Penelitian UI Ungkap Lumut Epifit Efektif Jadi Bioindikator Lingkungan
Penelitian doktoral UI mengungkap lumut epifit berpotensi menjadi bioindikator kualitas lingkungan di kawasan urban yang terdampak polusi udara.
Menstruasi/boldsky.com
Harianjogja.com, JAKARTA - Menstruasi adalah hal alamiah bagi wanita. Ada banyak mitos yang beredar tentang menstruasi. Sebagian dari Anda mungkin pernah mendengar sejumlah pantangan saat menstruasi dan salah satunya adalah mandi atau berendam dengan air hangat.
Seperti dikutip dari Medical News Today, Minggu (10/2/2019), mandi air hangat dianggap tak aman karena merangsang pendarahan, atau menghentikan Anda dari pendarahan, yang dapat berefek buruk.
Padahal, air hangat dapat membantu merangsang aliran darah, sehingga meringankan kram menstruasi dan meredakan ketegangan otot.
Kemudian, jika Anda ingin berendam sebenarnya tak ada masalah. Pendarahan selama menstruasi memang tidak berhenti setelah berendam dalam air. Namun, tekanan dari air untuk sementara waktu mencegah darah mengalir keluar.
Jadi, tidak ada alasan untuk tidak berendam atau mandi selama haid. Kemungkinan besar, hal ini bisa meningkatkan suasana hati dan membantu Anda mengatasi gejala menstruasi sedikit lebih baik.
Selain itu, sebaiknya rutinlah merawat kebersihan organ intim Anda. Namun berhati-hatilah memilih produk kebersihan.
Sebuah studi yang dilaporkan Medical News Today pada tahun lalu menemukan korelasi kuat antara penggunaan produk perawatan intim, seperti pembersih gel dan pembersih vagina, dan peningkatan risiko infeksi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Penelitian doktoral UI mengungkap lumut epifit berpotensi menjadi bioindikator kualitas lingkungan di kawasan urban yang terdampak polusi udara.
KPK menyambut positif pembentukan tim penyidik Kejagung untuk menangani kasus Febrie Adriansyah yang kini masih berstatus saksi.
KPPU telah memutus enam perkara persaingan usaha hingga Juni 2026 dengan total denda Rp767 miliar. Enam perkara lainnya masih diproses.
BKPM mengungkap lelang pengembangan sistem OSS senilai Rp26,46 miliar gagal karena tidak ada penyedia yang sanggup menyelesaikan proyek.
Polres Bantul menangkap dua pelaku pembobolan toko kelontong di Jambidan berbekal rekaman CCTV dan sidik jari. Kerugian korban mencapai Rp12,5 juta.
Dokter UI mengembangkan NAVI-HF berbasis AI untuk mendeteksi penumpukan cairan paru pada pasien gagal jantung dengan akurasi mencapai 86 persen.