KPK Periksa Bos Tempo Scan Group Terkait Dugaan Pemberian di Imipas
KPK memeriksa Presiden Komisaris Tempo Scan Group Handojo Selamet Muljadi terkait dugaan pemberian kepada oknum di Imipas.
Inul Daratista [Suara.com/Ismail]
Harianjogja.com, JAKARTA -- Setelah 15 tahun berlalu, perseteruan penyanyi dangdut Inul Daratista dan Rhoma Irama kembali memanas belakangan ini.
Semua berawal dari postingan Inul di Instagram. Si pemilik goyang ngebor itu menyindir Rhoma dan mengungkap perasaan sakit hatinya yang dipendam selama 15 tahun.
Salah satu anak Rhoma, Debby Veramasari bahkan ikut mampir di kolom komentar unggahan Inul. Debby meminta agar Inul berkata jujur terhadap apa yang terjadi di lantai atas Soneta Record pada 15 tahun lalu.
Sayangnya, Inul yang disinggung awak media soal masalah ini justru menolak berkomentar. "Oh Nggak tahu urusan itu," kata Inul ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (18/10/2018).
"No comment lah. Malas," ujarnya lagi ketika kembali disinggung.
Perseteruan Rhoma Irama dan Inul awalnya terjadi pada 2003 silam. Waktu itu, Rhoma dengan mengatasnamakan Persatuan Artis Musik Melayu Indonesia (PAMMI), menentang peredaran album perdana Inul.
Menurut Rhoma, goyangan Inul bisa mengundang dampak negatif yang berbau pornografi dan merendahkan martabat musik dangdut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
KPK memeriksa Presiden Komisaris Tempo Scan Group Handojo Selamet Muljadi terkait dugaan pemberian kepada oknum di Imipas.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 24 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 24 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Kenali enam pemain baru 5cm: Revolusi Hati. Roman King memerankan Zafran muda dalam prekuel film 5 cm yang dijadwalkan tayang akhir 2026.
DPRD Sleman mengingatkan potensi dampak jalan tol terhadap kunjungan wisatawan. Pemkab diminta memperkuat destinasi dan memperbanyak event pariwisata.
DPRD Bantul mengingatkan pengelolaan KDMP perlu pengawasan, manajemen yang kuat, dan produk lokal agar tak mengulang persoalan KUD.