Pemberdayaan Masyarakat dan Semangat Pembangunan Indonesia
Pemberdayaan masyarakat menjadi strategi penting transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045 melalui kolaborasi dan pendampingan berkelanjutan.
Foto ilustrasi campak. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Bahaya kasus campak pada anak kembali menjadi sorotan menjelang perayaan Idulfitri. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan menyentuh atau mencium bayi saat Lebaran karena berpotensi meningkatkan penularan campak pada anak.
Imbauan tersebut disampaikan Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Piprim Basarah Yanuarso menyusul meningkatnya kasus campak anak di Indonesia. Aktivitas silaturahmi dan kerumunan saat Lebaran dinilai dapat memperbesar risiko penularan penyakit menular pada bayi dan anak kecil.
Menurut Piprim, kebiasaan mencium, menyentuh, atau bahkan menyuapi anak oleh orang lain sering kali dilakukan karena rasa gemas atau kasih sayang. Namun, tanpa disadari kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko penularan virus campak yang sangat menular.
"Campak ini sangat menular, apalagi saat Lebaran kita bertemu banyak orang. Orang tua perlu lebih berhati-hati melindungi bayinya, terutama dari orang yang tidak dikenal dan saat berada di kerumunan," katanya di Rumah Vaksinasi Pusat di Jakarta Timur, Kamis (12/3/2026).
Ia menjelaskan bayi dan anak-anak memiliki sistem kekebalan tubuh yang belum sekuat orang dewasa sehingga lebih rentan terinfeksi penyakit menular seperti campak ketika bersentuhan dengan kuman dari lingkungan sekitar.
Piprim juga menyoroti meningkatnya kasus campak anak dalam beberapa waktu terakhir yang berkaitan dengan menurunnya cakupan imunisasi. Ketika cakupan imunisasi menurun, kekebalan kelompok atau herd immunity tidak terbentuk secara optimal sehingga penularan campak di masyarakat menjadi lebih mudah terjadi.
"Dalam kondisi saat ini, silaturahmi tetap penting, tetapi perlindungan kesehatan bayi dan anak kecil juga harus dijaga dengan baik," imbuhnya.
Selain menghindari kontak langsung yang tidak perlu dengan bayi saat Lebaran, langkah pencegahan paling efektif untuk menekan kasus campak anak adalah melalui vaksinasi campak. Piprim mengimbau orang tua untuk kembali memastikan imunisasi anak telah lengkap.
Ia menjelaskan imunisasi campak diberikan dalam tiga tahap. Dosis pertama diberikan saat anak berusia 9 bulan, dosis kedua pada usia 15–18 bulan, dan dosis ketiga diberikan ketika anak berusia sekitar 5 tahun.
Apabila jadwal imunisasi sudah tiba, orang tua disarankan segera membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat. Jika imunisasi terlambat, vaksinasi tetap perlu diberikan sebelum memasuki jadwal dosis berikutnya agar perlindungan terhadap campak tetap optimal.
Data nasional Kementerian Kesehatan menunjukkan kasus campak anak di Indonesia masih cukup tinggi. Sepanjang 2025 tercatat 63.769 kasus suspek campak di Indonesia.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 11.094 kasus telah terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium dengan total 69 kematian, atau memiliki case fatality rate (CFR) sekitar 0,1 persen.
Sementara itu pada 2026 hingga minggu ke-7, tercatat 8.224 kasus suspek campak dengan 572 kasus yang telah terkonfirmasi laboratorium dan empat kematian dengan CFR sekitar 0,05 persen.
Dalam periode tersebut juga dilaporkan 21 kejadian luar biasa (KLB) suspek campak serta 13 KLB campak yang telah terkonfirmasi laboratorium yang terjadi di 17 kabupaten/kota di 11 provinsi di Indonesia. Situasi ini membuat kewaspadaan terhadap penularan campak anak saat Lebaran perlu terus ditingkatkan, terutama dengan menjaga kontak fisik pada bayi serta memastikan imunisasi anak telah lengkap.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Pemberdayaan masyarakat menjadi strategi penting transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045 melalui kolaborasi dan pendampingan berkelanjutan.
Pemda DIY menyambut baik rencana gaji PPPK dibebankan ke APBN karena dinilai dapat meringankan beban anggaran daerah.
Viral tagging parkir memicu cekcok di tempat umum. Simak 10 etika parkir agar tidak mengganggu pengguna lain dan memicu konflik.
Kawasan wisata Bromo kembali dibuka 20 Agustus 2026 setelah kebakaran hutan dipadamkan. Pengunjung diminta mencegah sumber api.
Ribuan warga Kulonprogo memadati Alun-Alun Wates menyaksikan pawai HUT ke-81 RI yang diikuti 97 kontingen sekolah dan OPD.
BMKG mencatat 3.055 gempa susulan di Flores setelah gempa M7,7. Terbesar M6,2, sementara BNPB siapkan bantuan rumah warga terdampak.