Monkey Malaria Mengintai, IDAI Ungkap Gejala Beratnya
IDAI mengingatkan bahaya monkey malaria yang menular lewat nyamuk dari monyet ke manusia dan bisa memicu infeksi berat hingga kematian.
Ilustrasi pengering tangan di toilet./Newswire
Harianjogja.com, LONDON—Alat pengering tangan di toilet-toilet umum biasanya dipasang sebagai upaya mengurangi sampah kertas tisu, agar lebih ramah lingkungan. Sayangnya, alat pengering tangan yang kita anggap bersih ini ternyata membuat bakteri sampah manusia (feses dan urine) tersebar.
Sebuah penelitian terbaru di Universitas Connceticut, Amerika Serikat, baru-baru ini menunjukkan bakteri sampah manusia justru bisa tersebar luas ketika menggunakan pengering tangan. Bagaimana itu bisa terjadi? Begini kronologinya.
Toilet umum biasanya menggunakan penyiram otomatis, yang ketika penutup kloset tidak ditutup saat menyiram, maka bakteri dari feses bisa tersebar di udara. Di dalam toilet yang cenderung tak ada aliran udara ke luar, bakteri itu tersedot ke dalam pengering tangan.
Saat digunakan, bakteri yang tersimpan di dalamnya menyembur kembali. Bayangkan, ketika mengeringkan tangan, justru sebenarnya Anda sedang tersembur bakteri feses atau urine yang disimpan mesin pengering tangan.
Seperti dilansir The Independent, hasil penelitian ini dipublikasi di Applied and Environmental Microbiology. Tim dari Universitas Connecticut membagi penelitian di toilet perempuan dan lelaki. Mereka menggunakan piringan untuk mengumpulkan bakter dari pengering tangan. Hasilnya, bakteri-bakteri itu dipastikan bisa bikin perut Anda mulas.
Sebuah piring mereka pasang di bawah pengering tangan selama 30 detik, hasilnya ada sekitar 18-60 bakteri. Dan piring itu diletakkan berjauhan dari pengering tangan di dalam toilet, saat pengering tangan bekerja, dalam 20 menit ada sekitar 15-20 koloni bakteri terkumpul. Masih yakin berlama-lama di toilet? Masih mau menggunakan pengering tangan?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
IDAI mengingatkan bahaya monkey malaria yang menular lewat nyamuk dari monyet ke manusia dan bisa memicu infeksi berat hingga kematian.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit melantik Kalemdiklat Polri, lima kapolda baru, dan satu pejabat utama Mabes Polri di Jakarta.