Inter Milan vs Club Brugge: Misi Bangkit di Liga Champions
Inter Milan menjamu Club Brugge pada Liga Champions 2026/2027, Rabu 14 Oktober pukul 02.00 WIB. Kedua tim memburu poin pertama setelah kalah di laga pembuka.
Ilustrasi siomay./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA— Isu mengenai penggunaan ikan sapu-sapu sebagai bahan dasar pembuatan siomay tengah memicu kekhawatiran serius di kalangan konsumen. Kuliner yang selama ini menjadi favorit sejuta umat tersebut kini membuat sebagian besar orang lebih berhati-hati dan selektif sebelum memutuskan untuk membeli.
Kabar ini mulai ramai diperbincangkan seusai munculnya laporan di media sosial terkait aktivitas penangkapan ikan sapu-sapu di kawasan Sungai Ciliwung yang diduga kuat diolah menjadi bahan makanan. Habitat ikan tersebut yang umumnya berada di perairan tercemar menjadi alasan utama di balik tingginya kekhawatiran masyarakat akan dampak kesehatan.
Kondisi tersebut menuntut konsumen untuk lebih jeli dalam mengenali ciri-ciri siomay yang aman dikonsumsi. Membedakan bahan baku antara ikan berkualitas seperti tenggiri dengan bahan alternatif yang meragukan menjadi kunci utama perlindungan diri.
Indikator Fisik dan Kualitas Salah satu tanda yang paling mencolok dan mudah dikenali adalah dari segi warna. Siomay yang menggunakan campuran ikan sapu-sapu biasanya memiliki tampilan visual yang lebih gelap atau cenderung keabu-abuan karena warna daging asalnya yang kusam. Berbanding terbalik dengan siomay berbahan ikan tenggiri yang tampak lebih cerah, bersih, dan segar.
Aroma juga menjadi indikator penting yang tidak boleh diabaikan. Siomay yang dibuat dari bahan tidak segar atau jenis ikan yang hidup di air tercemar biasanya mengeluarkan bau amis yang sangat tajam dan tidak sedap. Sementara itu, siomay tenggiri memiliki aroma gurih yang lebih ringan serta tidak menyengat di hidung.
Tekstur dan Sensasi Rasa Dari sisi tekstur, perbedaan antara kedua jenis bahan ini akan terasa cukup kontras saat dikunyah. Siomay dengan bahan ikan berkualitas rendah cenderung memiliki tekstur yang lebih alot, sulit dikunyah, dan terkadang meninggalkan sensasi rasa pahit di lidah pada akhir suapan. Sebaliknya, siomay tenggiri asli dikenal karena kekenyalannya yang pas, lembut, dan memiliki cita rasa gurih alami yang kuat.
Faktor harga juga patut menjadi sinyal awal yang diperhatikan oleh pembeli. Mengingat harga ikan tenggiri yang relatif mahal, produk olahannya pun umumnya dibanderol dengan harga yang lebih tinggi. Jika Anda menemukan siomay dengan harga yang terlalu murah atau jauh di bawah standar pasar, disarankan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kualitas bahan yang digunakan.
Meskipun isu ini tengah berkembang, perlu diingat bahwa tidak semua pedagang melakukan praktik curang. Masih banyak penjual yang tetap berkomitmen menjaga kualitas dan kebersihan produk dagangan mer
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Inter Milan menjamu Club Brugge pada Liga Champions 2026/2027, Rabu 14 Oktober pukul 02.00 WIB. Kedua tim memburu poin pertama setelah kalah di laga pembuka.
DLH Bantul menyebut limbah PT IBD di Pantai Cangkring belum memenuhi baku mutu dan IPAL perusahaan belum berfungsi optimal
Produksi padi Kulonprogo belum terdampak signifikan akibat kemarau panjang. Petani diminta mempercepat tanam dan menghemat air irigasi.
SMK-SMTI Yogyakarta menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan industri melalui kolaborasi 12 perusahaan dan sistem pembelajaran ganda untuk mencapai keterserapan
WhatsApp menguji fitur jadwal pesan di Android beta. Pengguna bisa mengatur pengiriman otomatis 10 menit hingga dua minggu ke depan.
Benarkah baterai mobil listrik hanya bertahan 10 tahun? Simak hasil riset, faktor yang memengaruhi daya tahan, cara merawat, dan hal penting soal garansi.