Rating Kredit RI Tetap BBB, Menkeu Sarankan Jual Dolar AS
S&P mempertahankan peringkat kredit Indonesia di BBB. Menkeu Purbaya menyebut saatnya investor membeli saham dan menjual dolar AS.
Ilustrasi spons dapur/JIBI-Bisnis Indonesia
Harianjogja.com, JAKARTA-Ada ratusan bakteri yang ditemukan dalam celah spons di dapur untuk membersihkan alat makan. Siapa yang menyangka?
Ternyata, spons dapur menjadi salah satu barang paling tidak higienis. Dalam studi yang diterbitkan Scientific Reports pada 2017, tim peneliti dari Jerman menganalisis kuman spons dapur dan menemukan ada 362 jenis bakteri yang bersembunyi di celah-celah spons.
Dilansir dari Antara, Senin (30/4/2018), terdapat hingga 45 miliar bakteri per sentimeter (cm) persegi. Jumlah ini sama dengan jumlah yang ditemukan dalam sampel kotoran manusia.
Bila dihitung, maka ada hampir 5,5 triliun bakteri yang berdiam di sekitar benda yang digunakan untuk membersihkan perangkat makan itu.
Kendati demikian, tim peneliti tak menemukan bakteri jahat seperti Escherichia coli (E.coli) di dalam spons dapur. Namun, tetap ada potensi bakteri yang berbahaya untuk kesehatan tubuh.
"Ini 1-2 kali lipat lebih banyak dari yang awalnya kami perkirakan," ungkap Markus Egert, profesor mikrobiologi di Furtwangen University, yang memimpin penelitian.
Ketika dia dan timnya memvisualisasikan bakteri di bawah mikroskop, mereka bahkan menemukan hal yang mengkhawatirkan.
"Tidak ada yang pernah melihat bakteri berdiam di dalam spons. Satu masalah yang kita miliki dengan bakteri dan mikroba adalah kita tidak dapat melihatnya. Jika Anda tidak melihatnya, Anda tidak akan percaya mereka ada di sana," tutur Egert.
Lalu, benda apa yang harus digunakan untuk mencuci piring? Anda bisa menggunakan sikat plastik atau silikon sebagai alternatif.
Sikat cenderung tetap kering ketika tidak digunakan dan benda ini tidak memiliki celah atau lubang-lubang sebanyak spons, yang menjadi sarang bakteri. Selain itu, kotoran pada sikat bisa terlihat dengan mudah dan benda ini pun gampang dibersihkan.
"Anda bisa memposisikan sikat dalam keadaan berdiri atau menggantungnya agar tetap kering," terang Carolyn Forte, direktur sebuah perusahaan peralatan rumah tangga dan laboratorium produk pembersih di New York City, AS, kepada Time.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia/Antara
S&P mempertahankan peringkat kredit Indonesia di BBB. Menkeu Purbaya menyebut saatnya investor membeli saham dan menjual dolar AS.
KPK menggeledah rumah anggota BPK Bobby Adhityo Rizaldi dan menyita barang bukti elektronik terkait penyidikan suap audit Muara Enim.
Perguruan tinggi harus ditopang tata kelola, budaya akademik, dan integritas, bukan sekadar biaya kuliah.
Pemberantasan judi online harus menyasar seluruh ekosistem, termasuk rekening penampung dan penegakan hukum.
Kemkomdigi telah memutus akses 3,7 juta situs dan konten judi online sejak Oktober 2024. Sebanyak 32.500 rekening juga ditutup.
Komdigi mengesahkan hasil seleksi frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz. XLSMART unggul di 700 MHz, Telkomsel teratas di 2,6 GHz.