Advertisement
GANGGUAN JIWA: Ini Tanda Fisik Penderita Histeria
Advertisement
Kita sering mendengar tentang istilah histeria. Apa sebenarnya gangguan psikologis ini?
Advertisement
Psikolog Awaludin Ramlan menerangkan seperti gangguan jiwa yang lain, histeria juga terjadi akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi kesulitan masalah hidup. Biasanya mengalami tekanan perasaan, kegelisahan, kecemasan dan pertentangan batin.
Menurut Awaludin, dalam menghadapi kesukaran hidup biasanya penderita histeria tak mampu menghadapi dengan cara yang wajar. "Yang terjadi adalah lari dan melepaskan tanggung jawab," katanya.
Histeria mengalami gejala fisik sebagai berikut:
1. Mengalami kelumpuhan
Biasanya melanda salah satu anggota fisik kelumpuhan yang terjadi secara tiba-tiba, padahal sebelumnya tidak merasakan apa-apa. Hal ini akibat tekanan atau pertentangan batin yang tidak dapat ia atasi.
2. Kram pada jari tangan
Disebabkan pula oleh tekanan perasaan, yang sering dialami pada profesi penulis yang berkarya melalui tulisan. Ada perang batin berkecamuk ketika si penulis menerima kenyataan bahwa tulisannya tidak mendapat sambutan dari pembaca.
3. Bagian tubuh kejang seketika
Ketika seluruh badan terasa kaku, tidak sadar diri, terkadang sangat keras, disertai teriakan serta keluhan, namun tidak mengeluarkan air mata -teriakan dan keluhan-keluhan, tapi tidak mengeluarkan air mata. Biasanya kejang tejadi pada siang hari selama beberapa menit, tapi keberlangsungannya bertahan lama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
GBK Dipadati Suporter Timnas Indonesia, Ribuan Polisi Disiagakan
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement



