OJK Targetkan Bank Umum Syariah Baru Berdiri pada 2026
OJK menargetkan satu Bank Umum Syariah baru hasil spin-off terbentuk pada 2026 untuk memperkuat industri perbankan syariah nasional.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA - Gadget atau perangkat teknologi kini tidak hanya dioperasikan oleh orang dewasa. Anak-anak pun mulai bisa mengoperasikannya. Namun, keberadaannya juga seperti pisau bermata dua.
Di satu sisi membantu memudahkan berbagai pekerjaan, namun di sisi lain berisiko membuat anak ketergantungan. Hal ini tentu yang menjadi kekhawatiran banyak orangtua.
Kabar baiknya, Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian Indonesia Alissa Wahid membagikan beberapa cara untuk mengatasi anak kecanduan gadget.
Baca juga: Pria Bisa Menghasilkan Air Susu? Begini Penjelasannya
Menurut Alissa, ketika mendapati anak kecanduan gadget hal pertama dilakukan orangtua adalah bukan memarahi atau menceramahi anak tersebut. Namun, yang harus dilakukan adalah dengan menumbuhkan integritas pada anak itu sendiri.
“Kalau dimarahin nggak akan mempan. Menumbuhkan integritas itu yang penting. Gimana kita mengajari anak untuk dapat mengendalikan dirinya sendiri. Kalau dia bisa mengendalikan dirinya sendiri, maka anak ini akan tahu batas-batasnya yang sudah kita buat,” kata Alissa dalam acaraWebinar Festival Noah “Generasi Nasionalis”, Sabtu (20/3/2021).
Integritas yang dimaksud adalah menerapkan aturan. Alissa pun mencontohkan hal yang paling sering ditemui adalah ketika anak mulai komplain, ketika bermain dirumah temennya boleh bermain seperti Playstasion atau sebagainya.
Baca juga: Mau Turunkan Berat Badan tapi Tetap Sambil Makan Enak? Begini Caranya
“Ini yang paling banyak ditemui. Mah, kok dirumah si A boleh main GTA, kok disini nggak boleh. Kalau menemui kasus seperti ini orang tua bisa mengajarkan bahwa setiap rumah memiliki aturan. Kalau dirumah orang lain, maka anak akan mengikuti aturan yang ada," jelas Alissa.
Singkatnya, orangtua perlu mengajarkan anak untuk paham bahwa ada konteks yang berbeda. Menurutnya penting bagi orangtua mengajarkan nilai tersendiri bagi anak.
"Kalau kita sendiri GTA itu mengandung kekerasan, makanya tidak boleh. Kalau diberi pemahaman seperti ini anak bisa menjadi lebih mengerti,” ujarnya.
Alissa pun mengingatkan kepada orangtua, untuk mengajarkan sesuatu kepada anak tidak perlu menggunakan nada yang tinggi atau menceramahi anak. Orang tua bisa menggunakan cara-cara yang sesuai dengan umur anak.
“Ingat anak itu bukan orang dewasa berukuran mini. Jadi masih perlu orang dewasa yang mengatur. Beri pemahaman kepada anak kalau aturan itu dibuat oleh orang dewasa sehingga ketika di sekolah dia harus nurut sama gurunya, ketika dirumah ya nurut kepada orang tua. Itu yang perlu ditanamkan sejak dini,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
OJK menargetkan satu Bank Umum Syariah baru hasil spin-off terbentuk pada 2026 untuk memperkuat industri perbankan syariah nasional.
Casemiro dipastikan tampil saat Manchester United menghadapi Nottingham Forest dalam laga kandang terakhirnya di Old Trafford.
Kemenag menggelar sidang isbat penetapan awal Zulhijah 1447 H malam ini. Iduladha 2026 diperkirakan jatuh pada 27 Mei.
Waspada Wangiri Fraud, modus missed call internasional yang bisa menguras pulsa dan membuat tagihan telepon membengkak.
Jepang, Uzbekistan, China, dan Australia lolos ke semifinal Piala Asia U-17 2026 usai melewati laga dramatis di perempat final
PSIM Jogja menghadapi Madura United di Stadion Sultan Agung malam ini. Tim tamu datang dengan tekanan besar dari ancaman degradasi.