Kisah Timbul Sopir Becak Jadi Korban Carut Marut Data BPS, Desil 1 Berubah Jadi 9
Desil keluarga warga Kulon Progo naik dari 1 ke 9. BPS DIY menjelaskan cara penentuan desil dan mengapa desil bukan ukuran mutlak kemiskinan.
Ilustrasi pengering tangan di toilet./Newswire
Harianjogja.com, LONDON—Alat pengering tangan di toilet-toilet umum biasanya dipasang sebagai upaya mengurangi sampah kertas tisu, agar lebih ramah lingkungan. Sayangnya, alat pengering tangan yang kita anggap bersih ini ternyata membuat bakteri sampah manusia (feses dan urine) tersebar.
Sebuah penelitian terbaru di Universitas Connceticut, Amerika Serikat, baru-baru ini menunjukkan bakteri sampah manusia justru bisa tersebar luas ketika menggunakan pengering tangan. Bagaimana itu bisa terjadi? Begini kronologinya.
Toilet umum biasanya menggunakan penyiram otomatis, yang ketika penutup kloset tidak ditutup saat menyiram, maka bakteri dari feses bisa tersebar di udara. Di dalam toilet yang cenderung tak ada aliran udara ke luar, bakteri itu tersedot ke dalam pengering tangan.
Saat digunakan, bakteri yang tersimpan di dalamnya menyembur kembali. Bayangkan, ketika mengeringkan tangan, justru sebenarnya Anda sedang tersembur bakteri feses atau urine yang disimpan mesin pengering tangan.
Seperti dilansir The Independent, hasil penelitian ini dipublikasi di Applied and Environmental Microbiology. Tim dari Universitas Connecticut membagi penelitian di toilet perempuan dan lelaki. Mereka menggunakan piringan untuk mengumpulkan bakter dari pengering tangan. Hasilnya, bakteri-bakteri itu dipastikan bisa bikin perut Anda mulas.
Sebuah piring mereka pasang di bawah pengering tangan selama 30 detik, hasilnya ada sekitar 18-60 bakteri. Dan piring itu diletakkan berjauhan dari pengering tangan di dalam toilet, saat pengering tangan bekerja, dalam 20 menit ada sekitar 15-20 koloni bakteri terkumpul. Masih yakin berlama-lama di toilet? Masih mau menggunakan pengering tangan?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Desil keluarga warga Kulon Progo naik dari 1 ke 9. BPS DIY menjelaskan cara penentuan desil dan mengapa desil bukan ukuran mutlak kemiskinan.
Redaksi kembali menghadirkan rangkuman Top Ten News Harianjogja.com edisi Sabtu (29/8/2026) yang merangkum isu paling hangat dan strategis
PSG bangkit dari ketertinggalan 0-2 untuk menahan Lille 2-2. Calvin Verdonk dimainkan pada menit ke-80 dalam laga Ligue 1 2026/27.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian 29 Agustus 2026 lengkap dengan harga jual dan buyback terbaru.
Iran dan Oman menyepakati rute pelayaran Selat Hormuz. Iran siap membuka kembali jalur itu jika AS memenuhi komitmen nota kesepahaman.
Danantara menyoroti rencana pengalihan dividen Rp120 triliun ke APBN dan meminta investasi jangka panjang tetap menjadi perhatian.