Korupsi Migas, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Divonis 6 Tahun
Eks Dirut Pertamina Patra Niaga divonis 6 tahun penjara dalam kasus korupsi migas Rp25 triliun. Simak fakta lengkapnya di sini.
Rokok elektrik alias vape - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA — Anggapan bahwa rokok elektronik atau vape lebih aman dibandingkan rokok konvensional kembali dipertanyakan. Sebuah penelitian terbaru dari Australia mengungkapkan bahwa perangkat vape berpotensi menghantarkan logam beracun langsung ke jaringan paru-paru penggunanya.
Penelitian tersebut menunjukkan bahwa paparan vape, bahkan dalam jangka pendek dan pada tingkat yang lebih rendah dari penggunaan harian manusia, dapat menyebabkan akumulasi logam berbahaya seperti timbal, tembaga, dan nikel di jaringan paru-paru. Temuan ini berasal dari studi praklinis yang dilakukan oleh peneliti dari University of Technology Sydney (UTS), yang dipublikasikan dalam jurnal Analytical and Bioanalytical Chemistry.
Temuan Awal Bahaya Tersembunyi Vape
Peneliti utama studi tersebut, Dayanne Bordin, menyebutkan bahwa penelitian ini mengungkap “bahaya yang selama ini kurang disadari” dari penggunaan vape. Ia menjelaskan bahwa aerosol dari vape tidak hanya mengandung zat kimia umum, tetapi juga spesies logam yang berasal dari komponen perangkat itu sendiri.
“Profil logam yang diamati konsisten dengan emisi dari koil pemanas dan komponen listrik,” ujar Bordin dalam pernyataannya.
Menurutnya, banyak penilaian keamanan vape selama ini belum mempertimbangkan emisi yang berasal dari perangkat seperti koil pemanas, padahal komponen tersebut dapat menjadi sumber utama paparan logam beracun.
Risiko dari Desain Perangkat yang Beragam
Berbeda dengan rokok tradisional, perangkat vape memiliki variasi desain dan kualitas produksi yang sangat beragam. Kondisi ini membuat tingkat risiko paparan zat berbahaya menjadi tidak seragam antarproduk.
Penelitian ini menegaskan bahwa perbedaan kualitas tersebut berpotensi meningkatkan risiko kesehatan, terutama bagi pengguna yang menggunakan perangkat dengan standar produksi rendah atau tidak teruji secara ketat.
Peningkatan Penggunaan di Kalangan Muda
Temuan ini menjadi perhatian serius di tengah meningkatnya penggunaan vape di berbagai negara, terutama di kalangan anak muda. Di Australia, misalnya, penggunaan vape pada kelompok dewasa muda meningkat signifikan dari 5,3 persen pada 2019 menjadi lebih dari 21 persen pada 2023.
Kenaikan serupa juga terjadi di kalangan remaja, yang menunjukkan tren penggunaan rokok elektronik semakin meluas dan menjadi tantangan kesehatan masyarakat.
Seruan Regulasi Lebih Ketat
Para peneliti menilai perlu adanya peninjauan ulang terhadap regulasi vape, termasuk pengujian rutin terhadap emisi perangkat serta pembaruan panduan kesehatan publik terkait paparan logam dan dampaknya pada tubuh.
Mereka menekankan bahwa potensi bioakumulasi logam dalam paru-paru tidak boleh diabaikan, mengingat dampaknya dapat berkembang dalam jangka panjang.
Dengan temuan ini, para ahli berharap masyarakat lebih berhati-hati dalam menganggap vape sebagai alternatif yang aman, serta mendorong kebijakan yang lebih ketat untuk melindungi kesehatan publik, khususnya generasi muda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Eks Dirut Pertamina Patra Niaga divonis 6 tahun penjara dalam kasus korupsi migas Rp25 triliun. Simak fakta lengkapnya di sini.
Ramalan zodiak 13 Mei 2026: Aries & Scorpio waspadai konflik asmara. Ada pengeluaran mendadak. Simak saran untuk 12 zodiak agar hari lebih tenang.
Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin tampil dominan dan menang hanya 23 menit pada hari pertama Thailand Open 2026 di Bangkok.
Tanggal 13 Mei diperingati sebagai World Cocktail Day, World Fair Trade Day, dan National Apple Pie Day.
Penguatan karakter anak dinilai menjadi bekal penting untuk menghadapi perkembangan zaman yang semakin cepat
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.