UU Terorisme Masih Dominan Pidana, Deradikalisasi 7 Persen
UU Terorisme masih didominasi pidana dan pemenjaraan 77 persen. Pakar UMY mendorong penguatan deradikalisasi dan reintegrasi sosial.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA - Olahraga terbukti meningkatkan kesehatan fisik. Namun, ternyata olahraga juga bermanfaat untuk kesehatan mental.
Psikolog olahraga Jarrod Spencer mengatakan bahwa olahraga dapat membantu orang mengeluarkan tekanan emosional dari dalam dirinya. Hal ini karena olahraga membuat pikiran Anda bekerja dan memproses informasi pada tingkat yang sangat tinggi.
Baca juga: Penelitian: Orang Muda yang Terinfeksi Corona Berisiko Punya Masalah Kesehatan Serius
Dilansir dari Livestrong, berikut pilihan olahraga yang bisa membuat tubuh Anda bugar dan sehat, sekaligus ampuh mengusir stres.
1. Peregangan
Jangan sepelekan olahraga peregangan. Stres dapat membebani otot Anda. Ditambah lagi dengan posisi bekerja terlalu lama sambil duduk di depan laptop yang bisa menekan leher dan bahu. Melakukan olahraga peregangan dapat membantu melepaskan sebagian ketegangan otot fisik. Dan saat itulah Anda juga akan merasakan pelepasaan tekanan emosional.
Baca juga: Dibanding Negara Maju Usia Pasien Kanker Usus Besar di Indonesia Lebih Muda
Lakukan latihan peregangan selama 10 menit. Mulailah dengan area tubuh yang terasa tegang. Jika itu terjadi di banyak area tubuh, fokuslah pada area bahu, leher, betis, paha belakang, dan pinggul.
2. Yoga
Yoga dikenal sebagai olahraga untuk pikiran dan jiwa. Manfaatnya bisa menghilangkan stres dan meningkatkan kesehatan mental, serta menambah kekuatan dan keseimbangan.
Sebuah studi pada Februari 2018 dalam Journal of Preventative Medicine menunjukkan latihan yoga tiga kali seminggu selama empat minggu dapat membantu menghilangkan stres dan memperbaiki suasana hati.
3. Jalan kaki
Jalan kaki adalah salah satu latihan yang paling hemat biaya, mudah dilakukan di mana saja dan kapan saja, memperkuat otot, serta meningkatkan kebugaran kardiovaskular pada saat yang bersamaan.
Dalam studi Mei 2018 di Behavioral Sciences juga disebutkan bahwa berjalan kaki dapat mengurangi kadar hormon kortisol terkait stres dan meningkatkan cara orang merasakan stres emosional mereka sendiri, terutama jika mereka berjalan di alam terbuka.
4. Lari
Sains mendukung manfaat lari untuk mengurangi stres. Olahraga lari membantu melepaskan zat kimia otak yang menenangkan dan merilekskan. Jika Anda baru mencoba berlari atau sudah lama tidak berolahraga, lakukan perlahan dan tetapkan tujuan yang realistis. Jika perlu, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan saran medis. Kalau perlu, mulailah dengan berjalan kaki terlebih dahulu, baru kemudian tingkatkan secara perlahan intensitas olahraga menjadi lari. Jangan lupa kenakan sepatu yang nyaman dan sesuai untuk menghindari cedera olahraga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
UU Terorisme masih didominasi pidana dan pemenjaraan 77 persen. Pakar UMY mendorong penguatan deradikalisasi dan reintegrasi sosial.
DPRD Kulonprogo menyoroti kendaraan ODOL dan aktivitas pertambangan yang dinilai berdampak pada kerusakan serta usia pakai jalan.
Gebyar Inovasi Lumbung Mataraman digelar dua hari di Kulonprogo, mempertemukan 25 stan dan stakeholder pertanian DIY.
Pengajuan pengunduran diri Dukuh Krapyak Wetan, Bantul, belum memenuhi syarat. Pemkab menyebut hasil klarifikasi tak menemukan unsur tuduhan.
BPS Gunungkidul masih mengolah data Sensus Ekonomi 2026. Sebanyak 1.033 petugas dikerahkan dengan sekitar 385.000 responden sasaran.
Bank Mandiri membayarkan dividen interim Rp6,16 triliun bertepatan HUT ke-28. Total dividen sepanjang kalender 2026 mencapai Rp50,63 triliun.