#MediaLawanCovid19 Luncurkan Kampanye PantunGakMudik
Kampanye PantunGakMudik diluncurkan untuk meredam peningkatan kembali penyebaran virus Covid-19, khusus menjelang dan pascahari raya Idulfitri.
Kulit sehat/Istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA-Kulit yang sehat dan cerah bisa menjadi dambaan setiap orang, khusnya bagi seorang wanita. Namun, sering kali masih terjadi salah persepsi kulit yang sehat identik dengan kulit yang putih.
Ketua Studi Dermatologi Kosmetik Indonesia Abraham Arimuko mengatakan kulit yang sehat adalah kulit yang dirawat secara terus menerus atau berkelanjutan.
Abraham menjelaskan secara kasat mata kulit sehat dapat dilihat dari dua hal, yakni warna dan tekstur. Dia menjelaskan dari segi warna, kulit yang sehat berarti kulit yang memiliki warna merata.
Sedangkan dari segi tekstur, apabila diraba kulit yang sehat akan terasa halus.
"Kulit sehat tidak harus putih karena setiap orang punya warna kulit tersendiri, yang penting permukaannya rapi tampak bersinar dan teksturnya seperti kulit bayi saat dipegang," kata Abraham, dikutip Jumat (30/11/2018).
Dia mengatakan terdapat beberapa faktor yang menyebabkan kulit tidak sehat, seperti penambahan usia, terpapar radisasi sinar ultraviolet, psikologis ataupun emosi negatif hingga stress, dan penggunaan produk kosmetik yang tidak cocok.
"Yang paling jahat sebenarnya karena terpapar sinar ultraviolet dibandingkan dengan yang lainnya," katanya.
Sinar matahari merupakan sumber utama sinar UV yang dapat menyebabkan penuaan dini pada kulit, menimbulkan bintik hitam, pigmentasi, warna kulit tidak merata dan kusam.
Selain itu, penelitian dalam jurnal American Academy of Dermatology menyebutkan, perangkat elektronik seperti TV, komputer, gadget juga memancarkan radiasi sinar UV.
Meskipun radiasinya tergolong rendah, intensitas sinar UV dari perangkat tersebut secara kumulatif juga dapat menyebabkan kerusakan pada kulit.
Jadi, kulit yang terpapar sinar UV terus menerus baik dari dalam maupun luar ruangan akan terganggu kesehatannya akan terganggu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Kampanye PantunGakMudik diluncurkan untuk meredam peningkatan kembali penyebaran virus Covid-19, khusus menjelang dan pascahari raya Idulfitri.
Jadwal terbaru Prameks Jogja–Kutoarjo 2026 lengkap. Simak jam keberangkatan, tips hindari kehabisan tiket, dan jam sibuk penumpang.
Jadwal DAMRI Jogja ke YIA 2026 lengkap dengan tarif Rp80.000. Transportasi praktis, nyaman, dan bebas ribet menuju bandara.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA 2026 dari Tugu Jogja ke bandara. Solusi cepat, bebas macet, dan tepat waktu untuk kejar pesawat.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.