Prabowo Siapkan Bintang Mahaputera untuk Kapolri dan Panglima TNI
Prabowo akan memberi Bintang Mahaputera kepada Kapolri Listyo Sigit dan Panglima TNI Agus Subiyanto atas kinerja dan kepemimpinan.
Ilustrasi gerd - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Pola hidup sehat menjadi faktor penting dalam menekan risiko keparahan Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) pada anak muda, seiring meningkatnya kasus gangguan pencernaan yang dipicu kebiasaan tidak sehat di usia produktif.
Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof. Dr. dr. Rino Alvani Gani Sp.PD K-GEH menjelaskan, penerapan healthy lifestyle atau gaya hidup sehat berperan besar dalam mengurangi tingkat keparahan GERD, terutama pada kelompok usia muda yang rentan terpapar pola hidup tidak teratur.
“Cara menguranginya adalah healthy-life style, tidak merokok, berolahraga, makan teratur, tidak gemuk, kelola stress dengan baik,” kata Prof. Rino, Senin (26/1/2026).
GERD atau Gastroesophageal Reflux Disease merupakan gangguan pencernaan kronis yang terjadi ketika asam lambung naik kembali ke kerongkongan (esofagus) secara berulang, sehingga memicu rasa tidak nyaman hingga peradangan.
Menurut Rino, banyak anak muda saat ini belum menerapkan gaya hidup sehat secara konsisten, sehingga berisiko mengalami gangguan kesehatan di usia dini, termasuk GERD. Kondisi tersebut diperparah oleh minimnya aktivitas fisik, kebiasaan merokok, serta pola makan yang tidak teratur atau cenderung tidak sehat.
Ia menilai kelebihan berat badan pada anak muda kerap dipicu oleh kurangnya olahraga dan konsumsi makanan tidak seimbang, yang kemudian meningkatkan risiko gangguan pencernaan. Padahal, penerapan gaya hidup sehat dapat menekan risiko keparahan GERD dan mencegah terjadinya peradangan pada saluran cerna bagian atas.
Jika tidak dikendalikan, GERD berpotensi menimbulkan keluhan lanjutan, mulai dari rasa panas atau nyeri di dada, gangguan menelan akibat sensasi seperti ada gumpalan di tenggorokan, hingga gangguan pernapasan.
“GERD bisa menimbulkan rasa sakit atau panas di dada, dapat menimbulkan peradangan saluran cerna atas, dapat menyebabkan sulit menelan karena seperti ada gumpalan di tenggorokan, dapat memicu asma atau batuk-batuk lama, dapat timbul rasa pusing,” katanya.
Rino menegaskan, meski dapat memicu berbagai keluhan kesehatan, GERD bukanlah penyebab utama kematian langsung atau kematian mendadak. Namun, pengelolaan stres yang buruk menjadi faktor risiko yang dapat memperparah kondisi GERD, bahkan memicu stres berlebihan yang berdampak pada keluhan jantung berdebar.
Dalam kasus tertentu, GERD juga berisiko menimbulkan komplikasi serius, seperti peradangan kerongkongan hingga kanker esofagus. Selain itu, terdapat risiko pneumonia aspirasi ketika asam lambung masuk ke paru-paru, sehingga pengendalian GERD melalui gaya hidup sehat menjadi langkah pencegahan yang penting dan berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Prabowo akan memberi Bintang Mahaputera kepada Kapolri Listyo Sigit dan Panglima TNI Agus Subiyanto atas kinerja dan kepemimpinan.
CEO Aprilia Racing Massimo Rivola mendoakan Marc Marquez cepat pulih meski Aprilia sedang dominan di MotoGP 2026.
WhatsApp bisa membuat memori ponsel cepat penuh. Simak cara membersihkan penyimpanan tanpa menghapus chat penting.
Chelsea dikabarkan segera menunjuk Xabi Alonso sebagai pelatih baru dengan kontrak empat tahun usai tercapai kesepakatan prinsip.
212 T01 facelift resmi meluncur di Beijing Motor Show 2026 dengan desain baru dan siap menantang Jeep Wrangler di pasar global.
Persib Bandung menghadapi PSM Makassar dengan kondisi pincang setelah Bojan Hodak dan tiga pemain utama dipastikan absen.