Messi Digaji Rp462 Miliar di MLS, Son Heung-min Kalah Jauh
Lionel Messi menjadi pemain bergaji tertinggi MLS 2026 dengan pendapatan Rp462 miliar per tahun, jauh meninggalkan Son Heung-min.
Gorengan - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Sarapan merupakan waktu makan penting setelah tubuh “berpuasa” semalaman. Namun, tidak semua menu sarapan memberikan manfaat yang baik bagi tubuh Anda.
Menurut ahli gizi, sarapan ideal seharusnya mengandung karbohidrat kompleks, protein, serat, vitamin, dan mineral agar energi tetap stabil sepanjang pagi. Sayangnya, banyak makanan populer justru tinggi gula, lemak jenuh, dan kalori berlebih.
Kondisi ini membuat tubuh Anda cepat lapar kembali, mudah lemas, hingga berisiko mengalami gangguan kesehatan jangka panjang seperti obesitas dan penyakit jantung.
Berikut lima menu sarapan yang sebaiknya Anda batasi, disarikan dari berbagai sumber:
1. Jajanan Pasar atau Kue Basah
Kue seperti klepon, donat, dan onde-onde memang menggugah selera. Namun, makanan ini umumnya tinggi gula sederhana dan tepung olahan. Akibatnya, energi tubuh naik cepat tetapi juga cepat turun sehingga Anda mudah lapar kembali. Kandungan serat dan protein yang rendah juga membuatnya kurang ideal sebagai menu sarapan utama.
2. Gorengan
Bakwan, risoles, hingga pisang goreng sering menjadi pilihan praktis. Namun, makanan ini tinggi lemak jenuh, terutama jika digoreng dengan minyak berulang. Selain meningkatkan risiko kolesterol tinggi, gorengan juga membuat tubuh cepat terasa begah dan lemas karena sulit dicerna.
3. Nasi Uduk
Nasi uduk dengan santan dan aneka lauk memang lezat, tetapi kandungan kalori dan lemaknya cukup tinggi. Ditambah lauk seperti mie, bihun, dan gorengan, menu ini bisa membuat Anda cepat mengantuk dan kurang ideal jika dikonsumsi setiap hari tanpa sayuran dan protein seimbang.
4. Sosis dan Nugget
Makanan olahan ini tergolong ultra processed food. Kandungan natrium, pengawet, dan lemak jenuhnya cukup tinggi, sementara kualitas proteinnya rendah. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.
5. Sereal Manis
Meski praktis, banyak sereal instan mengandung gula tambahan tinggi. Hal ini membuat energi cepat naik tetapi tidak bertahan lama, sehingga Anda mudah lapar sebelum waktu makan siang. Pilihan sereal gandum utuh lebih disarankan.
Pilihan Sarapan yang Lebih Sehat
Sebagai alternatif, Anda dapat memilih menu seperti oatmeal, roti gandum dengan telur, nasi dengan lauk protein dan sayuran, atau yogurt rendah gula dengan buah segar. Kombinasi ini membantu menjaga energi lebih stabil sepanjang hari.
Sarapan tidak harus dihindari, tetapi perlu dipilih dengan bijak. Keseimbangan nutrisi menjadi kunci agar tubuh tetap bertenaga dan sehat dalam jangka panjang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lionel Messi menjadi pemain bergaji tertinggi MLS 2026 dengan pendapatan Rp462 miliar per tahun, jauh meninggalkan Son Heung-min.
Mentan Amran melepas ekspor pupuk urea ke Australia senilai Rp7 triliun untuk memperkuat industri pupuk nasional dan pasar global.
Gereja Katedral Jakarta menggelar empat sesi misa Kenaikan Yesus Kristus, Polda Metro Jaya amankan 860 tempat ibadah.
ILRC mencatat kasus femisida seksual di Indonesia meningkat pada 2025. Korban didominasi anak perempuan hingga perempuan muda.
Aktivitas parkir bus wisata di Eks Menara Kopi Kotabaru Jogja melonjak saat libur panjang, bisa tembus lebih dari 35 bus per hari.
Kapal Jepang berhasil melintasi Selat Hormuz di tengah konflik Iran tanpa bayar tol. Namun 39 kapal masih berada di kawasan rawan.