Modus Lempar Paket ke Dalam Lapas Digagalkan, Diduga Berisi Sabu
Lapas Kelas I Semarang menggagalkan penyelundupan diduga sabu dan ratusan butir obat melalui modus pelemparan paket dari luar.
Sandyakala Ratu Malang/Harian Jogja-Hengki Irawan
170
Darsi melihat seorang wanita ayu dengan rambut panjang terurai. Dadanya membusung di sebalik tapih pinjung. Seekor hiu raksasa tertarik menghampiri, tapi setelah dekat tiba-tiba hiu tadi mundur ketakutan. Dalam jarak sekitar sepuluh meter, wanita cantik itu seperti terbang menghampiri Darsi yang memandang kagum.
“Andika siapa?” Setengah sadar Darsi bertanya.
Wanita itu kelihatan anggun, rambutnya dihiasi untaian bunga melati, dan di atas kepalanya ada gedabah dari emas berbentuk sepasang ular sedang memadu kasih. Tubuhnya sekal dibalut kemben sutra berkembang-kembang merah dengan dasar ungu Gelang emas bertatah berlian menghiasi kedua pergelangan tangannya yang kuning langsat.
“Aku?” Wanita di depannya tersenyum. Darsi sebenarnya sudah menggrahita.
“Kanjeng ibu ratu!” Darsi menangkupkan kedua tangannya. Ia kemudian bertimpuh.
Wanita itu tertawa halus.
“Darsi?”
“Sendhika dhawuh.”
“Tubuhmu sehat. Batinmu yang sakit digerogoti kerinduan seorang lelaki.”
Darsi mengangkat muka sebentar, lalu menunduk.
“Aku memahami perasaanmu, seperti juga aku memiliki perasaan sama sepertimu. Tapi, engkau sadar betapa tinggi penggayuhmu?”
Darsi tertunduk lesu. Ia memang harus tahu diri. Siapa dirinya? Ia hanya seorang dayang, naik kelas menjadi istri ampeyan seorang demang, dan terpuruk menjadi pelacur. Nasibnya tak secantik wajahnya yang bulat telur. Ia memiliki harapan memang terlampau tinggi. Salahkah?!
“Memiliki katresnan itu tidak salah.” Wanita itu seperti membaca pikiran Darsi. “Nasib keberuntungan yang kadang tidak sejalan dengan harapan.”
“Sendhika Ibu.”
“Engkau berani berkorban?”
“Siap Ibu!”
“Berkorban tidaklah cukup. Engkau berjodoh bertemu aku di sini.. Jika engkau berjodoh dengannya, engkau pasti dapat menemukan kembang wijayakusuma yang mekar di saat purnama seperti sekarang ini. Aku beri purbawasesa di tanganmu.”
“Sendhika Ibu. Kapan saya ..” Darsi tidak meneruskan ucapannya. Wanita di hadapannya raib.
Darsi tahu Kanjeng Ratu Kidul datang menemui tentu hanya atas kehendaknya. Ia tak bisa memaksa untuk ketemu. Malam ini berjumpa meski tidak lama, dan mendapat petunjuk, baginya sudah cukup. Tugasnya satu: menemukan kembang wijayakusuma.
Dan pagi yang awalnya ramah tiba-tiba berubah. Badai diramal akan datang. Ini diketahui dari sibuknya burung walet meninggalkan gua. Angin bertiup kencang mendorong gelombang dahsyat dan permukaan samudra menjadi gelap. Desau prahara silih berganti dengan gelegar ombak kian lama semakin tinggi. Semula ujung ombak menghantam batu karang di pinggir Pulau Ular. Namun bersamaan badai ganas menderu, ombak raksasa melontarkan air sampai mulut gua. Air laut masuk kemudian keluar lagi seperti rob. Apapun yang ada di dalam gua dihanyutkan seakan samudra hendak membilas pulau wingit itu sampai bersih.
Hong wilaheng nirmala sadya rahayu widada.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lapas Kelas I Semarang menggagalkan penyelundupan diduga sabu dan ratusan butir obat melalui modus pelemparan paket dari luar.
Presiden Prabowo menyebut digitalisasi bansos telah berjalan di 153 kabupaten/kota dan menjangkau lebih dari 3 juta keluarga.
Mensesneg Prasetyo Hadi memastikan pemerintah bergerak cepat menangani dampak gempa M7,7 di NTT dan menyiapkan bantuan.
Kecelakaan maut terjadi di Jalan Jogja-Wates, Bantul, Sabtu pagi. Dua pengendara sepeda motor meninggal dunia setelah tertabrak bus.
Suzuki mulai menyerahkan XL7 terbaru kepada konsumen. Pesanan mencapai lebih dari 1.300 unit dalam 16 hari sejak diluncurkan.
PSS Sleman kembali menggelar uji coba tertutup pekan ini. Super Elja akan menghadapi salah satu tim Super League di DIY.