59 Persen Publik Indonesia Tidak Percaya Polisi, Tertinggi di 31 Negara

Jumali
Jumali Selasa, 03 November 2026 10:27 WIB
59 Persen Publik Indonesia Tidak Percaya Polisi, Tertinggi di 31 Negara

Ilustrasi mobil patroli polisi./Antara

Harianjogja.com, JOGJA—Indonesia menempati posisi pertama sebagai negara dengan tingkat ketidakpercayaan publik terhadap polisi tertinggi dalam survei lintas negara pada 2026. Sebanyak 59% responden di Indonesia menyatakan tidak percaya terhadap institusi kepolisian.

Temuan tersebut berdasarkan riset Ipsos yang dipublikasikan Algo Research. Survei yang berlangsung pada Juni hingga Juli 2026 itu mengukur persepsi masyarakat terhadap kepolisian di 31 negara. Hasilnya menunjukkan tingkat ketidakpercayaan responden Indonesia lebih tinggi dibandingkan negara-negara lain yang masuk dalam penelitian.

Afrika Selatan menempati posisi kedua dengan persentase 55%, disusul Peru sebesar 54%. Selisih antara Indonesia dan Afrika Selatan mencapai empat poin persentase. Sementara itu, Meksiko berada di urutan keempat dengan 52%, sedangkan Argentina menempati posisi kelima dengan 46%.

Daftar 10 Negara dengan Ketidakpercayaan Tertinggi terhadap Polisi

Mengutip data Ipsos 2026 yang dilansir Algo Research, berikut 10 negara dengan persentase ketidakpercayaan publik terhadap polisi tertinggi:

  1. Indonesia: 59%

  2. Afrika Selatan: 55%

  3. Peru: 54%

  4. Meksiko: 52%

  5. Argentina: 46%

  6. Kolombia: 40%

  7. Polandia: 39%

  8. Rumania: 38%

  9. Chile: 36%

  10. Brasil: 36%

Dari daftar tersebut, Indonesia menjadi satu-satunya negara Asia yang masuk dalam 10 besar. Sementara itu, negara-negara Amerika Latin mendominasi daftar dengan enam negara, yakni Peru, Meksiko, Argentina, Kolombia, Chile, dan Brasil.

Dua negara Eropa juga masuk dalam daftar tersebut. Polandia mencatat tingkat ketidakpercayaan sebesar 39%, sedangkan Rumania sebesar 38%. Adapun Chile dan Brasil sama-sama mencatat persentase 36%.

Tingginya angka ketidakpercayaan di Indonesia menunjukkan bahwa lebih dari separuh responden yang mengikuti survei menyatakan tidak percaya terhadap kepolisian. Temuan ini menjadi gambaran persepsi publik terhadap institusi tersebut dalam periode penelitian, yakni Juni hingga Juli 2026.

Survei Menggambarkan Persepsi Masyarakat

Meski menempatkan Indonesia di urutan teratas, hasil survei ini perlu dibaca sesuai ruang lingkup pengukurannya. Angka 59% menunjukkan proporsi responden Indonesia yang menyatakan tidak percaya kepada polisi, bukan penilaian langsung terhadap seluruh aspek kinerja kepolisian.

Dengan demikian, data tersebut menggambarkan persepsi responden yang mengikuti survei pada periode Juni hingga Juli 2026. Hasilnya tidak dapat secara otomatis dijadikan kesimpulan bahwa kualitas atau kinerja kepolisian di Indonesia paling buruk dibandingkan negara lain.

Penilaian terhadap kinerja institusi kepolisian membutuhkan indikator dan data lain, selain tingkat kepercayaan publik. Faktor seperti pelayanan, penegakan hukum, profesionalisme, dan pengalaman masyarakat juga perlu dilihat melalui data atau penelitian tersendiri.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online