Abu Vulkanik Masuk Makanan dan Air, Ini Risikonya
Abu vulkanik dapat mencemari makanan dan air serta berdampak pada kesehatan. Kenali risiko dan cara mengurangi paparannya.
Katon Bagaskara/Antara
Harianjogja.com, JOGJA— Katon Bagaskara mengaku masih tertahan di Bandara Internasional Cointrin Jenewa, Swiss, setelah maskapai Etihad Airways tidak mengizinkannya melakukan check-in untuk penerbangan menuju Abu Dhabi pada Senin (7/9/2026).
Katon menyebut persoalan itu terjadi ketika dirinya hendak kembali ke Indonesia melalui Abu Dhabi. Penerbangannya kemudian terkendala karena Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, masih terdampak penutupan akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Menurut Katon, pihak Etihad mempertanyakan kemungkinan dirinya tidak memiliki visa yang diperlukan untuk masuk atau transit di Abu Dhabi apabila perjalanan ke Indonesia tidak dapat dilanjutkan sesuai rencana.
Musisi tersebut kemudian meminta bantuan perwakilan Indonesia di Swiss dan Abu Dhabi untuk mencari solusi atas persoalan yang dihadapinya.
"Halo guys, gue mau kasih tahu gue terdampar di Geneva Airport. Harusnya gue harus berangkat ke Abu Dhabi, transit di sana, baru ke Cengkareng," kata Katon dalam unggahan di media sosial pada Senin (7/9).
"Tapi pihak Etihad tidak mengizinkan gue berangkat karena mungkin mereka ada keraguan kalau di Abu Dhabi gue jadi ngerepotin, enggak dapat visa transit," lanjutnya.
Katon mengatakan dirinya telah menghubungi KBRI di Jenewa dan Abu Dhabi. Namun, ia mengaku belum memperoleh kepastian mengenai langkah yang akan diambil maskapai tersebut.
"Nah, KBRI lagi dikontak-kontak. KBRI Geneva, maupun KBRI di Abu Dhabi. Semoga ada segera solusi karena Etihad sendiri masih tetap buang badan dan enggak kasih kabar. Kita suruh tunggu satu jam," kata Katon.
Bandara Soekarno-Hatta Terdampak Abu Vulkanik
Gangguan perjalanan Katon terjadi di tengah dampak erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap penerbangan di Indonesia.
BMKG pada Senin (7/9) menyatakan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau berdampak langsung terhadap operasional sejumlah bandara. Hingga pagi hari, delapan bandara di Jawa dan Sumatra dilaporkan terdampak penutupan sementara.
Bandara Soekarno-Hatta termasuk fasilitas penerbangan yang terdampak. Penutupan dilakukan sebagai langkah mitigasi keselamatan penerbangan karena keberadaan abu vulkanik di ruang udara dan area bandara.
Kondisi tersebut turut membuat perjalanan udara dari dan menuju Jakarta terganggu. Data pengelola Bandara Soekarno-Hatta pada Senin menunjukkan ratusan penerbangan terdampak, mencakup penerbangan domestik, internasional, hingga kargo.
Pada perkembangan terbaru, status penutupan Bandara Soekarno-Hatta kembali diperbarui. AirNav Indonesia menyatakan bandara masih berstatus closed akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, dengan estimasi pembukaan kembali pada pukul 23.59 WIB, Senin (7/9).
Situasi tersebut menjelaskan mengapa perjalanan Katon yang seharusnya berlanjut dari Abu Dhabi menuju Cengkareng menjadi tidak pasti.
Katon Panik karena Tiket dan Visa Swiss
Selain persoalan penerbangan, Katon mengaku kebingungan karena informasi yang muncul di situs penerbangan tidak sejalan dengan informasi yang diterimanya dari petugas maskapai di bandara.
Dalam kolom komentar unggahannya, Katon mengatakan jadwal penerbangan di situs masih menunjukkan keberangkatan pada hari yang sama. Kondisi itu membuat dirinya bersama kru yang ikut dalam perjalanan merasa panik.
"di webnya tetap tertulis normal harus take off hari ini" tulis Katon.
Ia kemudian meminta bantuan orang-orang yang memiliki koneksi dengan Etihad Airways di Indonesia untuk mencari kepastian mengenai penerbangannya.
"Tolong teman-teman yang ada koneksi di Etihad Indonesia, mohon bantuannyaa ya.. Ini bagaimana ya? tiketku hangus? Visa Swiss juga mesti di-extend kan perlu bukti supaya bisa dapat solusi," tulis Katon.
"PLIS DONG TEMAN-TEMAN BANTUIN YA."
Katon juga menyampaikan bahwa persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan jadwal penerbangan. Jika dirinya harus memperpanjang masa tinggal di Swiss, ia membutuhkan kepastian dan bukti terkait kondisi penerbangannya.
Katon ada di Swiss sejak akhir Agustus 2026 untuk mengikuti agenda pertunjukan musik. Ia tampil dalam acara yang digelar di Bern pada 30 Agustus 2026. Informasi penyelenggaraan Festival Indonesia 2026 mencatat Katon Bagaskara sebagai salah satu pengisi acara musik di Swiss pada 28-30 Agustus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Abu vulkanik dapat mencemari makanan dan air serta berdampak pada kesehatan. Kenali risiko dan cara mengurangi paparannya.
Huawei Mate XT2 resmi meluncur dengan chip Kirin 9050 Pro dan harga hingga Rp65,7 juta. Penjualan dimulai 12 September 2026.
Tren baju sekali pakai untuk liburan di China viral. Murah dan praktis, tetapi memicu kekhawatiran soal sampah tekstil.
IBI DIY memiliki 4.258 anggota. Pada HUT ke-75, bidan menegaskan komitmen memperkuat kesehatan ibu, bayi, dan generasi emas 2045.
Mobil terkena abu vulkanik Anak Krakatau? Simak cara membersihkan bodi, kaca, filter udara, rem, dan mesin agar tidak cepat rusak.
DPRD Gunungkidul mendorong RTRW baru untuk memangkas ketimpangan pembangunan antarkapanewon, termasuk akses jalan, air bersih, listrik, dan investasi.