BPOM Siapkan Rp509 Miliar untuk Awasi Keamanan Menu MBG Usai Banyak Kasus Keracunan
BPOM menyiapkan Rp509 miliar untuk mengawasi keamanan pangan MBG 2027, mulai bahan baku, distribusi hingga penelusuran kasus.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA- Di masa pandemi Covid-19, Vitamin D menjadi salah satu asupan gizi yang diburu orang. Suplemen ini merupakan nutrisi yang larut dalam lemak yang merupakan penguat bagi sistem kekebalan tubuh.
Vitamin D menjadi primadona lantaran dianggap dapat menurunkan risiko seseorang terinfeksi virus corona. Benarkah?
Meskipun vaksinasi dianggap sebagai langkah signifikan untuk mencegah penyebaran virus corona, penelitian terbaru menunjukkan bahwa vitamin D dapat membantu melindungi seseorang dari tertular SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan Covid-19. Suplementasi vitamin D juga dapat mengurangi keparahan penyakit jika seseorang tertular Covid-19.
Baca juga: Apa Perbedaan Varian Delta Plus dengan Varian Delta? Ini Penjelasan Kemenkes
Dilansir melalui Pinkvilla, sebuah studi yang dilakukan oleh tim peneliti yang dipimpin oleh Dr David Meltzer di University of Chicago Medicine menunjukkan orang-orang dengan kekurangan vitamin D hampir dua kali lebih mungkin untuk tertular virus dibandingkan dengan mereka yang memiliki kadar vitamin D normal.
Saat berbicara dengan Healthline, Meltzer mengatakan bahwa dia menganggap mendapatkan vitamin D yang cukup dalam makanan sebagai tindakan pencegahan penting terhadap virus corona. Dia menempatkan asupan suplemen di anak tangga ketiga setelah masker dan kebersihan dalam hal pencegahan Covid-19.
Lebih lanjut dia menambahkan bahwa ada banyak bukti bahwa setiap orang harus mulai menganggap serius kekurangan vitamin D, karena menyebabkan kerentanan terhadap infeksi.
Baca juga: Kenali 5 Tanda Ini pada Kulit, Bisa Jadi Gejala Serangan Jantung
Sesuai meta-analisis baru-baru ini dari 40 studi penelitian, asupan vitamin D jangka panjang setiap hari kemungkinan akan memberikan perlindungan terhadap infeksi pernapasan akut yang sering dikaitkan dengan Covid-19. Dan penelitian lain menunjukkan bahwa pemberian calcifediol, sejenis vitamin D, secara signifikan mengurangi kebutuhan ICU untuk pasien Covid-19.
Vitamin D sendiri banyak ditemukan dalam makanan seperti salmon dan ikan berlemak lainnya, kuning telur, jamur, dan makanan yang diperkaya dengan vitamin D, seperti susu. Namun ingat, vitamin D di dalam makanan membutuhkan paparan sinar matahari untuk mengaktifkannya di dalam tubuh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
BPOM menyiapkan Rp509 miliar untuk mengawasi keamanan pangan MBG 2027, mulai bahan baku, distribusi hingga penelusuran kasus.
Gibran menyoroti pernyataan oknum SPPG yang diduga mengejek korban MBG dan mengajak publik menjaga ruang aman bagi anak.
Angsuran pertama kredit KDKMP jatuh tempo September 2026. Kemenkeu masih menunggu tagihan Himbara meski anggaran telah disiapkan.
Sumaya meraih perak tunggal putri teqball Asian Games 2026 dan mengukir sejarah setelah beralih dari sepak takraw sekitar dua tahun lalu.
Jadwal KA Bandara YIA Senin 21 September 2026 tersedia 24 perjalanan YIA-Stasiun Tugu dan sebaliknya, mulai 04.20 hingga 20.55 WIB.
Prakiraan cuaca Jogja hari ini, Senin 21 September 2026. Kota Jogja berudara kabur dengan suhu 22–34°C dan kelembapan 39–95%.