Anak Diduga Bunuh Ayah di Boyolali Jalani Observasi Kejiwaan
Polisi akan memeriksa kejiwaan pria yang diduga menganiaya ayah kandungnya hingga meninggal dunia di Boyolali.
Gus Miftah memberikan komentar film Tilik di tepi pantai. / YouTube-Gus Miftah Official
Harianjogja.com, JAKARTA--Ulama kondang Gus Miftah berkomentar terkait sebuah video ceramahnya yang dikait-kaitkan dengan artis Nissa Sabyan yang kini sedang ramai dibincangkan publik.
Penceramah Miftah Maulana Habiburrahman, atau dikenal dengan Gus Miftah mengklarifikasi video sekaligus memberikan pesan
Video yang berisikan ceramahnya, namun menampakkan foto-foto Nissa Sabyan, Ayus Sabyan dan group Gambus Sabyan.
Seraya mengklarifikasi, ia pun mengunggah potongan ayat suci Alquran. Dalam unggahannya, Gus Miftah juga mengajak agar umat islam berhenti mengghibah.
BACA JUGA: Duh..Dikira Bangkai Binatang, Orok Bayi Ditemukan di Bantaran Kali Gajah Wong
Di media sosial instagramnnya @gusmiftah memulai dengan kata stop ghibah.
Begini isi ceramah Gus Miftah
Jangan pernah menghina mendosa, seolah tiba tidak pernah berbuat dosa
Sering kali kita merasa sok suci, padahal Allah mengingatkan kepada kita
Eh, jangan sok suci bro
Kenapa?
Karena Dia (Allah) paling tau di antara Kita yang bertaqwa
KIta itu kelihatan baik, karena buruknya sedang ditutupi oleh Allah
Kita itu kelihatan terhormat karena hinannya sedang ditutupi oleh Allah
Kita kelihatan suci, karena dosanya sedang ditutupi oleh Allah
Jangan kemudian kita merasa paling baik di antara kalian
Surga itu akan diisi oleh ahli maksiat yang kemudian bertaubat
Bukan orang sok suci yang kemudian tersesat.
Ia mengklarifkasi jika video yang sudah beredar banyak di media sosial tersebut bukan buatannya.
Gus Miftah menjabarkkan potongan hadist riwiyat HR Muslim nomor 2589.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tahukah engkau apa itu ghibah?” Mereka menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.” Ia berkata, “Engkau menyebutkan kejelekan saudaramu yang ia tidak suka untuk didengarkan orang lain.” Beliau ditanya, “Bagaimana jika yang disebutkan sesuai kenyataan?” Jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Jika sesuai kenyataan berarti engkau telah mengghibahnya. Jika tidak sesuai, berarti engkau telah memfitnahnya.” (HR. Muslim no. 2589).
"Sengaja saya posting, supaya orang tahu bahwa yang bikin video bukan saya. Kita ambil sisi baiknya saja dengan stop ghibah," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Polisi akan memeriksa kejiwaan pria yang diduga menganiaya ayah kandungnya hingga meninggal dunia di Boyolali.
BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan santunan JKK Rp70 juta kepada ahli waris Syabilla Rizkia Putri Raharja, atlet selam Jepara yang meninggal saat Porprov 2026.
Eko Suwanto mendorong Pemda DIY membangun ekosistem digital terintegrasi untuk meningkatkan layanan publik, membuka lapangan kerja, dan mengembangkan ekonomi ra
BPBD Gunungkidul melanjutkan bantuan air bersih hingga Desember 2026. Lebih dari 3.950 tangki telah disalurkan kepada warga terdampak kekeringan.
Kecelakaan truk tronton dan bus Sinar Jaya terjadi di Tol Solo-Ngawi KM 498+800 Boyolali, Senin sore. Sopir truk dilaporkan meninggal dunia.
Pemkab Bantul mulai menyosialisasikan wajib belajar prasekolah setahun bagi anak usia 5–6 tahun sebagai bagian dari program wajib belajar 13 tahun.