Sebaiknya Jangan Buatkan Akun Medsos untuk Anak 13 Tahun ke Bawah

Yoseph Pencawan
Yoseph Pencawan Sabtu, 21 April 2018 08:35 WIB
Sebaiknya Jangan Buatkan Akun Medsos untuk Anak 13 Tahun ke Bawah

Ilustrasi Media Sosial/JIBI-Bisnis Indonesia-Botswanayouth

Harianjogja.com, JAKARTA-Banyak orang tua yang merasa keren telah membuatkan akun media sosial bagi anak-anaknya yang masih di bawah usia 13 tahun. Bahkan masih bayi telah ada akun media sosialnya. Tetapi sebenarnya apa kata psikolog soal ini?

Ada anggapan bahwa penggunaan media sosial oleh anak-anak berusia 13 tahun ke bawah bisa mendatangkan beberapa manfaat, seperti sebagai sarana berinteraksi dengan individu lain, mengembangkan minat, mengerjakan tugas bareng atau mengekspose karya sendiri.

Kemudian si anak tetap bisa terhubung dengan teman dan keluarga yang jauh, dia juga bisa mengembangkan hubungan sosial yang baru dengan teman sebaya serta mempunyai kesempatan baru untuk belajar.

Namun bagi psikolog asal Jakarta, Carla Adi Pramono, dirinya belum menemukan manfaat penggunaan media sosial bagi anak-anak berusia 13 tahun ke bawah.

"Pada masa lahir sampai balita, orang tua masih menjadi hal yang terpenting bagi anak, bukan pertemanan," ujarnya, belum lama ini.

Menurut dia, media sosial merupakan sarana untuk bersosialisasi, sedangkan pada usia 13 tahun ke bawah, anak-anak sudah mendapatkannya langsung dari diri orang tuanya dan individu lain di dalam keluarga atau mereka yang masih memiliki hubungan kekerabatan.

Namun dia juga melihat masih banyak orang tua di Indonesia yang memfasilitasi anaknya membuat, memiliki dan menggunakan media sosial.

Dia menyayangkan hal tersebut. Hal itu dinilainya tidak perlu dilakukan meskipun dengan alasan yang paling sederhana sekalipun seperti untuk membagikan foto atau hanya sebagai sarana untuk berpromosi.

Bila orang tua sangat menginginkan memiliki dan menggunakan media sosial, belum waktunya melibatkan anak mereka yang belum cukup umur.

Perkembangan anak-anak berusia 13 tahun ke bawah, jelasnya, masih pada seputar aspek motorik kasar dan motorik halus, sampai dengan pertengahan sekolah dasar.

Anak-anak pada usia tersebut justru harus lebih banyak berkegiatan secara aktif dibandingkan dengan memperhatikan newsfeed pada media sosial.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online