Genteng Bocor? Ini Cara Memperbaikinya Sesuai Penyebabnya

Sunartono
Sunartono Selasa, 21 Juli 2026 10:27 WIB
Genteng Bocor? Ini Cara Memperbaikinya Sesuai Penyebabnya

Foto ilustrasi genteng bocor dibuat dengan artificial intelligence.

Harianjogja.com, JOGJA—Genteng bocor tidak selalu harus langsung diganti. Penanganan yang tepat bergantung pada penyebab kerusakan, mulai dari posisi genteng yang bergeser, retak, pecah, hingga kerusakan pada bubungan atap. Dengan mengetahui sumber kebocoran sejak awal, perbaikan dapat dilakukan lebih efektif sekaligus mencegah kerusakan yang lebih besar pada plafon maupun struktur bangunan.

Sebelum melakukan perbaikan, pemilik rumah perlu memastikan lokasi kebocoran secara akurat. Pasalnya, air hujan dapat mengalir mengikuti kemiringan atap sehingga titik tetesan di dalam rumah belum tentu berada tepat di bawah genteng yang mengalami kerusakan.

Cara Menemukan Titik Kebocoran Genteng

Langkah pertama adalah memeriksa bagian bawah atap atau plafon pada siang hari. Celah yang ditembus cahaya matahari umumnya menjadi jalur masuk air saat hujan turun.

Selain itu, amati keberadaan noda kecokelatan, kayu kaso atau reng yang lembap, maupun bekas aliran air pada plafon. Tanda-tanda tersebut dapat membantu melacak sumber kebocoran dengan lebih akurat.

Perbaiki Genteng Sesuai Jenis Kerusakan

1. Genteng Bergeser atau Melorot

Genteng dapat bergeser akibat angin kencang, reng yang mulai lapuk, atau karena terinjak saat melakukan pekerjaan di atas atap.

Untuk memperbaikinya, naiklah ke atap dengan perlengkapan keselamatan yang memadai. Setelah itu, kembalikan posisi genteng ke sistem pengunci (interlock) yang benar. Jika reng sudah rusak atau lapuk, gantilah terlebih dahulu agar genteng tidak kembali bergeser.

2. Genteng Retak atau Berlubang Kecil

Perubahan cuaca ekstrem maupun benturan benda keras, seperti ranting pohon, dapat menyebabkan retakan halus pada genteng.

Bersihkan terlebih dahulu area yang retak dari debu, lumut, dan kotoran, lalu pastikan permukaannya benar-benar kering. Selanjutnya, oleskan cairan waterproofing, tempelkan serat fiber atau fiberglass mesh saat lapisan masih basah, kemudian tutup kembali menggunakan waterproofing hingga retakan tertutup sempurna.

3. Genteng Pecah

Genteng yang pecah umumnya disebabkan benturan keras atau faktor usia material yang sudah menurun.

Lepaskan genteng yang rusak secara hati-hati, kemudian ganti dengan genteng baru yang memiliki ukuran, jenis, dan merek yang sama agar sambungan tetap rapat dan tidak memunculkan celah baru.

Kebocoran pada Nok atau Bubungan Atap

Kerusakan juga dapat terjadi pada nok atau bubungan atap akibat adukan semen yang retak karena perubahan suhu dan cuaca.

Perbaikannya dilakukan dengan membongkar adukan semen yang sudah retak, membersihkan permukaan hingga bebas debu, kemudian membuat adukan baru. Bila diperlukan, tambahkan bahan additive atau bonding agent agar lebih kedap air. Setelah adukan mengering, lapisi menggunakan cat waterproofing sebagai perlindungan tambahan.

Tips Agar Atap Tidak Mudah Bocor

Beberapa langkah pencegahan dapat dilakukan agar kebocoran tidak mudah kembali terjadi, antara lain:

1. Hindari memperbaiki atap saat hujan atau ketika genteng masih basah karena permukaannya licin.

2. Gunakan tangga yang kokoh, alas kaki antiselip, serta tali pengaman apabila bekerja di atap yang tinggi.

3. Bersihkan talang air, sela-sela genteng, serta permukaan atap dari daun dan ranting secara berkala agar aliran air tetap lancar.

4. Lakukan pemeriksaan kondisi atap sedikitnya dua kali dalam setahun, terutama sebelum dan sesudah musim hujan.

5. Aplikasikan pelapis waterproofing pada area yang rawan bocor, seperti bubungan, talang, dan sambungan atap, setiap satu hingga dua tahun sesuai kondisi.

Dengan mengetahui penyebab kebocoran dan menerapkan metode perbaikan yang sesuai, kerusakan pada atap dapat ditangani lebih cepat. Langkah tersebut juga membantu menghemat biaya perbaikan sekaligus meminimalkan risiko kerusakan pada plafon maupun struktur bangunan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online