Advertisement
PAMERAN SENI RUPA : Ingin Menimba Ilmu, Perupa Asal NTT Pameran di TBY
Advertisement
[caption id="attachment_409339" align="alignleft" width="314"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/05/23/pameran-seni-rupa-ingin-menimba-ilmu-perupa-asal-ntt-pameran-di-tby-409338/taman-budaya-yogyakarta-antara-foto" rel="attachment wp-att-409339">http://images.harianjogja.com/2013/05/taman-budaya-yogyakarta-ANTARA-FOTO.jpg" alt="" width="314" height="209" /> Foto Taman Budaya Yogyakarta
JIBI/Harian Jogja/Antara[/caption]
JOGJA-Sepuluh perupa asal Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tergabung dalam kelompok Kapur Sirih menggelar pameran lukisan di Taman Budaya Yogyakarta (TBY).
Advertisement
Selain untuk menimba pengalaman, pameran yang berlangsung dari 25 -30 Mei ini juga menjadi salah satu media untuk mendekatkan diri kepada publik bahwasanya masyarakat NTT cinta damai.
George Eman, salah satu perupa menuturkan sebanyak 60 lukisan akan dipajang dalam pameran ini.
"Masing masing perupa minimal mengirimkan 3 karya tapi sebagian diantaranya ada yang mengirimkan hingga 6-7 karya," katanya saat ditemui Harian Jogja, Kamis (23/5) di TBY.
Puluhan karya yang dipamerkan itu, kata dia sebagian dibuat pada kurun waktu 2009-2013 yang sebagian besar menggambarkan adat isitadat dan budaya masyarakat NTT yang notabene dekat dengan perupa.
"Tari tarian, ritual upacara dan sebagainya masih menjadi objek bagi para perupa karena hal itu sangat dekat dengan kita," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Kejagung Pantau Anjloknya IHSG, Dugaan Gorengan Saham Disorot
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 30 Januari, Permudah Mobilitas Warga
- Disdikpora Kulonprogo Beri Tali Asih Siswa SD Bawa Adik ke Sekolah
- Investasi Kulonprogo 2025 Tembus Rp566 Miliar, PSN YIA Jadi Pengungkit
- Sultan HB X Dorong Creative Financing Atasi Tekanan Fiskal DIY
- Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo, 30 Januari 2026
Advertisement
Advertisement



