Emas Antam Tembus Rp2,65 Juta/Gram, Ini Daftar Harga Terbaru
Harga emas Antam naik jadi Rp2.655.000 per gram. Simak daftar lengkap harga emas UBS dan Galeri24 terbaru hari ini.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA — Kebiasaan kurang tidur atau begadang ternyata menyimpan risiko serius bagi kesehatan, terutama terkait gangguan neurologis dan kardiovaskular. Sayangnya, kondisi ini masih sering dianggap sepele, terutama di kalangan usia produktif.
Dikutip dari Antara Minggu (31/5/2026), Dokter ahli neurologi, Chandana R Gowda, mengungkapkan bahwa kurang tidur dapat menjadi salah satu pemicu munculnya Transient Ischemic Attack (TIA) atau yang dikenal sebagai stroke ringan. Kondisi ini terjadi akibat aliran darah ke bagian otak yang terhambat sementara.
Gejala TIA umumnya muncul secara mendadak, seperti mati rasa atau kelemahan pada satu sisi tubuh, kesulitan berbicara, penglihatan kabur, hingga kebingungan dalam waktu singkat. Meski gejalanya bisa hilang dalam hitungan menit, kondisi ini tidak boleh diabaikan karena menjadi tanda awal risiko stroke yang lebih berat di kemudian hari.
Menurut Gowda, gangguan tidur yang terjadi secara terus-menerus dapat memicu berbagai perubahan dalam tubuh. Mulai dari peningkatan hormon stres, tekanan darah yang tidak stabil, hingga meningkatnya peradangan dan gangguan metabolisme.
Kondisi tersebut pada akhirnya meningkatkan risiko terjadinya TIA dan stroke. Tidak hanya itu, kurang tidur kronis juga berkaitan erat dengan sejumlah penyakit lain seperti hipertensi, obesitas, diabetes, dan gangguan jantung.
Kebiasaan begadang juga sering memicu pola hidup tidak sehat. Orang yang kurang tidur cenderung mengonsumsi kafein berlebihan, kurang aktivitas fisik, hingga memilih makanan olahan pada malam hari. Hal ini semakin memperburuk kondisi kesehatan secara keseluruhan.
Fenomena yang kini marak terjadi adalah “penundaan tidur balas dendam” atau revenge bedtime procrastination. Banyak orang, terutama pekerja muda, memilih tetap terjaga hingga larut malam untuk menikmati waktu luang, meski harus mengorbankan waktu tidur.
Padahal, pola tersebut dapat berdampak jangka panjang pada kesehatan otak dan jantung.
Untuk mencegah risiko tersebut, Gowda menyarankan beberapa langkah sederhana namun efektif. Di antaranya menjaga jadwal tidur yang konsisten, mengurangi paparan layar setidaknya 45 menit sebelum tidur, serta menghindari konsumsi makanan berat dan kafein di malam hari.
Selain itu, rutin berolahraga, mengelola stres, serta memantau tekanan darah dan kadar kolesterol juga penting dilakukan untuk menjaga kesehatan secara menyeluruh.
Dengan perubahan gaya hidup yang tepat, risiko gangguan serius seperti stroke dapat ditekan sejak dini. Tidur yang cukup bukan sekadar kebutuhan, melainkan investasi penting untuk kesehatan jangka panjang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga emas Antam naik jadi Rp2.655.000 per gram. Simak daftar lengkap harga emas UBS dan Galeri24 terbaru hari ini.
Orang bertubuh kurus juga dapat mengalami kolesterol tinggi. Dokter spesialis jantung mengungkap empat penyebabnya, mulai dari faktor genetik, pola makan, kuran
Prabowo menyiapkan penguatan total BNN melalui regulasi, teknologi, SDM, infrastruktur, dan anggaran untuk memperkuat pemberantasan narkoba.
Jembatan Perintis Garuda di Jatisarono memangkas akses petani hingga empat kilometer dan membuka konektivitas antarpadukuhan di Kulonprogo.
Cicilan pertama Kopdes Merah Putih ke Himbara jatuh tempo pada September 2026. Pemerintah menargetkan seluruh persyaratan rampung pada Agustus.
Presiden AS Donald Trump menggelontorkan dana US$5 miliar atau sekitar Rp81 triliun untuk memperluas Genesis Mission, program AI nasional yang mempercepat penem