Jangan Disepelekan, Ini Bahaya Menghirup Uap Bensin

Jumali
Jumali Rabu, 23 September 2026 21:37 WIB
Jangan Disepelekan, Ini  Bahaya Menghirup Uap Bensin

Ilustrasi Freepik

Harianjogja.com, JOGJA— Menghirup bau bensin berarti seseorang terpapar uap bahan bakar yang masuk ke saluran pernapasan. Paparan singkat dalam jumlah kecil, misalnya ketika berada di sekitar pom bensin, tidak selalu menimbulkan gangguan serius. Namun, paparan dengan konsentrasi tinggi atau dalam waktu lama dapat berdampak pada sistem saraf dan saluran pernapasan.

Bensin merupakan campuran berbagai hidrokarbon. Salah satu komponennya adalah benzena yang juga dapat ditemukan dalam bensin. Efek paparan sangat bergantung pada konsentrasi, lama paparan, serta kondisi lingkungan. Area tertutup atau memiliki ventilasi buruk dapat meningkatkan risiko terpapar uap bensin dalam konsentrasi tinggi.

Lantas, apa saja dampak menghirup uap bensin bagi tubuh?

1. Sakit kepala

Sakit kepala termasuk salah satu keluhan yang dapat muncul setelah menghirup uap bensin. Paparan dengan konsentrasi tinggi dapat memengaruhi sistem saraf pusat dan memicu sakit kepala.

2. Pusing dan lemas

Paparan uap bensin juga dapat menyebabkan pusing, rasa lemah, atau sempoyongan. Gejala tersebut berkaitan dengan efek hidrokarbon terhadap sistem saraf.

3. Mual

Mual dapat terjadi setelah seseorang terpapar uap bensin. Keluhan ini termasuk efek akut yang dilaporkan pada paparan bensin, terutama ketika konsentrasi paparan cukup tinggi.

4. Iritasi hidung dan saluran pernapasan

Uap bensin dalam konsentrasi tinggi dapat mengiritasi saluran pernapasan. Seseorang dapat mengalami rasa tidak nyaman pada hidung dan tenggorokan, serta gangguan pernapasan pada paparan yang lebih berat.

5. Gangguan koordinasi dan konsentrasi

Paparan yang cukup tinggi dapat memengaruhi sistem saraf pusat. Gejalanya dapat berupa kebingungan, gangguan koordinasi gerak, sempoyongan, dan kesulitan mempertahankan kewaspadaan.

6. Mengantuk dan menurunnya kewaspadaan

Uap bensin dalam konsentrasi tinggi dapat menyebabkan kantuk dan penurunan tingkat kesadaran. Paparan benzena, salah satu komponen yang terdapat dalam bensin, juga dapat menyebabkan pusing, mengantuk, kebingungan, hingga kehilangan kesadaran pada tingkat paparan tinggi.

7. Gangguan kesadaran

Paparan dalam jumlah sangat tinggi dapat menyebabkan gangguan sistem saraf pusat yang lebih berat. Kondisinya dapat berkembang dari kebingungan dan mengantuk menjadi kehilangan kesadaran, koma, hingga gangguan pernapasan.

8. Keracunan dan kondisi yang mengancam nyawa

Paparan uap bensin dalam konsentrasi sangat tinggi dapat menyebabkan keracunan serius. Dalam kondisi berat, seseorang dapat mengalami kejang, penurunan kesadaran, koma, gangguan irama jantung, gangguan pernapasan, bahkan kematian.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Terlalu Banyak Menghirup Uap Bensin?

Jika seseorang terpapar uap bensin, segera jauhkan diri dari sumber paparan dan pindah ke tempat dengan udara segar, selama kondisi tersebut aman dilakukan. MedlinePlus juga menyarankan agar pertolongan medis segera dicari pada kasus dugaan keracunan.

Jangan menyalakan korek api atau sumber api di sekitar lokasi karena bensin sangat mudah terbakar. Area penyimpanan dan penggunaan bensin juga sebaiknya memiliki ventilasi yang memadai.

Jika setelah terpapar muncul sesak napas, kehilangan kesadaran, kejang, kebingungan berat, atau gejala yang memburuk, segera cari pertolongan medis.

Menghirup bensin secara sengaja untuk mendapatkan efek tertentu juga berbahaya dan dapat menyebabkan keracunan serius. Paparan hidrokarbon melalui inhalasi dapat menimbulkan gangguan pada otak, sistem saraf, dan paru-paru.

Karena itu, hindari sengaja menghirup bensin dan jangan berlama-lama di area yang dipenuhi uap bahan bakar. Pastikan bensin disimpan serta digunakan di tempat yang memiliki ventilasi baik dan jauh dari sumber api.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online