Jelang DCF XVI, Harga Homestay Dieng Diminta Wajar
Jelang DCF 2026, pengelola homestay Dieng diminta tak menaikkan harga berlebihan demi menjaga citra wisata.
Para model mengenakan karya-karya para desainer yang ikut berpartisi dalam ajang Indonesia Fashion Week (IFW) 2025 bertajuk Ronakultura Jakarta yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (28/5/2025). Antara/Hreeloita Dharma Shanti
Harianjogja.com, JAKARTA—Ragam kekayaan budaya Kota Jakarta menjadi fokus gelaran Indonesia Fashion Week 2025 yang tahun ini bertema Ronakultura Jakarta.
"Fesyen bukan sekadar tampilan, tetapi bentuk ekspresi budaya dan identitas. Lewat Ronakultura, IFW 2025 ingin memperlihatkan bagaimana Jakarta berproses menjadi inspirasi sekaligus panggung bagi kreativitas nan terus berevolusi membentuk identitas,” kata Presiden Indonesia Fashion Week Poppy Dharsono dalam pembukaan IFW 2025 di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (28/5/2025).
Ketua Umum Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia itu mengatakan tema yang diambil tahun ini mencerminkan semangat Ibu Kota sebagai budaya nan hidup, meriah dan penuh warna sebagai tempat budaya tradisional serta gaya hidup kontemporer yang saling bersilangan dan membentuk otentisitas khas Jakarta.
Koleksi yang ditampilkan dalam acara pada hari pertama didominasi oleh warna mocca, salah satu warna yang diprediksi menjadi tren tahun ini. Sejumlah kain wastra dari berbagai daerah turut dipamerkan, misalnya batik Jawa, songket Sumatra, ulos Toba sampai dengan tapis Lampung.
BACA JUGA: Polisi Tangkap 5 Pencuri Tiang Fiber Optik di Kulonprogo
Ia menjelaskan hubungan dari wastra dengan tema yang diambil tahun ini yakni banyak budaya yang sejak dulu sudah hidup berdampingan dengan masyarakat Jakarta, sehingga menghasilkan berbagai macam warna dan motif yang menarik.
"Di Jakarta itu terdiri dari Bangsa Melayu yang datang dari Sumatera, ada Papua, Makassar, ada juga Eropa, India, Arab, China semuanya menumpuk. Makanya multikultural, Ronakultura, macam-macam warna dan menurut saya menjadi sah apakah itu (ada) Batik Betawi, karena semua hidup di megapolitan Jakarta ini," ucap Poppy.
Semua koleksi yang ditampilkan melibatkan lebih dari 200 desainer dan 200 tenant dari seluruh Indonesia dengan program mencakup fashion show, pameran dagang, talkshow, forum kreatif, pertunjukan hiburan dan sajian kuliner dirancang untuk membangun ekosistem fesyen yang kompetitif, inklusif dan berkelanjutan.
Selain para desainer lokal, acara yang digelar mulai 28 Mei hingga 1 Juni 2025 itu juga menghadirkan desainer internasional.
"Kehadiran para desainer internasional menegaskan kehadiran posisi Jakarta sebagai simpul nan semakin relevan di jaringan fesyen dunia," ujarnya.
Poppy menekankan kolaborasi internasional merupakan jembatan penting untuk membuka akses dan pengaruh mode secara global dan secara langsung mendorong perekonomian Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Jelang DCF 2026, pengelola homestay Dieng diminta tak menaikkan harga berlebihan demi menjaga citra wisata.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Pertamina mempercepat distribusi BBM subsidi di Madura untuk mengurai antrean Pertalite dan Solar di sejumlah SPBU di empat kabupaten.
Australia memperketat larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun dengan menaikkan denda hingga Rp1,1 triliun dan memperluas pengawasan.