Dugaan Kekerasan di SMPN 18 Malang, 8 Pelajar Diperiksa
Polresta Malang Kota memeriksa delapan pelajar SMPN 18 yang diduga menjadi korban kekerasan mantan kepala sekolah berinisial MAH.
Kader posyandu menunjukkan obat cacing yang akan dibagikan di Posyandu Aster, Bandung, Jawa Barat, Kamis (3/8/2023). ANTARA FOTO/Novrian Arbi/rwa
Harianjogja.com, JOGJA— Masyarakat diingatkan agar tidak minum obat cacing hanya karena ingin mengikuti tren (Fear of Missing Out/FOMO).
Ketua Departemen Parasitologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. Elsa Herdiana Murhandarwati mengatakan mengonsumsi obat cacing tanpa indikasi medis yang jelas justru bisa mengganggu flora (bakteri baik) dalam usus, memicu resistensi, serta menimbulkan rasa aman semu. "Tentu ada dampak negatifnya, walaupun obat cacing itu aman," jelasnya, Selasa (16/9/2025)
BACA JUGA: Orang Dewasa Juga Bisa Cacingan, Waspadai Dampaknya
Dia menegaskan bahwa obat cacing tetap penting sebagai bagian dari program Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) yang dijalankan pemerintah. Melalui program itu, anak-anak usia sekolah mendapat obat cacing secara rutin satu hingga dua kali dalam setahun, tergantung pada tingkat kasus di daerah masing-masing.
Namun, ia mengingatkan bahwa upaya itu tidak akan efektif bila masyarakat mengabaikan kebersihan dan sanitasi. "Reinfeksi (tertular kembali setelah sembuh) bisa terus terjadi kalau lingkungan dibiarkan tercemar," imbuhnya.
Meski program pemberian obat cacing massal difokuskan pada anak-anak, Elsa mengingatkan bahwa orang dewasa pun tidak kebal dari risiko.
Kebiasaan seperti tidak mencuci tangan sebelum makan, mengonsumsi makanan yang kurang bersih, atau mengonsumsi makanan mentah yang terkontaminasi bisa menjadi pintu masuk infeksi cacing.
"Kecacingan bisa menyerang siapa saja, bukan hanya anak-anak. Jadi perilaku hidup bersih dan sehat itu penting untuk semua usia," ujarnya.
Elsa menambahkan bahwa dampak kecacingan tidak bisa disepelekan. Infeksi berat dapat menimbulkan sakit perut, diare, hingga keluarnya cacing dari mulut.
Dalam kasus tertentu, bisa terjadi komplikasi serius seperti sumbatan usus dan sepsis, yaitu infeksi yang menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah hingga organ-organ gagal berfungsi.
Bila tidak segera ditangani, kondisi itu dapat berujung pada kematian. Lebih jauh, kecacingan juga berkontribusi pada stunting dan gizi buruk karena cacing mengambil nutrisi, merusak penyerapan di usus, dan menurunkan nafsu makan anak.
Karena itu, Elsa menekankan pentingnya edukasi agar masyarakat tidak terjebak fenomena FOMO minum obat cacing. Fokus utama pencegahan, menurut dia, justru ada pada kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan dengan sabun, memakai alas kaki, menggunakan jamban yang layak, serta mengelola sampah dengan benar.
"Kecacingan adalah masalah komunitas, bukan hanya individu. Upaya pencegahannya harus kolektif, dimulai dari rumah hingga lingkungan," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Polresta Malang Kota memeriksa delapan pelajar SMPN 18 yang diduga menjadi korban kekerasan mantan kepala sekolah berinisial MAH.
Kustomfest 2026 di Jogja hadir 10-11 Oktober dengan charity riding, dukungan pendidikan anak, musik, kuliner, dan tema High Octane.
KNMP Poncosari Bantul didorong menjadi pusat kegiatan nelayan dan pengembangan hasil perikanan dengan fasilitas cold storage dan pabrik es.
BCA memeriksa mata lebih dari 3.500 pelajar di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu melalui program Mata Cemerlang, Prestasi Gemilang.
Dishub Sleman menata parkir Lapangan Beran Tridadi dengan tarif Rp2.000 untuk motor dan Rp5.000 bagi mobil saat non-event.
Daftar pemenang MTV VMAs 2026 lengkap. Madonna meraih tujuh piala, sedangkan Taylor Swift mencetak rekor baru dalam sejarah VMA.