Dolly Parton Meninggal, Ini Jejak Musik dan Filantropinya

Newswire
Newswire Rabu, 26 Agustus 2026 13:17 WIB
Dolly Parton Meninggal, Ini Jejak Musik dan Filantropinya

Dolly Parton/istimewa-Bisnis

Harianjogja.com, JAKARTA—Dunia musik country Amerika Serikat berduka setelah legenda musik country Dolly Parton meninggal dunia pada usia 80 tahun. Kabar meninggalnya penyanyi sekaligus penulis lagu tersebut disampaikan pihak keluarga pada Selasa (25/8/2026).

Keponakan Parton, Brian Seaver, mengumumkan kabar duka itu melalui akun Instagram sang penyanyi. Seaver, yang juga pernah bertindak sebagai kepala keamanan Parton, menyampaikan rasa kehilangan sekaligus kebanggaannya terhadap sang bibi.

Guardian melaporkan Parton meninggal dengan tenang di Nashville, Tennessee. Publisis Parton mengonfirmasi kabar tersebut, tetapi penyebab kematiannya belum diungkapkan kepada publik.

Ratusan Lagu dan Puluhan Pencapaian di Tangga Musik

Selama puluhan tahun berkarier, Parton dikenal sebagai salah satu penyanyi dan penulis lagu country paling berpengaruh. Dia menulis ratusan lagu, termasuk “Jolene”, “I Will Always Love You”, dan “Coat of Many Colors”.

Karya-karyanya membawa Parton meraih 25 lagu yang menduduki posisi No. 1 tangga lagu country Amerika Serikat. Selain itu, sebanyak 47 albumnya masuk jajaran 10 besar tangga album country.

Parton juga berhasil menembus tangga lagu pop melalui lagu “9 to 5”. Lagu tersebut menjadi No. 1 di Amerika Serikat pada 1980.

Pengaruh Parton bahkan menjangkau generasi pendengar yang lebih muda setelah “I Will Always Love You” kembali mendunia. Lagu yang ditulis Parton pada 1970-an itu dinyanyikan Whitney Houston untuk film The Bodyguard pada 1992 dan kemudian menjadi salah satu lagu paling sukses sepanjang masa.

Tak Hanya Dikenal Lewat Musik

Karier Parton juga merambah dunia perfilman. Dia membintangi sejumlah film, termasuk 9 to 5, Rhinestone, dan Steel Magnolias.

Perannya dalam 9 to 5 bahkan membuat Parton memperoleh nominasi Oscar untuk kategori lagu orisinal terbaik.

Di luar layar dan panggung musik, Parton membangun kerajaan bisnis dan hiburan. Pada 1986, dia mengambil alih kepemilikan sebagian taman hiburan Silver Dollar City di Tennessee dan mengubah namanya menjadi Dollywood.

Dollywood kemudian berkembang menjadi salah satu destinasi wisata utama di kawasan Appalachia.

Warisan Filantropi Dolly Parton

Pengaruh Parton tidak berhenti di industri hiburan. Dia juga meninggalkan warisan besar melalui berbagai kegiatan filantropi, salah satunya lewat Imagination Library.

Program literasi yang didirikannya pada 1995 itu bertujuan memberikan buku gratis kepada anak-anak. Imagination Library pada awalnya dijalankan di wilayah asal Parton di Tennessee, sebelum berkembang secara nasional dan kemudian internasional.

Menurut Guardian, program tersebut kini mendistribusikan hampir 25 juta buku setiap tahun kepada anak-anak di Amerika Serikat, Kanada, Australia, Inggris, dan Irlandia.

Secara keseluruhan, Imagination Library telah menyumbangkan lebih dari 150 juta buku kepada anak-anak.

Parton mengatakan latar belakang keluarganya menjadi salah satu alasan dirinya menaruh perhatian besar pada literasi. Ayahnya tidak dapat membaca dan menulis sehingga Parton memahami sejak kecil bagaimana keterbatasan tersebut dapat memengaruhi kehidupan seseorang.

Kegiatan sosial Parton juga mencakup bantuan bagi korban kebakaran hutan di kawasan Smoky Mountains pada 2016 serta dukungan terhadap penelitian medis.

Pada 2020, Parton menyumbangkan US$1 juta untuk penelitian Covid-19 di Vanderbilt University Medical Center. Dana tersebut kemudian turut mendukung penelitian yang menjadi bagian dari pengembangan vaksin Moderna.

Kontribusi tersebut membuat Parton dikenang bukan hanya sebagai ikon musik country. Dia juga meninggalkan jejak sebagai filantropis dan pengusaha dengan pengaruh luas di luar industri hiburan.

Tahun-Tahun Terakhir Dolly Parton

Kabar meninggalnya Parton datang setelah dia mengalami sejumlah persoalan kesehatan dalam beberapa tahun terakhir. Pada Oktober 2025, Parton sempat memberikan pernyataan mengenai kondisi kesehatannya setelah muncul kekhawatiran publik.

Kemudian pada Mei 2026, dia membatalkan rencana residensi di Las Vegas karena masalah kesehatan. Pada saat yang sama, sebuah musikal Broadway yang mengangkat kehidupannya tengah dipersiapkan dan dijadwalkan tampil pada akhir 2026.

Dalam kehidupan pribadinya, Parton juga kehilangan suaminya, Carl Dean, pada Maret 2025 setelah hampir 60 tahun menikah. Keduanya menikah pada 1966 dan memperbarui janji pernikahan mereka pada 2016 untuk menandai 50 tahun pernikahan.

Kepergian Parton kemudian memicu gelombang penghormatan dari berbagai kalangan. Sejumlah musisi dan tokoh publik, termasuk Reba McEntire, Lily Tomlin, Dionne Warwick, Kacey Musgraves, dan Elton John, menyampaikan penghormatan atas warisan musik serta kepribadian Parton.

Dolly Parton meninggalkan warisan yang melampaui musik country. Lagu-lagu yang menjadi standar musik populer, kiprahnya dalam film dan bisnis hiburan, hingga program literasi untuk anak-anak membuat pengaruhnya menjangkau beberapa generasi dan berbagai bidang kehidupan masyarakat Amerika Serikat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online