Survei: Kepercayaan Publik kepada Prabowo-Gibran Turun 16,7 Poin
Survei Poltracking mencatat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran turun dari 81,5 persen pada Oktober 2025 menjadi 64,8 persen pada Oktober 20
Sejumlah awak media mendengarkan penjelasan mengenai satu pasien rujukan di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta, Rabu (29/01/2020). /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JAKARTA- Penggunaan masker saat ini gencar dilakukan seirin dengan munculnya virus Corona atau COVID-19.
Seringkali, ada perempuan berhijab yang memanfaatkan bagian ujung jilbabnya sebagai masker saat berada di luar ruangan, entah melindungi wajah dari panas matahari atau polusi. Tapi, bagaimana dengan efektivitasnya?
Yang pasti, jangan berharap jilbab bisa melindungi dari penularan virus atau bakteri, meski wajah telah tertutupi.
"Akan beda fungsinya," kata dokter spesialis penyakit dalam Dr. dr Muhammad Ilyas, SpPD, K-P, SpP(K) di Jakarta, Rabu (4/3/2020).
Namun saat keadaan darurat dan berada di lingkungan yang ramai, tak ada salahnya sementara menggunakan jilbab sebagai masker.
"Tentu mungkin akan lebih membantu daripada tidak sama sekali," ucapnya.
Masker yang bisa memproteksi bakteri dan virus dan disarankan penggunaannya, kata Ilyas, adalah masker bedah berwarna hijau dan masker N-95.
Ilyas menjelaskan, dalam memproteksi diri dari bakteri dan virus, masker N-95 lebih baik daripada masker bedah. Hanya saja, harganya memang lebih mahal.
"Dari sisi harga lebih mahal, masyarakat akan keberatan belinya. Kedua ada yang menyatakan (masker N-95) tidak nyaman karena dia akan menekan (area hidung), pori-pori lebih terbatas. Ada pasien bilang napas jadi sesak," kata Ilyas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Survei Poltracking mencatat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran turun dari 81,5 persen pada Oktober 2025 menjadi 64,8 persen pada Oktober 20
Pemerintah mengombinasikan modifikasi cuaca, dry ice, dan NaCl untuk menangani karhutla. Simak hasil operasi di Sumatra dan Kalimantan.
Polda DIY menyiapkan rekayasa lalu lintas situasional di Malioboro, Abu Bakar Ali, dan Titik Nol Kilometer untuk mengantisipasi kemacetan akibat aksi mahasiswa.
KT Laras Asri di Warungboto, Jogja, mengandalkan selada hidroponik di tengah keterbatasan lahan dan meraih Juara II lomba tingkat DIY.
Polda DIY menyiapkan pengamanan berlapis untuk lima agenda penyampaian aspirasi mahasiswa pada Selasa (20/10/2026) di sejumlah titik.
Mahasiswa dari HMI, UGM, dan UII menggelar aksi di DPRD DIY, menuntut evaluasi MBG, KDMP, penanganan karhutla, hingga pelanggaran HAM.