China Waspadai Bencana Susulan Usai Banjir Nepal-Tibet
China mewaspadai bencana susulan setelah banjir Nepal-Tibet. Ratusan korban masih hilang dan ancaman danau glasial terus dipantau.
Ilustrasi spons dapur/JIBI-Bisnis Indonesia
Harianjogja.com, JAKARTA-Ada ratusan bakteri yang ditemukan dalam celah spons di dapur untuk membersihkan alat makan. Siapa yang menyangka?
Ternyata, spons dapur menjadi salah satu barang paling tidak higienis. Dalam studi yang diterbitkan Scientific Reports pada 2017, tim peneliti dari Jerman menganalisis kuman spons dapur dan menemukan ada 362 jenis bakteri yang bersembunyi di celah-celah spons.
Dilansir dari Antara, Senin (30/4/2018), terdapat hingga 45 miliar bakteri per sentimeter (cm) persegi. Jumlah ini sama dengan jumlah yang ditemukan dalam sampel kotoran manusia.
Bila dihitung, maka ada hampir 5,5 triliun bakteri yang berdiam di sekitar benda yang digunakan untuk membersihkan perangkat makan itu.
Kendati demikian, tim peneliti tak menemukan bakteri jahat seperti Escherichia coli (E.coli) di dalam spons dapur. Namun, tetap ada potensi bakteri yang berbahaya untuk kesehatan tubuh.
"Ini 1-2 kali lipat lebih banyak dari yang awalnya kami perkirakan," ungkap Markus Egert, profesor mikrobiologi di Furtwangen University, yang memimpin penelitian.
Ketika dia dan timnya memvisualisasikan bakteri di bawah mikroskop, mereka bahkan menemukan hal yang mengkhawatirkan.
"Tidak ada yang pernah melihat bakteri berdiam di dalam spons. Satu masalah yang kita miliki dengan bakteri dan mikroba adalah kita tidak dapat melihatnya. Jika Anda tidak melihatnya, Anda tidak akan percaya mereka ada di sana," tutur Egert.
Lalu, benda apa yang harus digunakan untuk mencuci piring? Anda bisa menggunakan sikat plastik atau silikon sebagai alternatif.
Sikat cenderung tetap kering ketika tidak digunakan dan benda ini tidak memiliki celah atau lubang-lubang sebanyak spons, yang menjadi sarang bakteri. Selain itu, kotoran pada sikat bisa terlihat dengan mudah dan benda ini pun gampang dibersihkan.
"Anda bisa memposisikan sikat dalam keadaan berdiri atau menggantungnya agar tetap kering," terang Carolyn Forte, direktur sebuah perusahaan peralatan rumah tangga dan laboratorium produk pembersih di New York City, AS, kepada Time.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia/Antara
China mewaspadai bencana susulan setelah banjir Nepal-Tibet. Ratusan korban masih hilang dan ancaman danau glasial terus dipantau.
Lebih dari 100 perusahaan meminta pertahanan siber diperkuat menghadapi ancaman AI yang dapat menyasar rumah sakit, pengolahan air, dan infrastruktur internet.
Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono mendorong keluarga kader menjadi kekuatan partai menghadapi verifikasi 2027 dan Pemilu 2029.
Penjualan BYD turun 15,72% pada semester I 2026, tetapi ekspor melonjak 67,8% menjadi 792.000 unit di tengah persaingan pasar China.
Saham Unitree Robotics melonjak 629% saat debut di Shanghai dan membuat kekayaan Wang Xingxing mencapai US$16 miliar. Namun, sahamnya kemudian anjlok.
Meta sepakat membayar hingga US$18 miliar dalam kasus kecanduan media sosial. Instagram dan Facebook kini wajib memperketat aturan bagi remaja.