Intelijen AS Sebut China Kantongi Data 220 Juta Pemilih Amerika
Komunitas Intelijen AS menyebut China memperoleh data 220 juta pemilih Amerika. Beijing membantah pernah mencampuri pemilu AS.
Rossa Meldianti.suara./com
Harianjogja.com, JAKARTA -- Kuasa hukum Rosa Meldianti masih bersikeras terkait status kliennya yang belum menjadi tersangka. Apalagi hingga kini sama sekali pihaknya belum menerima surat penetapan tersangka dari polisi.
"Nggak ada itu penjemputan paksa, pemanggilan aja belum. Masa mau penjemputan paksa," kata pengacara Rosa Meldianti, Rudi Kabunang saat ditemui di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Jumat (15/2/2019).
Menurut Rudi, jika memang benar telah ada surat pemanggilan dari kepolisian, pihaknya pasti akan datang memenuhi panggilan.
"Surat pemanggilan itu tiga hari kerja ya. Jadi kalau dipanggil hari ini, Senin hadir, tapi belum ada panggilan. Nanti siang atau besok kita belum tahu," ujarnya.
Meski begitu, Rudi sudah menyiapkan segala sesuatunya dengan baik. Setidaknya Rudi sudah menyiapkan segala bukti dan saksi untuk mementahkan tuduhan dari Dewi Perssik.
"Kita akan buktikan kalau sangkaan tidak tepat. Karena menurut kejadian bahwa dalam laporan Meldi dan ibunya sebagai pelapor. Meldi sebagai pelapor, ibunya juga pelapor. Dengan bukti yang kami miliki, unsur tindak pidana dugaan pencemaraan nama baik itu masuk," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
Komunitas Intelijen AS menyebut China memperoleh data 220 juta pemilih Amerika. Beijing membantah pernah mencampuri pemilu AS.
BNN RI membongkar jaringan penyelundupan cartridge vape berisi etomidate dari Malaysia melalui Batam dan menangkap tujuh tersangka.
TPP ASN Sleman berpotensi disesuaikan jika target PAD meleset, namun Pemkab menegaskan belum ada keputusan pemotongan.
Polri memutasi 146 perwira tinggi dan menengah. Brigjen Pol. Untung Widyatmoko ditunjuk sebagai Kadivhubinter Polri yang baru.
Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan dinilai memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Salah satunya dirasakan Texsi Miki Fijay
Penyebab kematian Sutrimo masih didalami Polda Metro Jaya dengan melibatkan Puslabfor usai ditemukan tewas di Jakarta Selatan.