Laporan Dugaan Pelanggaran Hakim ke KY Naik pada Semester I 2026
Komisi Yudisial menerima 1.402 laporan perilaku hakim pada Semester I 2026, meningkat 10,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Via Vallen. /Ist-Instagram
Harianjogja.com, JAKARTA -- Via Vallen curhat panjang lebar terkait karya lagunya yang banyak dinyinyir orang. Selain membahas dirinya pernah dituding si Ratu Cover, si pelantun Sayang itu juga bercerita soal kritik pedas netizen mengenai lagu barunya. Ini disampaikan Via Vallen melalui akun Instagramnya @viavallen.
"Nyanyiin lagu orang dihujat dibilang Ratu Cover (padahal cover itu sah-sah aja, dan yang suka di Indonesia nggak cuma aku, banyak). Nyanyiin lagu baru yang diciptain orang lain dibilang bukan lagunya sendiri (padahal penyanyi ya tugasnya nyanyi bukan bikinlagu, meskipun ada beberapa yang bisa bikin lagu sendiri juga, termasuk saya dengan lagu Jerit Atiku tahun lalu)," curhat Via Vallen.
"Sekarang release lagu sendiri, diproduserin sendiri pun dihujat pula yang katanya plagiat ini lah, enakan ini lah itu lah (jadi bingung ini sing salah aku apa pikiran mereka yang hatinya udah kotor karena penuh dengan kebencian ya?)," lanjut Via Vallen.
Dalam tulisan selanjutnya, Via Vallen blak-blakan sebal dengan komentar warganet yang menurutnya sudah sangat kelewatan.
"Aku nggak maksa kalian buat suka sama karyaku kok. Karyaku yang kata kalian nggak enak ini dengan cukup tidak usah didenger aja, kalaupun nggak sengaja denger terus gatel pengen ngomentarin mbok ya kritik yang membangun aja biar kau bisa berkarya lebih baik lagi. Jangan malah alasan kritik tapi isinya kayak orang dendam kesumat gitu. Alasannya ini negara demokrasi makanya bebas berpendapat. Iya bebas tapi mbok ya bahasanya sing enak. Wong aslinya haters ae kok pake berkedok netizen biar aman tah," sambungnya.
"Abis ini tulisan ini bakalan dikomentarin dibilang aku baperan lah, lebay lah, sensasi doanglah. Hahah, wes sak karepmu)," tutup Via Vallen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
Komisi Yudisial menerima 1.402 laporan perilaku hakim pada Semester I 2026, meningkat 10,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pemkab Kulon Progo dan BBWS Serayu Opak mengeruk Sungai Serang untuk mitigasi banjir sekaligus memanfaatkan sedimen bagi infrastruktur Porda DIY 2027.
DPC PDIP Sleman menggelar sarasehan dan nobar film Kudatuli di Minggir sebagai pendidikan politik serta penguatan soliditas kader menuju Pemilu 2029.
PSS Sleman memastikan seluruh pemain lokal anyar telah tiba di Sleman dan menjalani MCU. Persiapan tim terus dimatangkan untuk musim kompetisi 2026.
Citilink mengoperasikan 43 pesawat hingga Juni 2026. Dukungan Danantara mendorong transformasi Garuda Indonesia Group dan ekspansi rute.
Komunitas Intelijen AS menyebut China memperoleh data 220 juta pemilih Amerika. Beijing membantah pernah mencampuri pemilu AS.