IHSG Melemah 0,12 Persen, Sektor Energi Jadi Penopang Penguatan Bursa
IHSG ditutup melemah 0,12% ke level 6.343,71. Di tengah koreksi bursa, saham sektor energi dipimpin CUAN, DSSA, dan PTRO justru menguat.
Lurik rancangan Rani Prasojo/Harian Jogja-Lajeng Padmaratri
Harianjogja.com, JOGJA—Lurik selama ini dipandang sebagai busana yang kaku karena motif garis lurusnya. Namun, di tangan Maharani Setyawan, lurik bisa dikreasikan menjadi busana yang chic dan fashionable.
Rani, begitu ia disapa, ingin lurik menjadi kain yang bisa dipakai untuk segala suasana dan segala kalangan. Sebab, ia mendapati orang luar negeri justru menunjukkan minat yang tinggi terhadap wastra Indonesia ini.
Melalui tema busana Autumn Winter, Rani menampilkan delapan look busana berbasis lurik yang didominasi warna merah, kuning, dan hijau dalam pagelaran Jogja Fashion Festival 2019, di Plaza Ambarrukmo, Jumat (8/3/2019).
"Saua pilih warna itu karena orang Indonesia menurutmu suka warna yang cerah," kata dia kepada Harian Jogja. Busana serupa pernah ia tampilkan dalam London Fashion Week 2019 lalu. Bedanya, yang ia bawa ke Inggris didominasi warna hitam dan cokelat.
Rani mengaku tidak memiliki latar belakang sebagai desainer busana sebelumnya. Namun, karena ia merupakan generasi ketiga dari lurik Prasojo, sebuah jenama lurik dari Pedan, Klaten, Jawa Tengah ia lantas merasa perlu untuk membawa lurik lebih digemari masyarakat untuk beragam agenda.
Melalui Autumn Winter, Rani membawa lurik menjadi busana yang cocok digunakan untuk musim penghujan di Indonesia. Desainnya itu didominasi jaket yang mulanya memang ia desain untuk musim dingin di London Fashion Week.
Tak hanya busana, perempuan yang baru saja memasuki dunia desainer dua tahun belakangan ini juga berkeinginan untuk menampilkan lurik untuk berbagai aksesori. Ia turut mendesain sepatu boots, topi musim dingin, hingga koper dengan motif lurik.
Bukan hanya lurik yang ia pakai untuk Autumn Winter. Rani juga menambahkan beberapa motif tenun ikat yang juga diproduksi dari Pedan, Klaten.
"Saya itu memang pengin lurik itu dipandang berbeda, lebih modern gitu. Jadi saya menampilkan lurik yang bisa diterapkan ke berbagai hal juga," jelas perempuan berusia 37 tahun ini.
Kegigihan tersebut dilatarbelakangi kondisi perajin lurik di Pedan, Klaten yang menurutnya tidak boleh berhenti produksi. Maka dari itu, ia berupaya memasarkan lurik hingga kancah internasional.
Dengan model baju yang terbilang kasual itu, Rani berharap rancangan desainnya bisa dipakai oleh berbagai kalangan, terutama anak muda. "Tapi sekarang yang agak tua pun mau pakai yang kasual gitu biar terlihat lebih muda," tuturnya.
"Jangan pernah malu memakai produk dalam negeri, karena kalau bukan kita siapa lagi," tegasnya. Koleksi rancangan Rani dapat dilihat melalui Instagram @prasojonyrani.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
IHSG ditutup melemah 0,12% ke level 6.343,71. Di tengah koreksi bursa, saham sektor energi dipimpin CUAN, DSSA, dan PTRO justru menguat.
Marselino Ferdinan sukses jalani operasi lutut di Spanyol usai cedera saat TC Timnas di Bali. Pemain 21 tahun itu harus absen 2 bulan. Ini pesannya untuk Erick
Geely Xingyuan menjadi mobil terlaris di China sepanjang Februari-Juli 2026, mengungguli Tesla Model Y dan BYD. Dominasi kendaraan listrik semakin kuat dengan p
Malaysia menjadi negara paling banyak dikunjungi wisatawan di Asia Tenggara pada 2025 dengan 42,2 juta kunjungan. Indonesia berada di posisi kelima dengan 15,4
Lionel Messi tulis surat haru untuk sang ayah, Jorge Messi, yang meninggal di usia 68 tahun. Ia pun ragu lanjutkan karier sepak bola. Simak selengkapnya
Tren Manhattan, Brooklyn, Queens, The Bronx, dan Staten Island versi Jogja viral di TikTok. Simak asal-usul lima borough New York dan pemetaannya di DIY.