Aktivitas Gunung Sorikmarapi Meningkat, Warga Diminta Waspada
Badan Geologi melaporkan aktivitas Gunung Sorikmarapi meningkat signifikan. Masyarakat diminta tidak beraktivitas dalam radius 1,5 kilometer dari kawah.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA- Musim hujan sedang berada di puncaknya. Hampir setiap hari turun hujan. Akibatnya, banyak orang akan lebih mudah terserang flu, batuk dan masuk angin. Tapi, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah masuk angin pada anak-anak maupun orang dewasa.
Salah satunya, meningkatkan sistem kekebalan tubuh dengan memenuhi asupan vitamin C. Selain itu, Anda juga harus makan banyak buah dan sayuran yang mengandung banyak nutrisi.
Tapi, ada pula makanan lainnya yang tidak melindungi tubuh dan mencegah masuk angin. Berikut ini dilansir dari BBC Good Food, beberapa pertahanan alami yang bisa dikonsumsi untuk cegah masuk angin.
1. Makan banyak buah dan sayuran
Sayuran seperti ubi jalar dan bit kaya akan beta-karoten yang diubah tubuh menjadi vitamin A. Kita membutuhkan vitamin A untuk menjaga lapisan mukosa di hidung dan paru-paru yang cukup kuat guna melawan infeksi.
Makanan lain termasuk buah jeruk, mangga, aprikot dan melon juga baik untuk dikonsumsi serta memenuhi asupan vitamin A.
2. Bawang putih dan merah
Bawang putih dan merah mengandung minyak yang memiliki sifat anti-mikroba kuat, sehingga bisa membantu melindungi diri dari infeksi bakteri dan virus.
Kedua jenis bawang ini juga mendukung kesehatan usus yang baik sebagai prebiotik dengan mendorong pertumbuhan bakteri sehat.
Banyak orang percaya bahwa bawang putih bisa mencegah flu biasa, tetapi itu belum banyak terbukti secara klinis, Meski begitu, bawang putih dan merah memiliki manfaat kesehatan yang mengesankan.
Jika Anda tidak suka bau bawang putih yang terlalu kuat, Anda bisa mengonsumsi bawang putih hitam yang difermentasi. Bawang hitam ini memiliki rasa balsamic yang 2 kali lebih aktif daripada bawang putih biasa.
3. Vitamin C
Vitamin C yang sangat kuat sangat ideal untuk melawan flu biasa. Tapi, penelitian menunjukkan bahwa vitamin C dosis tinggi paling relevan untuk orang yang terpapar masuk angin akibat stres fisik, seperti atlet dan orang yang tinggal di lingkungan dingin.
Makan banyak buah dan sayuran setiap hari bisa memberi kita cukup vitamin C untuk mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh. Makanan ini termasuk, sayuran berdaun hijau tua, lobak, bayam dan brokoli.
4. Vitamin D
Vitamin D adalah nutrisi penting untuk kesehatan secara keseluruhan. Penelitian telah menunjukkan bahwa orang yang rendah vitamin D dalam tubuh justru berisiko terkena infeksi, termasuk orang yang memiliki sistem pernapasan bagian atas.
Pada bulan-bulan musim dingin, kita perlu mendapatkan vitamin D dari makanan karena tingkat sinar matahari yang rendah. Sumber vitamin D terbaik dari makanan, seperti salmon, mackerel, telur dan jamur.
5. Gandum dan barley
Biji-bijian seperti gandum dan barley kaya akan serat yang larut air, biasanya disebut beta-glukan. Selain membuat kita kenyang, gandum dan barley memiliki efek modulasi kekebalan yang berharga untuk meningkatkan jumlah dan fungsi sel imun pelindung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Badan Geologi melaporkan aktivitas Gunung Sorikmarapi meningkat signifikan. Masyarakat diminta tidak beraktivitas dalam radius 1,5 kilometer dari kawah.
Pemkot Jogja menganggarkan Rp5 miliar untuk memperkuat talud di enam titik sungai guna mengantisipasi longsor dan gerusan aliran air.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY mendorong peningkatan alokasi Program Bantuan Keuangan Khusus (BKK) bagi kalurahan
Pemkab Kulonprogo menerbitkan SE kesiapsiagaan menghadapi puncak musim kemarau Agustus 2026 dan mulai menyalurkan bantuan air bersih.
AliExpress terancam denda Rp11,37 triliun dari Uni Eropa akibat gagal mencegah peredaran produk ilegal dan barang tiruan di platformnya.
Pendekatan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan perusahaan dinilai perlu bertransformasi dari yang sebelumnya hanya berfokus pada risiko fisik,