Laba Taspen Turun 16,1 Persen Jadi Rp1,04 Triliun, Ini Penyebabnya
Laba Taspen 2025 turun menjadi Rp1,04 triliun. Hasil investasi Rp9,87 triliun menjadi penopang di tengah penurunan pendapatan iuran.
Telur rebus/Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA—Pernah dengar diet telur? Diet telur adalah diet rendah karbohidrat, rendah kalori tetapi tinggi protein. Ini dirancang untuk membantu menurunkan berat badan tanpa mengorbankan aspek protein yang diperlukan untuk membangun otot.
Pada beberapa versi diet telur, Anda diperbolehkan minum air atau minuman nol kalori. Makanan yang tinggi karbohidrat dan gula alami, tidak diperbolehkan pada diet ini. Biasanya durasi dietnya berlangsung selama 14 hari. Diet telur juga hanya mengenal sarapan, makan siang dan makan malam. Tidak ada makanan ringan selain telur atau air.
Yang jadi pertanyaan, apakah diet ini bisa menurunkan berat badan? Semua versi diet telur dapat menghasilkan asupan kalori yang lebih rendah, jadi mungkin efektif untuk menurunkan berat badan. Sebuah laporan penelitian dari American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan bahwa diet tinggi protein membantu para partisipan dalam menginduksi perasaan kenyang dan menurunkan berat badan.
Pembagian
Seperti dilansir Boldsky, diet ini dibagi menjadi beberapa jenis yakni diet telur 14 hari, diet ini mencakup tiga kali makan setiap hari dengan minuman tanpa kalori dan tidak ada makanan ringan. Lalu diet telur dan anggur yang tidak jauh berbeda dengan diet telur 14 hari. Hanya saja, di sini Anda mengonsumsi setengah buah anggur setiap kali makan.
Kemudian diet telur rebus, diet ini Anda hanya diperbolehkan makan telur selama dua minggu. Metode ini bisa dibilang ekstrem dan tidak sehat. Yang terakhir adalah keto diet telur. Ini melibatkan diet ketogenik yang mengharuskan Anda meningkatkan asupan lemak. Jadi, Anda makan telur dengan mentega dan keju.
Efek Samping
Setiap jenis diet tentu ada efek sampingnya, begitu juga dengan telur ini. Yang paling umum adalah kurangnya energi karena penipisan karbohidrat. Karena tiba-tiba Anda mendapat asupan yang tinggi, sistem pencernaan kesulitan untuk beradaptasi. Telur juga mengandung kolesterol yang tinggi, bahkan terdapat lemak jenuh dan lemak trans. Telur tidak memiliki serat sama sekali, sehingga Anda perlu asupan lain untuk serat.
Namun, komunitas medis berpendapat bahwa diet telur bukan cara yang paling aman untuk menurunkan berat badan. Dengan mengikuti diet ini, asupan kalori yang Anda terima hanya sekira 1.000 kalori per hari, ini dianggap tidak aman untuk pria dan wanita, kecuali Anda diawasi oleh seorang profesional medis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Laba Taspen 2025 turun menjadi Rp1,04 triliun. Hasil investasi Rp9,87 triliun menjadi penopang di tengah penurunan pendapatan iuran.
macOS Golden Gate Public Beta rilis! Fitur Siri AI, Liquid Glass, dan peningkatan performa. Hanya untuk Mac Apple Silicon, wajib backup data sebelum instalasi.
Program Makan Bergizi Gratis kembali berjalan di Gunungkidul. Dampaknya, harga ayam naik menjadi Rp35.000 per kilogram, diikuti kenaikan telur dan cabai rawit.
Madonna cetak album nomor 1 ke-10 dengan Confessions II, terjual 134.000 unit dan kalahkan Olivia Rodrigo. Album sekuel 20 tahun ini langsung puncaki Billboard
TNI berencana membangun Batalyon Teritorial Pembangunan di Banyusoco, Playen, Gunungkidul dengan kebutuhan lahan 70 hektare. Sebelumnya Polda DIY juga menyiapka
WiFi rumah sering lemot? Microwave, akuarium, cermin besar, hingga cuaca ekstrem ternyata bisa mengganggu sinyal internet. Simak penjelasan dan cara mengatasiny