Terungkap! Motif Bayi Ditinggal di KA Sancaka Solo, Ini Kronologinya
Polisi ungkap kasus bayi dibuang di KA Sancaka Solo. Dua orang tua kandung jadi tersangka, ini kronologi lengkap dan motifnya.
Ilustrasi daging ayam/Reuters
Harianjogja.com, JOGJA—Untuk memenuhi target produksi, ayam potong dari peternak kerap disuntik hormon agar tumbuh besar.
Obat-obat itu berbahaya bagi tubuh Anda, Boldsky melansir kandungannya, simak berikut ini:
Mengandung obat antibiotik
Tahukah Anda, daging ayam potong wujudnya besar-besar dan tumbuh besar dalam waktu sebulan, karena disuntik obat antibiotik oleh para peternak. Tentunya, efek sampingnya dapat membahayakan tubuh Anda, sampai mengakibatkan alergi dan resistensi.
Mengandung hormon estrogen
Pertumbuhan ayam potong punya daging tebal juga karena disuntik hormon estrogen saat masa pertumbuhan. Akibatnya, anak laki-laki yang doyan makan ayam goreng ini berisiko tidak dapat memiliki penis besar nantinya.
Terinfeksi bakteri
Sebuah studi telah menemukan, 97% dari dada ayam mengandung bakteri penyebab infeksi. Karenanya, seekor ayam yang dibesarkan di sebuah peternakan tidak diberi makanan yang bersih dan banyak terkontaminasi obat-obatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
Polisi ungkap kasus bayi dibuang di KA Sancaka Solo. Dua orang tua kandung jadi tersangka, ini kronologi lengkap dan motifnya.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih melantik tiga kepala OPD hasil lelang jabatan. Ia menyoroti layanan RSUD, kemiskinan, dan penguatan Satpol PP.
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.
Polres Bantul kembali membuka layanan SIM Keliling untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin melakukan perpanjangan SIM A dan SIM C.
Perpanjang SIM A dan C di Kulonprogo lebih mudah melalui SIM Keliling. Jadwal lengkap dan lokasi.
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Sleman kembali membuka layanan SIM Keliling.