Ombudsman Ingatkan Polri Hormati HAM Saat Geledah Pesantren
Ombudsman RI meminta Polri mengevaluasi penggeledahan pesantren putri di Sukoharjo dan memastikan perlindungan HAM bagi santriwati.
Via Vallen./Istimewa-Instagram @viavallen
Harianjogja.com, JAKARTA – Penyanyi dangdut Via Vallen sedang usai melakukan perjalanan ibadah ke Tanah Suci. Ia pun meneruskan perjalanannya dengan berlibur ke Palestina sekaligus beribadah di Masjidil Aqsa.
Beberapa momen keberadaannya di Palestina sempat dibagikan Via Vallen melalui akun Instagram pribadinya. Seperti dalam sebuah video singkat yang memperlihatkan interaksi wanita 27 tahun ini dengan seorang anak laki-laki. Sebuah pelajaran berarti dipetik Via dari sosok anak tersebut.
Akses hotel yang ditempati Via Vallen menuju ke Masjidil Aqsa mengharuskan pedangdut asal Sidoarjo itu melewati gang kecil dengan jalanan menanjak sejauh 1 kilometer. Di gang tersebut terdapat rumah-rumah penduduk Palestian serta toko-toko yang dijaga oleh tentara Israel.
Rupanya, gang tersebut menjadi tempat berjualan agar-agar untuk anak laki-laki itu. Di suatu kesempatan, Via pun ditawari untuk membeli agar-agar dagangan anak tersebut.
“Aku sering lihat anak ini di gang itu tapi aku enggak tau kalo anak ini jualan agar-agar. Sampai akhirnya waktu kita keluar dari toko, anak ini ngasih isyarat jari telunjuk nyuruh kita beli 1 ??. Akhirnya kita balik mundur ke tempat anak ini, dan kita beli 5 karena kita berlima, tapi sama anak ini kita dikasih 6 ??,” tulis Via dalam keterangan video di Instagram.
“Harganya 2 shekel (fyi : shekel itu mata uang Israel) Totalnya 12 shekel, kita kasih 20 shekel, begitu diambil uangnya dengan polosnya langsung ditutupin sama anak ini ??,” tambahnya.
Usaha yang dilakukan anak tersebut ternyata membuat Via Vallen menangkap pelajaran tersendiri. Di antara banyak orang dewasa yang meminta-minta, namun anak tersebut memilih berusaha untuk mendapatkan uang.
“Pelajarannya, waktu di masjidil aqsa banyak orang dewasa minta mintaa tapi anak ini bukannya minta minta juga tapi masih mau berjualan,” tambahnya.
Rupanya, upaya yang dilakukan anak tersebut mengingatkan Via akan masa kecilnya. Berlatar belakang bukan dari keluarga bereda, membuat masa kecil wanita yang dinilai memiliki kesamaan wajah dengan Isyana Sarasvati ini penuh perjuangan.
“Jadi ingat dulu waktu aku kecil, kalau aku pengin seuatu aku musti ke lampu merah dulu, ngamen atau jualan koran. Kalau enggak gitu, aku ke tempat tetangga menawarkan jasa (disuruh beli apa kek di warung) terus dikasih imbalan ??. Setidaknya berusaha sekecil apapun itu lebih baik dari pada harus meminta minta sama orang lain ??” pungkasnya Via Vallen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Ombudsman RI meminta Polri mengevaluasi penggeledahan pesantren putri di Sukoharjo dan memastikan perlindungan HAM bagi santriwati.
Simak informasi SIM Keliling Bantul November 2026, jadwal layanan di Manding, syarat perpanjangan, dan biaya SIM A serta SIM C.
Yusril menyatakan pemerintah akan mengevaluasi kewenangan penyadapan lembaga negara setelah Bareskrim menetapkan tiga tersangka kasus penyadapan ilegal.
Cek jadwal SIM Keliling dan layanan perpanjangan SIM Gunungkidul November 2026, termasuk lokasi, syarat dokumen, serta biaya SIM A dan C.
BPIP menegaskan Mahkamah Etik Nasional masih sebatas kajian. UII menjadi tuan rumah diskusi penyusunan naskah urgensi lembaga tersebut.
Bareskrim menyita 11 ponsel, satu iPad, dan empat flashdisk dalam penyidikan kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo.