Spider-Man Brand New Day Dekati Rekor Star Wars

Jumali
Jumali Senin, 07 September 2026 22:57 WIB
Spider-Man Brand New Day Dekati Rekor Star Wars

Spider-Man Brand New Day/Imdb

Harianjogja.com, JOGJA—Dominasi Spider-Man: Brand New Day di box office Amerika Utara belum berhenti. Film yang dibintangi Tom Holland itu kembali menjadi film terlaris pada akhir pekan keenam penayangannya dan kini semakin dekat dengan rekor pendapatan domestik sepanjang masa.

Pada akhir pekan 4–6 September 2026, Spider-Man: Brand New Day diperkirakan meraup US$18 juta dari bioskop Amerika Serikat dan Kanada. Capaian tersebut membuat film produksi Sony dan Marvel tetap berada di posisi pertama untuk enam pekan berturut-turut.

Angka tersebut belum memasukkan pendapatan tambahan pada Senin (7/9) yang merupakan hari libur Labor Day di Amerika Serikat. Sony memperkirakan film tersebut memperoleh sekitar US$23,3 juta sepanjang periode empat hari libur.

Jika proyeksi itu terealisasi, total pendapatan domestik Spider-Man: Brand New Day akan berada di kisaran US$923 juta. Berdasarkan data Box Office Mojo, angka aktual yang tercatat kemudian mencapai sekitar US$923,06 juta.

Tinggal Sedikit Lagi Menuju Rekor Star Wars

Pencapaian tersebut membuat Spider-Man: Brand New Day semakin dekat dengan rekor yang selama ini ditempati Star Wars: The Force Awakens.

Film Star Wars yang dirilis pada 2015 itu mengakhiri penayangan domestiknya dengan pendapatan sekitar US$936,7 juta tanpa memperhitungkan inflasi. Artinya, Spider-Man: Brand New Day masih membutuhkan sekitar US$13,6 juta lagi untuk melewati capaian tersebut berdasarkan total sekitar US$923,1 juta.

Dengan demikian, klaim bahwa film tersebut sudah memecahkan rekor pada akhir pekan keenam belum tepat. Yang terjadi adalah Spider-Man: Brand New Day berada dalam posisi sangat dekat dengan rekor dan masih memiliki peluang untuk mengambil alih posisi teratas jika tetap memperoleh pemasukan dari pekan-pekan berikutnya.

Film tersebut juga telah melewati sejumlah pencapaian penting. Sebelumnya, Spider-Man: Brand New Day menjadi film kedua dalam sejarah yang menembus US$900 juta di pasar domestik Amerika Utara. Film itu mencapai tonggak tersebut dalam waktu 36 hari, lebih cepat daripada Star Wars: The Force Awakens yang membutuhkan 50 hari.

Enam Pekan di Puncak

Kekuatan lain yang membuat performa Spider-Man: Brand New Day menonjol adalah kemampuannya bertahan di posisi pertama selama enam pekan berturut-turut.

Menurut Associated Press, pencapaian tersebut menjadikan film Spider-Man terbaru itu sebagai film kedua pada dekade ini yang mampu memimpin box office domestik selama enam pekan tanpa terputus. Film yang masih memiliki catatan lebih panjang adalah Avatar: The Way of Water, yang berada di posisi pertama selama tujuh akhir pekan berturut-turut pada 2022.

Posisi teratas Spider-Man: Brand New Day juga terbantu oleh relatif minimnya film baru yang mampu memberikan persaingan kuat selama libur Labor Day. Dua film yang melakukan debut akhir pekan tersebut, By Any Means dan Onslaught, tidak mampu menggoyahkan posisi film superhero itu.

By Any Means berada di posisi keempat dengan pendapatan US$7,4 juta pada periode Jumat hingga Minggu. Film yang dibintangi Yahya Abdul-Mateen II dan Mark Wahlberg itu diproyeksikan memperoleh US$9,2 juta selama empat hari libur.

Sementara itu, Onslaught justru hanya memperoleh US$1,9 juta dari 1.918 bioskop pada akhir pekan tiga hari dan diproyeksikan mencapai US$2,3 juta hingga Senin. Film produksi A24 tersebut berada di luar lima besar box office.

The Odyssey Tetap di Posisi Kedua

Di belakang Spider-Man: Brand New Day terdapat The Odyssey. Film arahan Christopher Nolan itu meraih US$13 juta pada akhir pekan keenam dan tetap berada di posisi kedua box office domestik.

The Odyssey telah mengumpulkan sekitar US$584,8 juta di pasar domestik berdasarkan data box office terbaru. Secara global, film tersebut telah mencapai sekitar US$1,63 miliar, dengan lebih dari US$1 miliar berasal dari pasar internasional.

Posisi ketiga ditempati Coyote vs. Acme dengan US$11,3 juta pada pekan kedua. Film hybrid live-action dan animasi tersebut telah mengumpulkan sekitar US$33,8 juta di pasar domestik.

Coyote vs. Acme menjadi salah satu kejutan di tengah persaingan box office. Film itu diproduksi Warner Bros. dengan biaya sekitar US$70 juta sebelum hak distribusinya diambil alih Ketchup Entertainment dengan nilai sekitar US$50 juta.

Sementara itu, Insidious: Out of the Further menempati posisi kelima dengan pendapatan US$6,5 juta pada akhir pekan ketiga. Film tersebut berada di bawah By Any Means dalam daftar lima besar domestik periode tersebut.

Musim Panas Hollywood Menunjukkan Pemulihan

Performa Spider-Man: Brand New Day berlangsung bersamaan dengan musim panas yang relatif kuat bagi industri bioskop Amerika Utara.

Rentrak mencatat pendapatan box office domestik mencapai sekitar US$4,6 miliar hingga 31 Agustus 2026. Angka tersebut naik 26,1% dibandingkan periode yang sama pada 2025 dan hanya sedikit berada di bawah capaian musim panas 2013.

Rentrak kemudian memproyeksikan total musim panas 2026, termasuk periode Labor Day, mencapai US$4,759 miliar. Jika terealisasi, angka itu akan sedikit melewati rekor nominal US$4,758 miliar yang dicatat pada musim panas 2013.

Namun, angka tersebut tidak berarti jumlah penonton sudah kembali menyamai masa sebelum pandemi. AP mencatat bahwa setelah memperhitungkan inflasi dan kenaikan harga tiket, jumlah penerimaan penonton masih berada di bawah level sebelum pandemi.

Kesuksesan musim panas juga tidak hanya ditopang film superhero. The Odyssey, Toy Story 5, The Devil Wears Prada 2, serta film dengan bujet lebih kecil seperti Obsession dan Backrooms ikut memberikan kontribusi terhadap kuatnya pasar bioskop.

Dengan capaian tersebut, Spider-Man: Brand New Day kini memasuki fase penting dalam perjalanan box office-nya. Film itu sudah menjadi salah satu film dengan pendapatan domestik terbesar dalam sejarah dan tinggal membutuhkan tambahan pemasukan untuk menyalip rekor Star Wars: The Force Awakens.

Pada saat yang sama, enam pekan di posisi pertama menunjukkan bahwa daya tahan film tersebut di bioskop masih sangat kuat. Tantangan berikutnya adalah mempertahankan pemasukan setelah musim panas berakhir sekaligus memastikan apakah laba-laba Marvel itu benar-benar mampu merebut posisi pertama dalam daftar film dengan pendapatan domestik terbesar sepanjang masa.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online