Apa Itu Etomidate yang Disalahgunakan dalam Vape? Kenali Fungsi dan Bahayanya

Jumali
Jumali Sabtu, 19 September 2026 23:07 WIB
Apa Itu Etomidate yang Disalahgunakan dalam Vape? Kenali Fungsi dan Bahayanya

Etomidate/Alodokter

Harianjogja.com, JOGJA—Etomidate merupakan obat anestesi intravena kerja singkat yang digunakan tenaga medis untuk membantu membuat pasien tidak sadar sebelum tindakan tertentu. Obat ini bekerja cepat, tetapi penggunaannya harus dilakukan dengan pengawasan dan pemantauan medis.

Belakangan, etomidate menjadi perhatian karena disalahgunakan sebagai campuran cairan rokok elektrik atau vape. Penggunaan di luar prosedur medis dapat menimbulkan risiko serius, antara lain gangguan kesadaran, masalah pernapasan, dan gangguan fungsi kelenjar adrenal.

Di Indonesia, etomidate tercantum dalam penggolongan narkotika melalui Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 15 Tahun 2025 tentang Perubahan Penggolongan Narkotika. Peraturan tersebut ditetapkan pada 28 November 2025.

Fungsi Medis Etomidate Harus di Bawah Pengawasan Dokter

Etomidate digunakan sebagai anestesi intravena untuk menginduksi keadaan tidak sadar, misalnya sebelum prosedur medis tertentu. Efek hipnotiknya muncul dengan cepat.

Obat ini juga dikenal memiliki pengaruh yang relatif kecil terhadap tekanan darah dibandingkan sejumlah agen induksi anestesi lain. Meski demikian, etomidate tetap memerlukan pengawasan tenaga medis karena dapat memengaruhi pernapasan dan menekan fungsi adrenal.

Penggunaan etomidate bukan untuk dilakukan sendiri atau sebagai bahan campuran produk konsumsi. Dosis, kondisi pasien, serta pemantauan selama dan setelah pemberian merupakan bagian penting dari penggunaannya secara medis.

Etomidate Masuk Penggolongan Narkotika di Indonesia

Pemerintah Indonesia memasukkan etomidate dalam daftar narkotika melalui Permenkes Nomor 15 Tahun 2025. Aturan tersebut mengubah penggolongan narkotika yang berlaku sebelumnya.

Penyalahgunaan etomidate dalam vape juga menjadi perhatian aparat. Dalam bahan awal naskah ini disebutkan adanya operasi gabungan BNN dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai di Batam yang menyita 170 cartridge vape berisi etomidate serta 12 botol vial dengan berat total 226 gram. Rincian pengungkapan tersebut perlu dicocokkan dengan keterangan resmi aparat sebelum diterbitkan.

Singapura Memperketat Penindakan terhadap Vape Berisi Etomidate

Singapura mengambil langkah hukum terhadap vape yang mengandung etomidate. Pemerintah negara tersebut mengumumkan bahwa etomidate dan sejumlah analognya mulai 1 September 2025 dimasukkan ke dalam daftar obat terkendali Kelas C berdasarkan Misuse of Drugs Act. Kebijakan awal itu dimaksudkan sebagai langkah sementara sambil pemerintah menyiapkan aturan yang lebih sesuai untuk menangani persoalan vape.

Dalam ketentuan yang diumumkan saat itu, importir etomidate menghadapi ancaman hukuman penjara tiga hingga 20 tahun serta lima hingga 15 kali cambuk. Untuk pelaku perdagangan, ancamannya dua hingga 10 tahun penjara dan dua hingga lima kali cambuk. Ketentuan dan rezim hukum dapat berubah, sehingga status serta sanksi yang berlaku saat ini perlu diperiksa kembali sebelum digunakan sebagai informasi hukum terkini.

Bahaya Etomidate Jika Disalahgunakan melalui Vape

Etomidate bukan zat yang aman untuk dihirup melalui vape. Risiko dapat berbeda-beda bergantung pada kandungan produk, jumlah paparan, kondisi kesehatan, dan zat lain yang mungkin tercampur.

1. Menekan fungsi kelenjar adrenal

Etomidate dapat menghambat enzim yang berperan dalam produksi hormon kortisol. Kortisol dibutuhkan tubuh untuk membantu mengatur respons terhadap stres serta sejumlah fungsi metabolisme.

Sebuah laporan kasus medis mengenai etomidate yang dihirup melalui rokok elektrik mendokumentasikan insufisiensi adrenal pada seorang pengguna. Temuan kasus seperti ini menunjukkan adanya risiko yang perlu diwaspadai, tetapi tidak dengan sendirinya menggambarkan frekuensi kejadian pada seluruh pengguna.

2. Menyebabkan sedasi dan gangguan pernapasan

Etomidate memiliki efek hipnotik yang kuat. Jika disalahgunakan, pengguna dapat mengalami kantuk berat atau kehilangan kesadaran. Gangguan pernapasan juga menjadi risiko yang perlu diperhatikan, terutama jika paparan berlebihan atau disertai zat lain.

Kehilangan kesadaran secara mendadak dapat meningkatkan risiko cedera dan membuat seseorang tidak mampu melindungi dirinya ketika terjadi keadaan darurat.

3. Risiko penggunaan berulang dan ketergantungan

Produk vape yang mengandung etomidate dapat menimbulkan efek sedatif yang dicari oleh sebagian penggunanya. Penggunaan berulang perlu diwaspadai karena dapat memperbesar risiko dampak kesehatan dan pola penyalahgunaan.

Istilah seperti “zombie vape” atau “space oil” digunakan dalam pemberitaan untuk menggambarkan produk yang dapat membuat penggunanya tampak linglung atau kehilangan kendali. Sebutan tersebut bukan istilah diagnosis medis.

4. Dampak terhadap organ dan kesehatan secara keseluruhan

Penyalahgunaan etomidate dapat menimbulkan gangguan kesehatan yang serius. Penekanan fungsi adrenal merupakan salah satu risiko yang telah dibahas dalam literatur medis. Sementara itu, klaim mengenai kerusakan permanen pada organ tertentu perlu dikaitkan dengan bukti dan konteks klinis yang jelas, bukan dianggap sebagai akibat yang pasti terjadi pada setiap pengguna.

Gejala seperti pingsan, kebingungan berat, kesulitan bernapas, atau penurunan kesadaran setelah menggunakan vape harus diperlakukan sebagai keadaan darurat medis.

Pentingnya Pengawasan dan Kewaspadaan

Penyalahgunaan etomidate melalui vape menjadi persoalan kesehatan dan penegakan hukum. Masyarakat sebaiknya tidak mencoba produk yang menawarkan efek “bersantai”, mengantuk, atau kehilangan kesadaran karena kandungan dan dosisnya mungkin tidak diketahui.

Hindari menggunakan cairan vape yang tidak jelas asal-usulnya. Jika menemukan produk yang dicurigai mengandung etomidate, masyarakat dapat melaporkannya kepada pihak berwenang.

Apabila seseorang mengalami penurunan kesadaran atau gangguan pernapasan setelah menggunakan vape, segera cari pertolongan medis. Jangan menunggu gejala memburuk.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online