Debut Inacraft di Jogja, Targetkan Rp8 Miliar dan 25.000 Pengunjung
Inacraft 2026 resmi digelar di JEC Yogyakarta pada 15-19 Juli dengan target 25.000 pengunjung, transaksi Rp8 miliar, dan kontrak bisnis global.
Ilustrasi ISPA - FReepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Sebagian besar kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut ternyata dapat ditangani secara mandiri di rumah selama gejalanya masih ringan. Hal ini disampaikan Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, Tjandra Yoga Aditama, yang menekankan pentingnya penanganan awal yang tepat sebelum kondisi memburuk.
Menurutnya, ISPA umumnya menyerang saluran napas bagian atas, mulai dari hidung hingga tenggorokan. Gejala yang sering muncul antara lain tenggorokan kering, suara serak, batuk, hingga rasa tidak nyaman saat menelan.
“Sebagian besar memang bisa ditangani di rumah, misalnya dengan istirahat cukup dan minum air hangat,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).
Perbanyak Cairan dan Jaga Kelembapan Saluran Napas
Ia menjelaskan, salah satu kunci pemulihan ISPA adalah menjaga saluran napas tetap lembap. Oleh karena itu, penderita dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih, terutama air hangat.
Selain itu, menghirup uap air tanpa campuran obat juga dapat membantu meredakan iritasi pada saluran pernapasan. Cara ini dinilai efektif untuk mengurangi rasa kering serta membantu melegakan pernapasan.
Penggunaan obat-obatan seperti penurun panas atau pereda batuk juga diperbolehkan untuk mengurangi gejala. Namun, Tjandra mengingatkan agar penggunaan obat tertentu, terutama antibiotik atau antivirus, tidak dilakukan sembarangan tanpa konsultasi medis.
Waspadai Gejala yang Memburuk
Meski banyak kasus bisa pulih dengan perawatan mandiri, masyarakat diminta tetap waspada terhadap tanda-tanda kondisi yang memburuk. Jika gejala tidak kunjung membaik setelah tiga hari, atau disertai penurunan kondisi tubuh, sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Gejala yang perlu diwaspadai antara lain batuk semakin berat, nyeri dada, serta munculnya sesak napas. Kondisi ini bisa menjadi indikasi infeksi telah menjalar ke paru-paru dan berpotensi berkembang menjadi Pneumonia.
“Kalau sudah sampai ke paru-paru, batuk dalam, napas cepat, itu harus segera ditangani tenaga medis,” jelasnya.
Cuaca Jadi Faktor Risiko
Lebih lanjut, ia menyoroti perubahan cuaca ekstrem, terutama kondisi panas yang disertai perubahan mendadak, dapat meningkatkan risiko ISPA. Situasi ini membuat daya tahan tubuh rentan menurun sehingga lebih mudah terserang infeksi.
Untuk itu, masyarakat diimbau menjaga imunitas tubuh dengan menerapkan pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi seimbang, cukup istirahat, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
Pentingnya Pencegahan
Langkah pencegahan dinilai menjadi kunci utama agar tidak mudah terserang ISPA. Selain menjaga pola makan dan istirahat, kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan, menggunakan masker saat sakit, serta menghindari paparan polusi juga dapat membantu menekan risiko penularan.
Dengan penanganan yang tepat sejak dini dan kesadaran menjaga kesehatan, sebagian besar kasus ISPA dapat diatasi tanpa harus menjalani perawatan intensif di fasilitas kesehatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Inacraft 2026 resmi digelar di JEC Yogyakarta pada 15-19 Juli dengan target 25.000 pengunjung, transaksi Rp8 miliar, dan kontrak bisnis global.
Kemendagri meminta Pemda mengoptimalkan pajak kendaraan bermotor setelah penerimaan PKB turun Rp11,58 triliun pada 2025.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 15 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Tarif tetap Rp8.000, perjalanan pertama pukul 05.00 WIB.
Menteri PPPA Arifah Fauzi mengecam ancaman bom di SDN Srengseng saat MPLS karena mencederai hak anak atas rasa aman di sekolah.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 15 Juli 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000, keberangkatan pertama pukul 05.05 WIB.
KPK menggeledah rumah anggota BPK Bobby Adhityo Rizaldi dan menyita barang bukti elektronik terkait penyidikan suap audit Muara Enim.