Ducati Luncurkan Panigale V4 Mrquez Edisi Juara Dunia 2025
Ducati meluncurkan Panigale V4 Márquez 2025 edisi juara dunia MotoGP, hanya 293 unit dengan komponen premium dan desain eksklusif.
Gorengan - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Sarapan merupakan waktu makan penting setelah tubuh “berpuasa” semalaman. Namun, tidak semua menu sarapan memberikan manfaat yang baik bagi tubuh Anda.
Menurut ahli gizi, sarapan ideal seharusnya mengandung karbohidrat kompleks, protein, serat, vitamin, dan mineral agar energi tetap stabil sepanjang pagi. Sayangnya, banyak makanan populer justru tinggi gula, lemak jenuh, dan kalori berlebih.
Kondisi ini membuat tubuh Anda cepat lapar kembali, mudah lemas, hingga berisiko mengalami gangguan kesehatan jangka panjang seperti obesitas dan penyakit jantung.
Berikut lima menu sarapan yang sebaiknya Anda batasi, disarikan dari berbagai sumber:
1. Jajanan Pasar atau Kue Basah
Kue seperti klepon, donat, dan onde-onde memang menggugah selera. Namun, makanan ini umumnya tinggi gula sederhana dan tepung olahan. Akibatnya, energi tubuh naik cepat tetapi juga cepat turun sehingga Anda mudah lapar kembali. Kandungan serat dan protein yang rendah juga membuatnya kurang ideal sebagai menu sarapan utama.
2. Gorengan
Bakwan, risoles, hingga pisang goreng sering menjadi pilihan praktis. Namun, makanan ini tinggi lemak jenuh, terutama jika digoreng dengan minyak berulang. Selain meningkatkan risiko kolesterol tinggi, gorengan juga membuat tubuh cepat terasa begah dan lemas karena sulit dicerna.
3. Nasi Uduk
Nasi uduk dengan santan dan aneka lauk memang lezat, tetapi kandungan kalori dan lemaknya cukup tinggi. Ditambah lauk seperti mie, bihun, dan gorengan, menu ini bisa membuat Anda cepat mengantuk dan kurang ideal jika dikonsumsi setiap hari tanpa sayuran dan protein seimbang.
4. Sosis dan Nugget
Makanan olahan ini tergolong ultra processed food. Kandungan natrium, pengawet, dan lemak jenuhnya cukup tinggi, sementara kualitas proteinnya rendah. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.
5. Sereal Manis
Meski praktis, banyak sereal instan mengandung gula tambahan tinggi. Hal ini membuat energi cepat naik tetapi tidak bertahan lama, sehingga Anda mudah lapar sebelum waktu makan siang. Pilihan sereal gandum utuh lebih disarankan.
Pilihan Sarapan yang Lebih Sehat
Sebagai alternatif, Anda dapat memilih menu seperti oatmeal, roti gandum dengan telur, nasi dengan lauk protein dan sayuran, atau yogurt rendah gula dengan buah segar. Kombinasi ini membantu menjaga energi lebih stabil sepanjang hari.
Sarapan tidak harus dihindari, tetapi perlu dipilih dengan bijak. Keseimbangan nutrisi menjadi kunci agar tubuh tetap bertenaga dan sehat dalam jangka panjang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ducati meluncurkan Panigale V4 Márquez 2025 edisi juara dunia MotoGP, hanya 293 unit dengan komponen premium dan desain eksklusif.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 29 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 dengan 16 jadwal keberangkatan.
BPS menjamin data Sensus Ekonomi 2026 hanya untuk statistik, bukan pajak. Pendataan menjadi dasar kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
Menteri Rosan Roeslani menilai kolaborasi riset dan industri menjadi kunci mempercepat hilirisasi serta memperkuat daya saing ekonomi nasional.
Mensos Syaifullah Yusuf menegaskan validitas data menjadi kunci Program Sekolah Rakyat agar bantuan pendidikan tepat sasaran bagi keluarga miskin.
Serangan babi hutan dan monyet merusak 5 hektare ladang petani Badui di Lebak. Kerugian diperkirakan mencapai Rp25 juta.