Gerak Cepat Pemkab Klaten Pulihkan Pasar Bayat Pascakebakaran
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo bergerak cepat menangani dampak kebakaran yang melanda Pasar Sidoharjo di Desa Paseban, Kecamatan Bayat.
Hendro Sarjono, saat membersihkan ikan sidat untuk dimasak di warung makan Mbok Sabar di Jalan Parangtritis, Bakulan, Kalurahan Patalan, Kapanewon Jetis, Bantul, Sabtu (13/2/2021)/Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL-Berawal dari hobi mengonsumsi sidat yang kaya protein, pemilik warung makan Mbok Sabar di Jalan Parangtritis, Bakulan, Kalurahan Patalan, Kapanewon Jetis, Bantul, Andini, kini menyediakan aneka olahan sidat (Anguilliformes).
“Selain hobi mengkonsumsi sendiri ternyata banyak peminatnya. Sementara belum ada warung makan yang menawarkan olahan sidat di Bantul,” kata Andini, Sabtu (13/2/2021).
Warung makan Mbok Sabar ini sebenarnya menu utamanya adalah sate kambing dan sate sapi. Namun sejak empat tahun terakhir menyediakan menu sidat dengan berbagai olahan, mulai dipepes, sate, tongseng, kicik, rica-rica hingga gulai sidat. “Tidak disangka ternyata banyak peminatnya,” ucap Andini.
Dalam sehari dia bisa menjual hingga 25 porsi olahan sidat dengan porsi sekitar dua ons sidat. Harga per porsi juga cukup terjangkau hanya sekitar Rp25.000 atau hampir sama dengan olahan sate kambing dan sate sapi.
Namun olahan sidat ini tergantung ketersediaan bahan baku karena stoknya terbatas. Tidak Heran Andini bersama suaminya Hendro Sarjono berburu sidat sampai Kulonprogo dan Cilacap, terkadang juga dari Banyuwangi. Sebab sidat yang diinginkannya tidak sembarang sidat.
Dia hanya menerima sidat dari pemancing langsung meski di Banyuwangi sudah ada penakaran sidat. Alasannya daging sidat dari pemancing langsung di sungai dinilai lebih gurih dan kenyal. Sementara dari penakaran dagingnya lebih lembek, “Jadi lebih bagus sidat liar dari pada hasil budidaya, mungkin karena makannya pelet jadi dagingnya lebih lembek,” kata Andini.
Selain itu tidak semua sidat yang dia inginkan. Andini hanya menerima sidat dari pemancing untuk jenis sidat kebo (Anguilla bicolor) yang warnanya coklat kehitaman. Alasannya daging sidat kebo lebih kenyal dan kulitnya lebih empuk. Berbeda dengan sidat macan yang warnanya kulitnya totol-totol dan sidat jaran yang warna kuning dagingnya lebih keras.
Harga bahan baku sidat yang dia beli dihitung per kilogram mulai dari Rp65.000-90.000. Untuk mempertahankan ketersediaan bahan baku sidat, pihaknya terus berkomunikasi dengan pemancing terutama dari Kulonprogo, Cilacap dan Banyuwangi. Bahan baku tersebut terkadang di antar atau dikirim melalui paket.
Hendro Sarjono menambahkan selama menyediakan menu olahan sidat, dia sempat mendapatkan satu ekor sidat berukuran 19 kilogram. “Ini ikan sidat hidup terbesar yang kami olah. Waktu itu saya hargai Rp65.000 per kilogramnya,” kata Hendro.
Eva Diana, salah satu penikmat olahan sidat mengaku baru pertama mengkonsumsi ikan sidat di warung Mbok Sabar. Awalnya dia penasaran dengan daging ikan jenis Anguilliformes tersebut saat melintas di Jalan Parangtritis, “Setlah dicoba ternyata enak. Dagingnya kenyal dan gurih,” ucap Eva.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo bergerak cepat menangani dampak kebakaran yang melanda Pasar Sidoharjo di Desa Paseban, Kecamatan Bayat.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 26 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta waktu tempuhnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 26 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 26 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Subsidi BBM dan LPG 3 kg 2027 turun Rp11,4 triliun. DPR menyoroti data penerima subsidi dan tingginya exclusion error pemerintah.
Wapres Gibran meminta pendataan warga terdampak banjir bandang Solok dipercepat untuk penanganan dan penataan permukiman.