Rusia Kirim Kapal Tanker Pertama Minyak untuk Pasar Global
Rusia memberangkatkan kapal tanker pertama minyak dari Dikson. Moskow juga menyoroti kekurangan pasokan minyak dan rencana ekspor gas.
Ayu Ting-Ting. /Ist-Instagram
Harianjogja.com, JAKARTA - Mengawali karier sebagai penyanyi dangdut, Ayu Ting-Ting kini lebih banyak muncul di layar kaca sebagai pembawa acara. Ia bisa dibilang jarang merilis lagu.
Nama Ayu Ting-Ting mulai dikenal publik berkat kemunculannya bersama single Alamat Palsu medio 2011. Dari situ, karir Ayu terus menanjak bahkan hingga merambah bidang lain di luar musik dangdut.
Namun setelah mencapai ketenaran, Ayu Ting-Ting diketahui mulai jarang merilis lagu. Terakhir kali, wanita 26 tahun mengeluarkan single Kamu Kamu Kamu dan Mikirin Kamu pada 2017.
Kini, Ayu Ting-Ting baru kembali memperkenalkan karya teranyar dengan judul Jangan Gitu Dong.
Ditemui di sela pembuatan video klip single Jangan Gitu Dong dan salah satu lagu dari album sebelumnya bertajuk Bulan Dalam Kolam, ibu satu anak sedikit bercerita tentang karya barunya.
"Lagunya bisa dipakai buat siapa saja. Intinya pokoknya jangan merendahkan siapapun," ujar dia, Senin (5/11/2018).
Di kesempatan yang sama, Ayu Ting-Ting juga membeberkan alasan kenapa dirinya tidak terlalu sering merilis single. Dia menyebut proses pemilihan lagu untuk dirilis butuh waktu yang tidak sebentar.
"Saya tuh kalau keluarin single pasti lama, karena saya tipe yang pemilih banget. Jadi mendingan nunggu lama tapi dapat lagu yang bagus. Daripada setengah-setengah," jelas dia.
"Saya enggak mau kalau lagunya bukan saya banget, tapi dipaksain untuk keluar. Kayaknya sayang gitu. Jadi mending tunggu yang pas, yang bagus," lanjutnya.
Kini, Ayu Ting-Ting merasa sudah menemukan kecocokan dalam single Jangan Gitu Dong. Oleh karenanya, Ayu berharap karya terbarunya bisa mengikuti jejak kesuksesan lagu-lagu terdahulu.
"Ya mudah-mudahan saja. Kalau memang rejekinya, ya nanti lihat saja," pungkas pelantun Sambalado.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : okezone.com
Rusia memberangkatkan kapal tanker pertama minyak dari Dikson. Moskow juga menyoroti kekurangan pasokan minyak dan rencana ekspor gas.
Sekjen PBB dijadwalkan mengunjungi Indonesia untuk membahas kerja sama multilateral, meninjau kesiapan pasukan perdamaian, dan berpidato di Kemlu.
Harga cabai di Kulonprogo turun di tengah daya beli masyarakat yang melemah. Cabai rawit merah kini Rp45.000 per kilogram di tingkat petani.
Cak Imin menginstruksikan relawan PKB membantu wilayah terdampak karhutla. Bantuan meliputi masker dan air bersih, termasuk 12.000 liter di OKI
Polri mengerahkan tim khusus Bareskrim untuk mengusut dugaan pidana pasar modal setelah IHSG ambles. OJK sebelumnya menjatuhkan denda Rp2,1 triliun.
Komisi I DPRD Kulonprogo menemukan kendala pelayanan adminduk di Samigaluh, mulai dari minimnya anggaran hingga keterbatasan petugas dan sarana.