Kejagung Periksa 3 Saksi dalam Kasus TPPU Febrie Adriansyah
Kejagung memeriksa tiga saksi dalam kasus dugaan TPPU Febrie Adriansyah, terdiri atas satu pihak swasta dan dua saksi perbankan.
Foto ilustrasi sumber zat besi. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Asupan zat besi anak Indonesia masih berada di bawah kebutuhan yang direkomendasikan. Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Rini Sekartini mengatakan rata-rata konsumsi zat besi anak baru mencapai 65,8 persen dari Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang disarankan.
Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian karena zat besi merupakan salah satu zat gizi mikro yang berperan penting dalam proses tumbuh kembang anak. Selain mendukung perkembangan tubuh, kecukupan zat besi juga berkaitan dengan perkembangan sistem saraf dan fungsi kognitif.
Rini mengatakan masih banyak orang tua yang belum memahami pentingnya memenuhi kebutuhan zat besi anak. Kekurangan zat besi juga masih kerap dianggap bukan sebagai persoalan yang perlu menjadi prioritas.
"Kekurangan zat besi akan sangat memengaruhi daya pikir yang dapat berdampak pada fokus dan memori belajar, terutama pada anak di atas usia 5 tahun," ujar Ahli Tumbuh Kembang Pediatri Sosial Anak itu.
Asupan Zat Besi Anak Masih Jauh dari Rekomendasi
Rini merujuk pada penelitian terbaru South East Asian Nutrition Survey II (SEANUTS II) Indonesia yang menunjukkan sebagian besar anak Indonesia belum memenuhi asupan zat besi sesuai rekomendasi.
Dalam penelitian tersebut, rata-rata konsumsi asupan zat besi anak Indonesia hanya mencapai 65,8 persen dari AKG yang disarankan. Artinya, pemenuhan kebutuhan zat besi menjadi salah satu aspek nutrisi anak yang masih perlu mendapat perhatian.
Selain persoalan asupan, Rini menyoroti anemia defisiensi besi yang sering kali tidak terdeteksi sejak dini. Padahal, kondisi tersebut dapat berpengaruh terhadap fungsi kognitif, energi, hingga daya tahan tubuh anak.
"Anemia defisiensi besi merupakan kondisi yang dapat berdampak jangka panjang terhadap perkembangan anak jika tidak ditangani secara tepat," katanya.
Karena itu, Rini menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran mengenai deteksi dini serta intervensi yang tepat. Langkah tersebut diperlukan agar kekurangan zat besi tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih berat.
Deteksi Dini Kekurangan Zat Besi
Menurut Rini, skrining sejak dini dapat membantu mengidentifikasi risiko kekurangan zat besi sebelum kondisi tersebut berkembang lebih jauh.
Skrining dapat dilakukan melalui pendekatan noninvasif, termasuk pemantauan hemoglobin atau evaluasi asupan zat besi. Pemeriksaan dan pemantauan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya untuk mengetahui risiko kekurangan zat besi lebih awal.
Selain skrining, pemenuhan kebutuhan nutrisi melalui pola makan juga menjadi perhatian. Rini mengatakan penambahan susu pertumbuhan yang terfortifikasi zat besi sesuai rekomendasi tenaga kesehatan dapat membantu mencegah kekurangan zat besi.
"Studi menunjukkan bahwa pendekatan ini dapat membantu mendukung status gizi dan tumbuh kembang anak secara berkelanjutan," ujarnya.
Nutrisi dan Perkembangan Otak Anak
Perhatian terhadap kecukupan nutrisi anak juga disampaikan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar. Menurutnya, kesehatan otak dan perkembangan kognitif anak perlu dipandang sebagai investasi strategis sejak periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
"Periode 1.000 HPK paling menentukan bagi kualitas kesehatan, kecerdasan, dan produktivitas seseorang di masa depan," kata Taruna.
Ia menjelaskan perkembangan anak pada periode tersebut sangat dipengaruhi kecukupan nutrisi. Pada saat yang sama, kemampuan otak untuk terus berkembang melalui mekanisme neuroplastisitas juga menjadi faktor penting dalam perkembangan anak.
Taruna turut menyoroti hubungan antara saluran cerna dan otak melalui gut-brain axis. Menurut dia, keseimbangan mikrobiota usus berperan dalam menjaga sistem imun sekaligus mendukung pematangan fungsi otak pada masa awal kehidupan.
Dengan demikian, perhatian terhadap nutrisi anak tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan fisik. Kecukupan gizi juga berkaitan dengan perkembangan otak, sistem imun, serta kemampuan kognitif sejak masa awal kehidupan.
IDAI Dorong Pelayanan Anak Berbasis Bukti
Ketua Umum PP IDAI Piprim Basarah Yanuarso mengatakan perkembangan ilmu pengetahuan perlu diterjemahkan menjadi pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi anak-anak Indonesia.
Dalam forum tersebut, para dokter anak memperbarui pengetahuan mengenai growth faltering, precision biotics, tata laksana alergi, serta pentingnya deteksi dini dan penanganan defisiensi besi.
Piprim menilai pembaruan pengetahuan tersebut penting agar perkembangan ilmu kedokteran dapat diterapkan dalam pelayanan kesehatan anak.
"Sebagai organisasi profesi, IDAI akan terus berkomitmen mendukung pendidikan kedokteran berkelanjutan, penelitian dan praktik klinis berbasis bukti, demi terwujudnya pelayanan kesehatan anak yang semakin berkualitas," ujar Piprim.
Persoalan asupan zat besi pun menjadi salah satu bagian penting dalam perhatian terhadap kesehatan anak. Dengan rata-rata asupan baru mencapai 65,8 persen dari AKG yang disarankan, kesadaran mengenai pemenuhan nutrisi, deteksi dini, dan penanganan defisiensi besi menjadi hal yang perlu diperhatikan untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kejagung memeriksa tiga saksi dalam kasus dugaan TPPU Febrie Adriansyah, terdiri atas satu pihak swasta dan dua saksi perbankan.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000.