John Herdman Dituntut Buktikan Kualitas di Ajang FIFA ASEAN Cup 2026
FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi ujian John Herdman bersama Timnas Indonesia setelah hasil Piala AFF sebelumnya belum memuaskan.
Ilustrasi. /REUTERS-Jim Bourg
Harianjogja.com, MALANG- Jumlah perempuan yang melakukan deteksi dini kanker serviks baru 5 persen di seluruh Indonesia. Hal itu disebutkan oleh Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Dwi Listyawardani.
"Deteksi dini untuk melihat kemungkinan adanya gejala kanker mulut rahim itu baru sekitar 5 persen dari seluruh wanita yang eligible yang harus memeriksakan diri di seluruh Indonesia. Masih sangat sedikit," kata Dwi dalam keterangannya kepada wartawan di Malang, Selasa (16/7/2019).
Dwi Listyawardani yang akrab disapa Dani tersebut mengemukakan rendahnya angka deteksi dini kanker mulut rahim dikarenakan ketidaktahuan dan kesadaran masyarakat yang masih minim terhadap pencegahan penyakit itu.
Dani menjelaskan dibutuhkan sosialisasi tentang pentingnya deteksi dini kanker serviks baik itu menggunakan tes IVA ataupun papsmear agar kesadaran masyarakat bisa meningkat.
Menurut dia, peran Tim Penggerak PKK yang anggotanya perempuan yang sudah menikah sangat efektif bila dioptimalkan dengan tepat. Alasannya, pemeriksaan IVA ataupun papsmear untuk deteksi dini kanker serviks sangat dianjurkan bagi perempuan yang telah melakukan hubungan seksual.
Oleh karena itu Dani menyarankan perempuan untuk melakukan deteksi dini, minimal dengan tes IVA yang paling mudah dilakukan dan bisa didapatkan di Puskesmas.
"Untuk pemeriksaan IVA pembiayaannya kan sudah dijamin oleh BPJS, ya. Jadi mereka yang sudah menjadi anggota BPJS sebetulnya bisa melakukan pemeriksaan ini. Dilakukan satu tahun sekali paling tidak," kata Dani.
Kanker mulut rahim merupakan penyakit kanker tertinggi kedua yang acap diidap oleh perempuan Indonesia setelah kanker payudara. Kanker serviks juga berkaitan dengan tingginya perkawinan anak di Indonesia.
Dani mengemukakan bahwa perkawinan anak meningkatkan risiko penyakit kanker mulut rahim pada perempuan. Alat kelamin wanita yang usianya di bawah 19 tahun masih sangat rentan terinfeksi berbagai virus sehingga berpotensi mengalami kanker serviks pada 15 tahun hingga 20 tahun yang akan datang.
"Dari hasil penelitian menunjukkan mereka yang yang kena kanker serviks setelah ditanya kapan kamu pertama kali melakukan hubungan seksual itu di usianya rata-rata di bawah 19 tahun ini," kata Dani.*
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi ujian John Herdman bersama Timnas Indonesia setelah hasil Piala AFF sebelumnya belum memuaskan.
Ban mobil retak rambut bisa dipicu usia, UV, tekanan angin, hingga penyimpanan. Kenali retakan yang masih dangkal dan tanda ban harus diganti.
Jadwal atlet Indonesia di Asian Games 2026, Jumat 25 September. Ada Emilia Nova, Natasya Beteyob, tenis meja, renang, sepak takraw dan balap sepeda.
Macklemore mengumumkan tur Free Palestine setelah dikeluarkan dari sisa tur Ed Sheeran. Simak jadwal Dublin, Paris, dan London.
Marc Marquez mengakui Pedro Acosta bisa mengalahkannya saat menjadi rekan setim di Ducati pada MotoGP 2027. Acosta baru menang di Austria.
Studi 2025 mengungkap perbedaan jumlah kata yang diucapkan perempuan dan laki-laki ternyata dipengaruhi usia. Simak hasil penelitiannya.