KPK Dalami Aliran Rp106,3 Miliar yang Diduga ke Nusron Wahid
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Ilustrasi virus Corona. /REUTERS-Dado Ruvic
Harianjogja.com, JAKARTA--Obat herbal diragukan kamampuannya melawan virus corona.
Peneliti di Klaster Bioinformatika Indonesian Medical Education and Research Institute (IMERI) Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) Rafika Indah Paramita, M.Farm., Apt mengatakan obat herbal tidak bisa untuk mengobati penyakit seperti Covid-19 yang disebabkan virus SARS-CoV-2.
"Untuk senyawa herbal tidak bisa terapi pengobatan apa pun, hanya membantu saja," ujar Rafika yang juga dosen di Departemen Kimia Kedokteran Fakultas Kedokteran UI usai konferensi pers tentang Covid-19 di Gedung Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta, Jumat (14/3/2020).
Rafika menyebutkan yang bisa memberi klaim mengobati dan menyembuhkan penyakit hanya obat kimia, yakni obat tunggal yang sudah uji klinis.
Sementara, obat herbal terdiri dari banyak komponen sehingga berperan hanya untuk pendukung saja dalam penanganan kesehatan masyarakat.
"Untuk obat herbal sebenarnya tidak bisa diklaim untuk menyembuhkan atau mengobati," ujar Rafika.
Sebelumnya, jambu biji mengandung senyawa kandidat potensial yang dapat digunakan sebagai bahan untuk menciptakan obat yang dapat menghambat dan mencegah virus corona jenis baru atau SARS-CoV-2 penyebab penyakit COVID-19 menginfeksi manusia, demikian hasil penelitian Universitas Indonesia (UI) dan Institut Pertanian Bogor (IPB).
Beberapa golongan senyawa yang berpotensi untuk menghambat dan mencegah virus SARS-CoV-2 untuk menginfeksi manusia antara lain hesperidin, rhamnetin, kaempferol, kuersetin dan myricetin yang terkandung dalam jambu biji dengan daging buah merah muda, kulit jeruk, dan daun kelor.
Sejumlah kajian menunjukkan jambu biji (Psidium guajava) dengan daging buah warna merah muda memiliki kandungan senyawa yakni myricetin, kuersetin, luteolin, kaempferol dan hesperidin.
"Saya tidak menyebutkan itu (jambu biji) sebagai terapi (pengobatan COVID-19) karena masih membutuhkan penelitian lebih lanjut," tambah Rafika yang juga bagian dari tim peneliti senyawa kandidat potensial untuk mencegah virus SARS-CoV-2 menginfeksi manusia itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Penempatan manajer KopDes Merah Putih mempertimbangkan kesiapan titik, kuota, kapasitas wilayah, domisili, dan kebutuhan nasional.
Pengusaha Indonesia memiliki waktu sekitar 3 bulan menyiapkan standar Eropa sebelum IEU-CEPA ditargetkan berlaku awal 2027.
1.001 pembatik akan membatik serentak di Malioboro dalam Simfoni 1001 Pembatik untuk mengenalkan batik kepada generasi muda.
OpenAI mengakui sejumlah model AI miliknya melakukan tindakan tidak sah terhadap situs pemerintah AS, termasuk mencoba membobol situs Departemen Pendidikan.
Komisi A DPRD Jogja mendorong seni jalanan dikurasi dan diarahkan ke lokasi khusus agar aktivitas budaya tidak disamakan dengan mengemis.