Kurang Tidur di Hari Kerja, Banyak Tidur di Akhir Pekan Bukan Solusi yang Tepat

Eva Rianti
Eva Rianti Rabu, 06 Maret 2019 18:57 WIB
Kurang Tidur di Hari Kerja, Banyak Tidur di Akhir Pekan Bukan Solusi yang Tepat

Ilustrasi penderita gangguan tidur (sleep anea)./Istimewa

Harianjogja.com, JAKARTA – Kalangan usia produktif sering memiliki jadwal yang padat bahkan sering membuat seseorang kesulitan mendapatkan jam tidur yang normal. Akhirnya, akhir pekan menjadi pelampiasan untuk ‘melunasi’ hutang tidur.  

“Kebanyakan masyarakat modern kurang tidur selama hari-hari kerja dan kemudian tidur lebih banyak di akhir pekan,” tutur Christoper Depner, seorang penulis dalam studi tentang continual cycle, dilansir dari Medicaldaily, baru-baru ini.

Meskipun metode ‘mengejar ketertinggalan’ ini sepertinya merupakan solusi yang sempurna, para peneliti telah berusaha mencari tahu risikonya dari waktu ke waktu.

Dalam studinya dilakukan sebuah penelitian terhadap sekelompok kecil peserta yang dibagi menjadi tiga kelompok dengan mengikuti jadwal tidur yang berbeda.

Kelompok pertama tidur selama 5 jam per malam, kelompok kedua tidur hingga 9 jam setiap malam, dan kelompok ketiga tidur selama 5 jam per malam di hari kerja dan melunasi hutang tidur di akhir pekan dengan bangun terlambat.

Temuan ini mengungkapkan bahwa kelompok kedua dan ketiga mengalami sedikit kenaikan berat badan selama studi. “Pemulihan tidur tidak mencegah penambahan berat badan yang berhubungan dengan kurang tidur,” ujarnya.

Keduanya juga ditemukan memiliki sensitivitas insulin yang berkurang yang dapat meningkatkan risiko diabetes dari waktu ke waktu.

Temuin ini juga menunjukkan bahwa bangun terlambat secara dramatis hanya pada akhir pekan dapat berulang kali mengganggu ritme sirkadian Anda.

Bahwa sebenarnya konsistensi selalu menjadi hal penting dalam memanajamen jadwal tidur. Tidur siang hari, misalnya, mungkin bukan ide yang bagus kecuali seseorang telah mengembangkan kebiasaan yang konsisten tentang itu.

“Saya pikir orang merasa bahwa mereka bisa menjadi mesin selama seminggu dan kemudian menjadi manusia di akhir pekan,” kata Azizi Seixas, seorang ahli tidur dan asisten professor di Fakultas Kedokteran Universitas New York.

“Tidur bukan permainan matematika, kamu tidak bisa menyeimbangkannya. Tubuhmu perlu jadwal karena suatu alasan,” lanjutnya.

Jadi, apa solusinya ketika kita tidak bisa mendapatkan istirahat yang cukup sebelum akhir pekan?

Menurut penelitian sebelumnya, jika Anda kehilangan 5 jam tidur selama satu minggu kerja, 1,5 jam tidur tambahan di akhir pekan cukup untuk melunasi hutang tidur Anda.

Segera setelah bangun, pastikan untuk mengekspos diri Anda ke sinar matahari yang cukup karena ini memainkan peran penting dalam membangun otak Anda.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online