Advertisement
Ini Manfaat Puasa Ramadan untuk Kesehatan
Ilustrasi - Husin Parapat
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Menjalani puasa Ramadan ternyata memiliki manfaat cukup besar bagi tubuh. Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Profesor Ari Fahrial Syam menjelaskan menjalani puasa dengan benar, yang terjadi lemak jahat (LDL) akan menurun sementara kadar lemak baik (HDL) akan meningkat. Ini menjadi hal yang positif untuk pencegahan penyakit kardiovaskular.
Pun dari penelitian yang pernah dilakukan Ari dan rekan-rekannya, selama Ramadan ternyata terjadi penurunan berat badan dan perubahan komposisi tubuh kecuali massa protein tubuh. Begitu pula pada rasio pinggang dan pinggul dimana terjadi penurunan.
Advertisement
"Ini hal yang positif. Ini artinya tidak mempengaruhi daya tahan tubuh, tidak mempengaruhi performance tubuh secara keseluruhan karena lemaknya saja yang dihancurkan," jelasnya dalam diskusi virtual, Senin (12/4/2021).
BACA JUGA : Padusan Jelang Puasa, Ribuan Orang Tumpah Ruah di Parangtritis
Selama Ramadan, orang yang berpuasa juga lebih sehat lambungnya. Selain itu, Ari menyebut terjadi penurunan skor Gerd pada orang yang berpuasa.
Gerd alias penyakit refluks gastroesofagus terjadi ketika asam lambung atau empedu mengalir ke saluran makanan dan mengiritasi dinding dalamnya.
Mengapa skor Gerd bisa menurun? Ari menjelaskan pada dasarnya Gerd maupun penyakit lambung terjadi karena adanya ketidakteraturan jadwal makan. Nah, saat berpuasa sudah pasti jadwal makan akan teratur yakni pada saat sahur dan berbuka.
Kemudian, saat berpuasa banyak orang akan mengendalikan makanan yang tidak sehat seperti cokelat, keju, lemak, asam, dan pedas yang cenderung menganggu lambung. "Ini kita kurangi, termasuk juga rokok," imbuhnya.
BACA JUGA : Solusi Buka Puasa Anti Galau dengan Beberapa Pilihan Makanan Ini
Ditambah lagi ada pengendalian diri karena lebih banyak menjalankan ibadah seperti salat, berdzikir, dan membaca Alquran. Ini akan membuat ketenangan pada mereka yang memiliki penyakit lambung dan Gerd.
"Karena kalau kita tenang, produksi asam lambung juga menurun tetapi kalau kita gelisah, cemas, ketakutan, asam lambung akan meningkat," jelas Ari.
Ari menambahkan puasa juga bermanfaat untuk detoksifikasi. Dijelaskannya bahwa orang yang berpuasa terjadi peningkatan antioksidan dan menurunnya radikal bebas di dalam tubuh.
BACA JUGA : Hari Pertama Puasa Ramadan, 3 Wilayah di DIY Diprediksi Hujan Petir dan Angin Kencang
"Dasarnya tadi karena makannya diatur, ini bawa dampak luar biasa untuk metabolisme, daya tahan tubuhnya meningkat, tegasnya.
Diharapkan Ari dengan meningkatnya daya tahan tubuh, orang yang berpuasa akan terlindungi dari Covid-19.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Imbas Konflik Timur Tengah, Philippine Airlines Terpaksa Setop 5 Rute
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Dispar Kulonprogo Catat Lonjakan Wisatawan, Congot Ungguli Glagah
- Arus Balik Usai Puncak, Gerbang Tol Purwomartani Masih Padat
- Pemkab Bantul Belum Terapkan WFH, Nilai Belum Efektif Hemat Energi
- Jadwal KRL Jogja-Solo Hari Ini, Tarif Rp8.000
- Jadwal KRL Solo-Jogja dari Palur 26 Maret 2026, Tarif Rp8.000
Advertisement
Advertisement







