar masalahnya bukan pada makanannya, tapi aditifnya.
"Selalu aman untuk mengatakan bahwa diet seimbang yang membatasi bahan tambahan makanan akan menjadi yang paling sehat.” Ucapnya.
Grossman juga memberikan beberapa faktor yang dapat dikaitkan dengan permasalahan kanker yakni sebagai berikut.
1. Daging olahan
Grossman menyebutkan daging olahan sebagai kategori yang telah dikaitkan dengan kanker . Hal ini seperti hot dog, bacon, dan apapun yang bukan potongan segar. Permasalahan pada daging olahan seperti bacon dan makanan asap adalah nitrit.
Tingkat nitrit dan nitrat yang tinggi, yang sering ditemukan dalam daging olahan dapat meningkatkan risiko kanker otak, kanker tiroid, kolorektal, dan lambung. Senyawa itu sendiri tidak karsinogenik, atau sesuatu yang berpotensi menyebabkan kanker, dan di dalam tubuh zat-zat tersebut bergabung dengan molekul lain, dan dapat membentuk zat karsinogenik.
2. Daging merah
Daging merah telah dikaitkan dengan kanker kolorektal, prostat, dan pankreas, namun masih belum pasti. Namun untuk membentuk tindakan pencegahan, maka Anda dapat membatasi asupan daging merah.
3. Alkohol
Konsumsi alkohol yang tinggi telah dikaitkan dengan kanker mulut, kerongkongan, perut, payudara, hati dan usus besar, terutama jika Anda mengonsumi Alkohol secara berlebihan.
4. Obesitas
Obesitas juga menjadi salah satu faktor risiko banyak kanker. Oleh karena itu, Anda perlu membatasi minuman manis dan makanan manis lainnya, yang berpotensi untuk menambah berat badan.
Grossman mengatakan bahwa tidak ada studi yang benar-benar definitif pada manusia. Masih ada banyak hal yang tidak diketahui tentang hubungan antara makanan dan kanker.
Grossman berkesimpulan untuk membantu mencegah kanker dengan mengikuti diet yang membatasi makanan olahan, membatasi daging merah dan makanan manis, dan asupan alkohol. Dirinya juga memberitahu orang-orang untuk tetap dengan mengonsumsi makanan yang ‘utuh’ seperti buah-buahan dan sayuran, daging tanpa lemak, ikan tanpa garam, dan berhenti untuk mengonsumi berbagai makanan yang tidak dari biasanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Negara yang mampu bertahan memiliki struktur ekonomi domestik produktif, terdiversifikasi, dan mampu mengolah sumber daya lokal menjadi produk bernilai tambah
KPK menyambut positif pembentukan tim penyidik Kejagung untuk menangani kasus Febrie Adriansyah yang kini masih berstatus saksi.
KPPU telah memutus enam perkara persaingan usaha hingga Juni 2026 dengan total denda Rp767 miliar. Enam perkara lainnya masih diproses.
BKPM mengungkap lelang pengembangan sistem OSS senilai Rp26,46 miliar gagal karena tidak ada penyedia yang sanggup menyelesaikan proyek.
Polres Bantul menangkap dua pelaku pembobolan toko kelontong di Jambidan berbekal rekaman CCTV dan sidik jari. Kerugian korban mencapai Rp12,5 juta.
Dokter UI mengembangkan NAVI-HF berbasis AI untuk mendeteksi penumpukan cairan paru pada pasien gagal jantung dengan akurasi mencapai 86 persen.