Airlangga Targetkan Investasi Hilirisasi Rp3.800 Triliun dalam 4 Tahun
Pemerintah menargetkan investasi hilirisasi Rp3.800 triliun dalam empat tahun untuk 28 komoditas di delapan sektor.
Sandyakala Ratu Malang/Harian Jogja-Hengki Irawan
041
Nimas Lembah menjatuhkan diri di depan kaki suaminya. Sinden itu menangis dan meratap mohon ampunan.
“Perempuan lonte. Engkau juga harus mati” Suradipa menendang Nimas Lembah, yang berguling-guling sampai empat meter. Keris pusaka diangkat tinggi oleh tangan Ki Suradipa yang kekar berbulu lebat. Namun, menampaki paras selirnya yang malam tadi dikeloni, melihat Nimas memandang dengan sedih, seketika tangannya lemas bersamaan amarahnya turut amblas.
“Ayo, Kangmas, tusukkan keris itu ke dadaku,” Nimas Lembah, dengan tabah, membuka kembennya. Sepasang bukit dada yang putih membusung tampak jelas di depan mata Suradipa.
“Engkau ksatria yang tidak takut melihat darah. Terbukti pangeran laknat ini bersimbah darah. Kenapa ragu melihat darahku, istrimu ini yang barusan engkau tiduri? Pangeran jahanam ini tahu-tahu ada di taman saat aku gerah di kamar. Dia memaksaku disertai ancaman, dan aku, aku seorang wanita lemah tidak kuasa menolaknya,” kata Nimas dengan muka menengadah. Ia, tanpa kita hitung-hitungan soal moral atau susila, harus diacungi jempol untuk ketabahannya.
Tiba-tiba di kegelapan terdengar orang berdehem.
“Dusta! Selirmu yang ayu ini berbahaya sekali Nakmas Demang, sehingga engkau lupa diri membunuh Pangeran Arumbinang,” kata Ki Ageng Permana yang terperangah melihat sang pangeran terbunuh di taman. Tadinya ia heran mengapa pangeran itu belum masuk ke kamar, ia berjalan-jalan keluar, dan saat tiba di situ Pangeran Arumbinang tidak bernapas lagi.
“Engkau dalam kesulitan besar Nakmas Demang,” lanjut Ki Ageng Permana.
Kendati Demang Suradipa murka terhadap selirnya, namun memercayai ucapan Lembah. Kemarahannya berkurang. Dan sekarang, mendengar kata-kata Ki Ageng Permana serta melihat penasihat spiritual itu hadir di taman, ia teringat betapa bahayanya jika Panembahan Senopati di Mataram sampai tahu ia telah membunuh salah seorang putranya. Betapa besar malanya.
Mendadak demang culas itu mendapat strategi. Ia menoleh kanan-kiri. Tidak seorang pun di taman kecuali mereka bertiga. Dengan kecepatan luar biasa, Ki Suradipa menerkam Ki Ageng Permana. Sama seperti tadi, beberapa kali keris pusaka Singa Barong keluar masuk dada rapuh orang tua itu. Ki Ageng Permana binasa tanpa mengeluarkan suara.
Inna lillahi wa inna ilaihi raji\'un.
“Kangmas, dua tamu agung dari Mataram sudah engkau tewaskan. Bagaimana ini?” kata Nimas Lembah dengan menggigil. Ada dua ketakutan pada diri sinden cantik itu. Pertama, cemas suaminya masih murka. Kedua, bergidik membayangkan hal ini diketahui Panembahan Senopati.
Demang Suradipa dengan wajah lusuh menjatuhkan pantatnya di atas risban yang berada di taman. Hawa jelang dinihari dingin sekali, tapi Ki Suradipa merasa sumuk dan jidatnya basah peluh. Pikirannya buncah berkarut. Panembahan Senopati ! Apa yang akan dilakukan oleh sang prabu? Demang itu nyanyang. Tamat sudah penghidupannya, daulat demang, juga nyawanya.
“Semua gara-gara engkau, pelacur hina,” geramnya dengan sorot mata nyalang.
BERSAMBUNG: Sandyakala Ratu Malang-Bagian 042
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah menargetkan investasi hilirisasi Rp3.800 triliun dalam empat tahun untuk 28 komoditas di delapan sektor.
BSI meraih posisi lima besar Grand Champion Danantara CX100 Award 2026 dan peringkat keempat kategori Financial berkat komitmen meningkatkan kualitas layanan ba
Anggaran Transfer ke Daerah turun dari Rp848,52 triliun pada 2025 menjadi Rp727,2 triliun pada 2026. Ekonom menyoroti risiko resentralisasi.
Harga BBM 15 Oktober 2026 di Pertamina, BP, Vivo, dan Shell tidak berubah. Pertamax Rp15.950, Pertalite Rp10.000 per liter.
Fadli Zon berharap peserta IPCC 2026 membawa budaya Indonesia ke negara masing-masing setelah mengikuti residensi seni di Jogja selama 10 hari.
BPD DIY memperkuat sinergi dengan Pemkab Kulon Progo melalui penyaluran kredit lebih dari Rp1,1 triliun, digitalisasi transaksi, pemberdayaan UMKM, dan penyalur