Terungkap! Motif Bayi Ditinggal di KA Sancaka Solo, Ini Kronologinya
Polisi ungkap kasus bayi dibuang di KA Sancaka Solo. Dua orang tua kandung jadi tersangka, ini kronologi lengkap dan motifnya.
Ilustrasi tidur/Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA—Tidur siang di hari yang sejuk memang menyenangkan. Awas jangan terlalu lama, bis memicu penyakit.
Tidur siang lebih dari satu jam bisa meningkatkan risiko diabetes tipe dua dan penyakit lainnya sekitar 45 persen, menurut sebuah studi. Kendati begitu, peneliti mencatat tidur kurang dari 40 menit tak berhubungan dengan risiko diabetes.
"Ini bisa berarti bahwa, tidur siang terlalu lama bisa menyebabkan diabetes atau penyakit lain adalah benar," ujar peneliti dari Unit Epidemiologi Kanker dari University of Oxford, Benjamin Cairns, seperti dilansir Medical Daily.
Mereka yang menderita diabetes tidak dapat mengatur kadar gula mereka layaknya orang sehat. Penyakit ini berhubungan dengan berat badan berlebih dan gaya hidup.
Selain itu, sejumlah faktor seperti diet, usia dan jenis kelamin bisa meningkatkan risiko orang terkena diabetes.
Jika tak diobati, penyakit ini dapat menyebabkan kebutaan, kerusakan saraf, gagal ginjal, penyakit jantung dan kematian dini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Polisi ungkap kasus bayi dibuang di KA Sancaka Solo. Dua orang tua kandung jadi tersangka, ini kronologi lengkap dan motifnya.
Jadwal DAMRI Jogja ke Bandara YIA 2026 lengkap dengan tarif dan titik keberangkatan. Cek rute dan jam terbaru di sini.
Simak jadwal lengkap KA Bandara YIA . Kereta beroperasi sejak dini hari hingga malam untuk mendukung mobilitas penumpang.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya hari ini berdasarkan data resmi KAI Access.
BMKG prakirakan cuaca DIY Rabu 15 Juli 2026: berawan merata di 5 kabupaten/kota. Suhu 20-31°C, kelembapan 47-96%. Waspada perubahan cuaca mendadak.
Menkeu Purbaya menyebut APBN 2025 berjalan efisien dan meraih WTP ke-10, didukung pertumbuhan ekonomi 5,11 persen.