Kepala BNPB Minta Maaf soal Pernyataan Karhutla Berjalan Normal
Kepala BNPB Suharyanto meminta maaf dan mengklarifikasi pernyataan soal aktivitas masyarakat tetap normal di tengah karhutla dan kabut asap.
Kekerasan - Ilustrasi
Harianjogja.com, JAKARTA—Psikolog Universitas Gadjah Mada (UGM) Novi Poespita Candra menegaskan kematangan emosi orang tua menjadi kunci utama mencegah kekerasan terhadap anak sejak usia dini.
Novi menegaskan, kematangan emosional idealnya sudah terbentuk jauh sebelum seseorang menikah dan memiliki anak.
“Seseorang yang siap jadi orang tua itu harus mampu mengelola dan meregulasi emosinya dengan baik. Secara sosial, ia juga mampu berkomunikasi dalam berbagai situasi dan membangun relasi yang sehat,” kata Novi, Rabu (17/12/2025).
Novi mengatakan, indikator psikologis seseorang siap menjadi orang tua dapat dilihat dari kematangan emosional, kognitif, dan sosial yang tecermin dalam perilaku sehari-hari.
Adapun kematangan emosional apabila seseorang memiliki kemampuan untuk mengelola respons emosinya secara stabil dan terukur.
Ia juga mengingatkan bahwa kemampuan mengelola emosi orang tua sangat berpengaruh terhadap risiko kekerasan pada anak, terutama pada usia 0–7 tahun.
Pada rentang usia tersebut, anak belajar secara bawah sadar dari apa yang mereka lihat, dengar, dan rasakan dari orang-orang terdekat, khususnya orang tua.
Novi menyebut proses tersebut dikenal sebagai teori "social learning", di mana anak belajar meniru perilaku orang terdekat secara tidak sadar.
“Anak belajar mengenal emosi dan cara mengelolanya dari orang tuanya. Jika orang tua mampu mengelola emosi dengan baik, anak akan meniru hal yang sama, begitu pula sebaliknya,” ujarnya.
Selanjutnya secara kognitif, individu tersebut mampu berpikir seimbang antara rasional dan intuitif dalam mengambil keputusan serta mampu menghadapi persoalan secara kompleks.
Kemudian secara sosial, seseorang sudah mampu melakukan komunikasi dengan berbagai situasi dan kondisi sesuai konteks serta membangun relasi yang baik.
Lebih lanjut, ia menyebutkan tanda-tanda stres berat pada orang tua yang berpotensi membahayakan anak, antara lain munculnya agresivitas pasif seperti menarik diri, diam, dan memutus komunikasi, maupun agresivitas aktif berupa kekerasan verbal dan fisik.
Oleh karena itu, Novi menilai edukasi dan pendampingan parenting sangat penting dan sebaiknya dimulai sejak dini, termasuk melalui pendidikan emosi sosial di sekolah.
Selain itu, persiapan menjadi orang tua sebelum menikah serta pengenalan terhadap respons pasangan saat menghadapi tekanan juga dinilai penting sebagai langkah pencegahan kekerasan terhadap anak.
"Pendidikan menjadi orangtua sebelum menikah dengan melakukan cek pada perilaku pasangan atau calon pasangan, terutama ketika menghadapi situasi tidak biasa. Bagaimana reaksinya? Itu sangat penting," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kepala BNPB Suharyanto meminta maaf dan mengklarifikasi pernyataan soal aktivitas masyarakat tetap normal di tengah karhutla dan kabut asap.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, Eko Suwanto, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.
Sertifikat tanah elektronik menghubungkan data pemegang hak dengan NIK dan bidang tanah dengan nomor identifikasi elektronik.
BSU Rp600.000 Oktober 2026 belum diumumkan pemerintah. Simak syarat BSU tahun lalu dan cara cek status melalui situs resmi Kemnaker.
Rumah duka Guruh Soekarnoputra di Jakarta dipadati pelayat dan karangan bunga setelah maestro seni itu wafat pada usia 73 tahun.
Sebanyak 193 karya dari 131 seniman difabel dipamerkan dalam Suluh Sumurup Art Festival 2026 di Galeri Taman Budaya Yogyakarta (TBY).